Sudah Jalankan Vaksinasi Covid-19, Astra Belum Ingin Segera Terapkan WFO

Oleh Liputan6.com pada 27 Mei 2021, 15:10 WIB
Diperbarui 27 Mei 2021, 15:10 WIB
Grup Astra dukung program vaksinasi gotong royong (Dok: Grup Astra)
Perbesar
Grup Astra dukung program vaksinasi gotong royong (Dok: Grup Astra)

Liputan6.com, Jakarta PT Astra International Tbk (ASII) tak ingin terburu-buru menerapkan kerja secara normal seperti sebelum pandemi Covid-19 meskipun sudah menjalankan vaksinasi Covid-19.

"Jadi, kita tidak akan terburu-buru persis sama mengembalikan regulasi seperti terdahulu setelah vaksinasi," jelas Ketua Tim Taskforce COVID-19 ASII, Aloysius Budi Santoso, dalam Dialog Produktif bertajuk Perjalanan Vaksinasi Gotong Royong, Kamis (27/5/2021).

Budi mengungkapkan, usai pelaksanaan vaksinasi Covid-19 nanti, perusahaan akan terlebih dahulu mengamati situasi yang terjadi. Karena, bagi ASII memastikan kesehatan karyawan jauh lebih penting ketimbang memaksa untuk mengembalikan aturan kerja seperti saat pandemi Covid-19 belum terjadi.

"Setelah vaksinasi kita lihat dulu, karena in the end atau pada akhirnya keselamatan dari karyawan adalah yang utama," terangnya.

Maka dari itu, hingga saat ini, Astra International terus berupaya melakukan penyesuaian aturan kerja di tengah pandemi Covid-19. Sehingga, risiko penularan virus Covid-19 di area kerja bisa dicegah.

"Misalnya prokes (protokol kesehatan), kemudian menambah vitamin, aktivitas di pabrik kita sesuaikan. Selain itu kita tetap ikuti regulasi pemerintah, seperti kita DKI misalnya 50 persen WFO (work from office) dan 50 persennya WFH (work from home) ini tetap menjadi panduan kita," ujar dia menekankan.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Gandeng Kimia Farma, Grup Astra Vaksinasi Gotong Royong 2.000 Karyawan

Grup Astra dukung program vaksinasi gotong royong (Dok: Grup Astra)
Perbesar
Grup Astra dukung program vaksinasi gotong royong (Dok: Grup Astra)

Sebelumnya, sebanyak 2.000 karyawan Grup Astra melalui PT Astra Otoparts Tbk (AOP) dan PT United Tractors Tbk (UT) mendapat vaksinasi yang didukung PT Kimia Farma Tbk melalui program Vaksinasi Gotong Royong.

Vaksinasi ini merupakan tahap awal dari penyuntikan untuk 300.000 orang lebih karyawan Grup Astra dan keluarga inti merekayang tersebar di seluruh Indonesia dengan mengikuti ketersediaan vaksin yang dikoordinasikan oleh Kadin. Kimia Farma sendiri akan mengupayakan penyediaan seluruh vaksin seperti ditugaskan pemerintah termasuk untuk Grup Astra.

Kick-off program vaksinasi untuk karyawan ini telah dimulai kemarin (18/5) yang ditinjau langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo didampingi oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia Muhammad Lutfi, Menteri Investasi Republik Indonesia Bahlil Lahadalia, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang,Jawa Barat.

Secara serentak pada tahap awal ini, sebanyak 18 perusahaan termasuk AOP dan UT ikut serta dalam program Vaksinasi Gotong Royong.

“Grup Astra menyambut baik program Vaksinasi COVID-19 Gotong Royong untuk Pekerja yang mulai dilaksanakan kemarin karena kesehatan dan keselamatan karyawan selalu menjadi prioritas utama perusahaan sejak awal pandemi COVID-19. Semoga partisipasi Grup Astra dapat membantu pemerintah dalam mempercepat terwujudnya herd immunity agar dapat mendorong pemulihan perekonomian nasional,” ujar Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro.

Kimia Farma, melalui cucu usahanya PT Kimia Farma Diagnostika (KFD), menjadi penyedia fasilitas pelayanan kesehatan untuk proses Vaksinasi Gotong Royong bagi karyawan AOP dan UT serta keluarga inti mereka.

Kegiatan penyuntikan karyawan AOP dan UT berjalan lancar dengan protokol kesehatan secara ketat. Petugas vaksinasi dari KFD melakukan swab antigen sebagai langkah awal. Proses ini pun dilakukan dengan standard operating procedure (SOP) yang ketat guna memastikan pemberi dan penerima vaksin pada kondisi sehat.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya