Gandeng Mastercard dan BRI, Digiasia Luncurkan Kartu Kredit Virtual

Oleh Liputan6.com pada 28 Mei 2021, 13:14 WIB
Diperbarui 28 Mei 2021, 16:36 WIB
Gesek Mesin Kartu Kredit
Perbesar
Ilustrasi Foto Gesek Kartu Kredit (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta - Digiasia bersama dengan Mastercard dan Bank Rakyat Indonesia resmi meluncurkan produk Business to Business (B2B) yaitu Merchant on Record atau MOR.

“MOR merupakan sebuah solusi yang kami tawarkan khususnya kepada pengusaha distributor. Kami melihat bahwa di dalam supply chain, perputaran barang sangatlah cepat dan membutuhkan pembiayaan yang dinamis dan responsif," ungkap Co-Founder Digiasia Bios Alexander Rusli dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (28/5/2021).

"Oleh karena itu kami bersama Mastercard dan Bank Rakyat Indonesia meluncurkan MOR dimana pengusaha distributor mendapatkan fasilitas kartu kredit dalam bentuk kartu virtual maupun dalam bentuk kartu fisik sehingga bisa dengan cepat melakukan pembayaran kepada principal”, lanjut dia.

Alex menambahkan bahwa dengan diluncurkannya MOR maka daya saing akan semakin tumbuh dan jumlah transaksi juga diharapkan meningkat kedepannya.

“Untuk tahap awal ini Digiasia bekerjasama erat dengan GrosirOne untuk menyediakan ekosistem supply chain terutama untuk barang yang berputar dengan cepat tanpa melakukan disrupsi model bisnis yang telah berjalan dan kami juga membuka peluang untuk bermitra dengan perusahaan lain yang bisa menyediakan ekosistem dengan target market yang tepat”, ujarnya.

“Sejak Digiasia didirikan pada tahun 2018 bersama Prashant Gokarn, kami selalu mempunyai misi untuk mendemokratisasi layanan keuangan dengan menyediakan produk dan target market yang tepat sasaran. Saat ini kami merasa kami berada di jalur yang benar dan setelah 3 tahun berdiri, Digiasia telah menyediakan berbagai layanan keuangan bagi mitra kami untuk sehingga memberikan nilai tambah bagi mitra kami," tambahnya.

“Kami yakin dengan adanya MOR, kami akan memberikan solusi yang efektif bagi para pengusaha distributor khususnya di era pandemi ini," tutupnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Gandeng XL Axiata, Digiasia Bantu UMKM Go Digital

BRI Relaksasi 134 Ribu Pelaku UMKM
Perbesar
BRI telah melakukan restrukturisasi terhadap lebih dari 134 ribu pelaku UMKM yang terdampak COVID-19 di Indonesia.

Digiasia Bios bekerja sama dengan PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) Indonesia untuk mendorong digitalisasi dan transformasi digital ekosistem melalui layanan B2B.

Kerjasama yang telah ditanda tangani pada Agustus akan fokus ke pendekatan fleksibel yang ditawarkan oleh perusahaan digital dengan perusahaan infrastruktur digital yang telah terstruktur dan lebih stabil.

Direktur Utama Digiasia Bios Hermansjah Haryono mengatakan Digiasia selama ini memberikan solusi digitalisasi melalui kombinasi berbagai teknologi dan lisensi teknologi finansial yang dimiliki Digiasia dengan afiliasinya baik bagi perusahaan besar maupun UMKM.

Melalui kerja sama ini kami dapat memberikan layanan yang terbaik kepada para mitra karena melalui kerjasama ini penawaran menjadi lebih luas dan lengkap berkat terintegrasi dengan layanan telekomunikasi B2B XL Axiata.

“Selama ini kami secara proaktif membantu partner kami memberikan layanan yang lebih baik bagi pelanggan mereka menggunakan kombinasi teknologi dan lisensi-lisensi yang kami miliki. Melalui kerjasama ini kami dapat memberikan layanan yang memberikan nilai tambah terbaik bagi seluruh mitra kami,” kata Hermansjah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (27/8/2020).

Sementara itu, Chief Enterprise & SME Officer PT XL Axiata Feby Sallyanto mengatakan kami terus melakukan pengembangan dan membantu proses digitalisasi para pelanggan enterprise dengan kombinasi kemampuan digital termasuk teknologi finansial dan dengan ini kami menggandeng pihak yang kompeten dan telah berpengalaman.

“XL Axiata terus mendorong perkembangan kegiatan digital di tanah air, utamanya di sektor Large Enterprise serta Medium Enterprise melalui inisiatif-inisiatif kami. Kerja sama dengan Digiasia ini kami lakukan untuk meningkatkan penerapan digitalisasi di berbagai sektor untuk terwujudnya Indonesia 4.0", tambahnya.

Feby menegaskan Indonesia memiliki populasi lebih dari 270 juta dan ada sekitar 175,4 juta pengguna internet di Indonesia per Januari 2020, yang menunjukkan 64 persen penetrasi internet dan berbagai aspek dan sektor saat ini siap untuk melalui proses digitalisasi.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓