Berlibur 3 Hari di Labuan Bajo Cuma Habiskan Rp 5 Juta, Mau?

Oleh Liputan6.com pada 30 Mei 2021, 19:40 WIB
Diperbarui 30 Mei 2021, 19:40 WIB
Wisata NTT
Perbesar
Bukit Sylvia di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Liputan6.com/Asnida Riani)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, semua lapisan masyarakat bisa berlibur ke Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur (NTT).  Labuan Bajo bukan destinasi wisata khusus orang kaya.

Sandiaga menjelaskan, saat ini banyak penginapan atau homestay yang terletak di desa-desa wisata. "Dengan adanya homestay di sana, ini akan jauh lebih terjangkau," kata Sandiaga di Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (30/5/2021).

Adanya desa wisata di kawasan Labuan Bajo diharapkan bisa mengurangi beban berlibur ke Pulau Komodo. Apalagi kata dia banyak potensi yang bisa dikembangkan di sekitaran tempat wisata berbasis alam ini.

Terlebih saat ini banyak program promosi yang ditawarkan. Termasuk promosi tiket pesawat dari berbagai maskapai penerbangan nasional. "Kalau bisa menabung dari sekarang, apalagi sekarang ini banyak promo yang diluncurkan," kata dia.

Berbagai promosi tersebut bisa dinikmati dengan harga mulai dari Rp 5 juta per orang. Biaya tersebut sudah termasuk tiket pesawat pulang-pergi dan tempat tinggal hingga 3 hari.

"Kira-kira sekitar Rp 5 juta per orang. Itu sudah termasuk pesawat PP dan penginapan sekitar 2-3 hari," kata Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Labuan Bajo (BPOLBF), Shana Fatina.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, salah satu destinasi wisata super prioritas ini tidak hanya memiliki komodo sebagai hewan purba. Tetapi ada beragam desa wisata dengan kekhasannya, produk ekonomi kreatif dan lainnya.

"Intinya Labuan Bajo ini yang kita kenalkan bukan hanya komodo tapi ada desa wisata, produk ekonomi kreatif," kata dia mengakhiri.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Work From Labuan Bajo

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan memaksimalkan berbagai cara agar bisnis di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif mengalami peningkatan. Salah satunya dengan program bekerja dari tempat pariwisata.

Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Muhammad Neil El Himam mengatakan kampanye tersebut bisa saja terus digaungkan di berbagai wilayah. Mengingat saat ini masih dalam suasana pandemi Covid-19 yang memungkinkan orang bisa bekerja dari jarak jauh sekalipun.

"Apapun yang bisa mendorong orang untuk datang (ke tempat wisata) akan kita lakukan, misalnya bekerja dari jarak jauh di masa pandemi ini," kata Neil saat ditemui di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (30/5/2021).

Salah satu program yang sedang digalakkan pemerintah yakni bekerja dari Bali atau work from Bali. Neil mengatakan pada dasarnya kampanye yang sama bisa saja dilakukan dari berbagai destinasi wisata selain Bali seperti Labuan Bajo.

Hanya saja kata dia, infrastruktur jaringan internet masih belum optimal di beberapa wilayah. Utamanya di Labuan Bajo. Sehingga perlu ada pembenahan dari segi layanan infrastruktur agar kampanye serupa bisa digalakkan di Pulau Komodo.

"Tapi saat ini masih ada kendala kalau work from Bajo ini. Asal infrastruktur jaringannya kita benahi saja," kata dia.

Untuk itu, pihaknya perlu bertemu dan berbincang lebih dulu dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebagai kementerian yang bertanggungjawab atas penyediaan infrastrukturnya. Sebab, kata dia, dari segi tempat wisata, Labuan Bajo sudah layak menjadi tujuan untuk bekerja dari jarak jauh.

"Kalau kesiapan dari tempatnya sudah siap, jadi tinggal kesiapan infrastruktur digitalnya," kata dia mengakhiri.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓