Bank DKI Cetak Laba Bersih Rp 191,60 Miliar di Kuartal I 2020

Oleh Liputan6.com pada 26 Mei 2021, 11:30 WIB
Diperbarui 26 Mei 2021, 11:37 WIB
Komunitas JakOne Artri Bank DKI
Perbesar
Komunitas JakOne Artri bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, dalam hal ini pengelolaan sampah yang masih bisa memberikan nilai ekonomi.

Liputan6.com, Jakarta - Sejalan dengan perekonomian yang berangsur pulih dari pandemi Covid-19, kinerja bisnis Bank DKI mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif pada kuartal 1-2021.

Bank DKI mencetak laba bersih sebesar Rp 191,60 miliar pada kuartal I 2020, meningkat 4,16 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 183,95 miliar.

Pertumbuhan laba bersih tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan Pendapatan Bunga Bersih sebesar 14,43 persen, dari semula tercatat sebesar Rp 579,67 miliar pada kuartal I 2020 menjadi sebesar Rp 663,30 miliar pada kuartal I 2021.

Pertumbuhan laba bersih tersebut seiring dengan telah berangsur pulihnya perekonomian sehingga mempengaruhi permintaan kredit. Pada kuartal I 2021, Bank DKI membukukan pertumbuhan kredit sebesar 3,96 persen secara YoY menjadi Rp33,66 triliun per Maret 2021 dibanding periode sebelumnya sebesar Rp32,37 triliun.

"Meski demikian, Bank DKI tetap menerapkan berbagai inisiatif dan pengelolaan risiko yang efektif untuk menjaga kenaikan risiko kredit bermasalah," kata Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (26/5/2021). 

"Penyaluran kredit dan pembiayaan juga dilakukan dengan sangat selektif dan memperhatikan prinsip kehati-hatian," lanjut dia.

Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank DKI juga mengalami peningkatan sebesar 28,42 persen menjadi Rp 42,98 triliun pada kuartal 1 2021.

Pertumbuhan DPK tersebut utamanya didorong oleh pertumbuhan giro sebesar Rp 11,34 triliun per Maret 2021, meningkat 74,87 persen dibanding periode sebelumnya sebesar Rp 6,49 triliun. Pertumbuhan DPK tersebut dibarengi dengan membaiknya rasio dana murah (CASA Ratio) dari sebelumnya 43,54 persen menjadi 47,56 persen.

Secara bertahap, Bank DKI juga terus melakukan perbaikan kualitas kredit yang terjaga dengan baik dimana pada kuartal I 2021, Rasio NPL gross masih terjaga sebesar 3,19 persen, meningkat 0,10 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Rasio NPL

Bank DKI
Perbesar
Bank DKI.

Meskipun demikian, peningkatan rasio NPL gross tersebut masih berada dibawah peningkatan rasio NPL industri perbankan sebesar 0,40 persen dari semula sebesar 2,77 persen di kuartal I 2020 menjadi sebesar 3,17 persen di kuartal I 2021.

Rasio NPL Net Bank DKI pada kuartal 1-2021 tercatat sebesar 0,62 persen dan berada dibawah rata-rata NPL Net industri perbankan sebesar 1,02 persen. Hal ini menunjukkan bahwa Bank DKI telah mengantisipasi potensi risiko dengan melakukan pencadangan meskipun terdapat program restrukturisasi.

“Risiko kredit memang menjadi tantangan tersendiri bagi perbankan mengingat kita masih diliputi dengan kondisi Pandemi Covid-19. Kita sangat bersyukur OJK melakukan perpanjangan ketentuan relaksasi hingga tahun 2022. Hal tersebut tentunya memberikan keleluasaan bagi industri perbankan dalam mengelola risiko kredit dengan lebih baik.

Bank DKI juga telah melakukan sejumlah upaya perbaikan rasio kredit bermasalah melalui penagihan kredit secara intensif, pengambilalihan agunan, lelang agunan kredit, restrukturisasi kredit melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), dan hapus buku”, tutup Herry.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓