Jasa Marga Putuskan Laba 2020 Jadi Dana Cadangan

Oleh Tira Santia pada 27 Mei 2021, 17:40 WIB
Diperbarui 27 Mei 2021, 17:40 WIB
Libur Panjang, Dua Arus Tol Jakarta - Cikampek Macet
Perbesar
Suasana arus lalu lintas yang terlihat padat di dua arah Tol Jakarta-Cikampek, Bekasi, Sabtu (25/3). Kemacetan arah tol Cikampek- Jakarta disebabkan imbas penyempitan jalan lantaran adanya proyek pembangunan LRT. (Liputan6.com/Gempur M. Surya)

Liputan6.com, Jakarta PT Jasa Marga (Persero) Tbk berhasil membukukkan seluruh Laba Bersih Atribusi Pemilik Entitas Induk Jasa Marga Tahun 2020 sebesar Rp 501,05 miliar, dan laba tersebut ditetapkan sebagai cadangan.

Corporate Communication and Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk  Dwimawan Heru, mengatakan, ditetapkannya laba tersebut sebagai cadangan lantaran saat ini Jasa Marga perlu memperkuat capital structure di tengah pandemi COVID-19 yang turut berdampak terhadap bisnis Perseroan.

“Dalam kegiatan ini, jajaran Dewan Komisaris dan Direksi Jasa Marga melaporkan konsistensi kinerja usaha pada Tahun 2020. Pencapaian kinerja positif dapat dilihat dari kemampuan Jasa Marga untuk tetap mencatatkan laba bersih yakni sebesar Rp 501,05 miliar,” kata Dwimawan, dalam konferensi Pers, RUPTS Jasa Marga, Kamis (27/5/2021).

Selain itu, Jasa Marga juga tetap mampu mempertahankan Margin EBITDA tetap stabil di Tahun 2020 pada level 62 persen dengan melakukan berbagai efisiensi, untuk dapat mengimbangi penurunan volume lalu lintas dan pendapatan tol sebagai imbas dari diterapkannya kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat.

Di antaranya School and Work From Home (SFH & WFH), Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga Pengendalian Transportasi, yang menyebabkan terjadinya penurunan Pendapatan Tol pada Tahun 2020 menjadi sebesar Rp 8,76 triliun.

EBITDA Jasa Marga pada Tahun 2020 tercatat sebesar Rp5,98 triliun. Selain itu, seiring dengan pembangunan ruas-ruas tol baru di Tahun 2020.

“Total Aset Jasa Marga tercatat sebesar Rp 104,09 triliun, tumbuh sebesar 4,4 persen jika dibandingkan Tahun 2019,” ujarnya

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pengelolaan Tol

PSBB Masa Transisi, Tol Layang Jakarta - Cikampek Kembali Dibuka
Perbesar
Kendaraan roda empat melintas di Tol Layang Jakarta-Cikampek, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (7/6/2020). Djoko Dwijono Direktur Utama PT Jasamarga Jalan Layang Cikampek (JJC) selaku operator jalan tol layang mengatakan operasional akan dilakukan secara bertahap. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Lanjutnya, sepanjang tahun 2020, Jasa Marga berhasil menyelesaikan pembangunan 29,46 Kilometer jalan tol baru sehingga total jalan tol yang dioperasikan Jasa Marga hingga akhir tahun 2020 mencapai 1.191 Km.

Ruas jalan tol baru yang dioperasikan Jasa Marga pada tahun 2020 yaitu Jalan Tol Pandaan Malang Ruas Pakis-Malang sepanjang 3,11 Km dan Jalan Tol Manado-Bitung Ruas Manado Danowudu sepanjang 26,35 Km.

Jasa Marga juga membuktikan komitmen untuk terus tumbuh, dengan memperoleh konsesi Jalan Tol Yogyakarta-Bawen sepanjang 75,82 Km. Jalan tol dengan nilai investasi sebesar Rp 14,26 triliun ini akan melintasi akan melintasi dua provinsi sekaligus, yaitu Provinsi Jawa Tengah (67,05 Km) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (8,77 Km).

“Dengan adanya penambahan konsesi baru ini, maka hingga akhir tahun 2020, konsesi Jalan Tol Jasa Marga di seluruh Indonesia mencapai 1.603 Km,” ujarnya.

Demikian, Dwimawan menerangkan, pencapaian Jasa Marga dalam 2020 ini selaras dengan komitmen Jasa Marga dalam melakukan percepatan pembangunan jalan tol untuk mendukung rencana Pemerintah agar mewujudkan pertumbuhan ekonomi dan konektivitas antar wilayah.

“Bertolak dari visi tersebut, Jasa Marga juga tak henti melakukan berbagai inovasi, baik dalam bidang operasional, pengembangan usaha, maupun pendanaan, sehingga dapat melayani masyarakat dengan lebih optimal, khususnya pengguna jalan tol,” pungkasnya.   

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓