Vaksinasi Covid-19 secara Massal Jadi Kunci Utama Pemulihan Ekonomi

Oleh Liputan6.com pada 24 Mei 2021, 14:15 WIB
Diperbarui 24 Mei 2021, 14:15 WIB
FOTO: 14.890.933 Orang Sudah Disuntik Vaksin COVID-19 Dosis Pertama
Perbesar
Petugas medis menyuntikkan vaksin COVID-19 Astrazeneca kepada pekerja ritel di GOR Tanjung Duren, Jakarta Barat, Senin (24/5/2021). Kementerian Kesehatan menargetkan 40.349.049 orang di Indonesia mendapat vaksinasi COVID-19 dosis pertama. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Vaksinasi covid-19 massal bisa membantu pemulihan perekonomian nasional. Dengan langkah vaksinasi massal ini maka bisa mengendalikan penyebaran virus corona di sebuah negara.

"Jadi memang kuncinya ini di vaksinasi," kata Direktur BCA Haryanto T. Budiman, dalam Virtual Press Conference Vaksinasi Insan BCA, Jakarta, Senin (24/5/2021).

Sementara negara yang tidak gencar mengimunisasi masyarakatnya terbukti sulit dengan terjadinya gelombang lanjutan dari penyebaran virus. Dia mencontohkan Jepang sebagai negara yang kurang masif dalam pelaksanaan vaksinasi. Sebab, meski menjalankan protokol kesehatan dengan ketat, namun tidak bisa menghalau ledakan kasus baru.

"Jepang ini memang disiplin protokol kesehatannya tinggi, tapi vaksinasi di sana lamban. Kurang 2 persen, akibatnya ada lagi peningkatan kasus baru," kata dia.

Kondisi ini kata Haryanto berbeda dengan Indonesia. Pemerintah disebutnya sangat bergerak aktif mencari stok vaksin Covid-19 untuk disuntikkan ke masyarakat.

"Pemerintah kita ini cepat tanggap dan bisa dapat vaksin," katanya.

Lalu dilanjutkan dengan membuat dua program vaksinasi yakni vaksin gratis dan gotong royong. Pemberian vaksin juga telah dibuatkan skala prioritas, dari tenaga kesehatan, TNI dan Polri, hingga orang lanjut usia (lansia).

"Kita lakukan vaksinasi ini dengan berbagai cara, yang lansia juga divaksin dengan program vaksin gratis pemerintah, dengan juga vaksin gotong royong," kata dia.

Berbagai upaya tersebut bertujuan agar perekonomian bisa kembali bergerak. Sehingga perekonomian nasional bisa kembali pulih dan keluar dari tantangan dampak pandemi Covid-19.

"Ini semua supaya kita sehat dan dengan demikian perekonomian kita lebih baik ke depan," kata dia mengakhiri.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Erick Thohir: Pemerintah Amankan Vaksin Gotong Royong untuk 12,5 Juta Orang

FOTO: 14.890.933 Orang Sudah Disuntik Vaksin COVID-19 Dosis Pertama
Perbesar
Petugas medis menyuntikkan vaksin COVID-19 Astrazeneca kepada pekerja ritel di GOR Tanjung Duren, Jakarta Barat, Senin (24/5/2021). Berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga 23 Mei 2021, sebanyak 14.890.933 orang telah menerima vaksin COVID-19 dosis pertama. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, pemerintah bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggencarkan pelaksanaan vaksinasi gotong royong yang dimulai pada Selasa 18 Mei 2021.

Erick bilang, percepatan vaksinasi nasional terus dilakukan salah satunya melalui vaksinasi gotong royong. Untuk vaksinasi gotong royong, pihaknya sudah mendapatkan komitmen vaksin untuk 12,5 juta orang.

"Jenis vaksinnya ini ada 2, yaitu Sinopharm dan Cansino. Untuk Sinopharm ada 15 juta dosis atau (untuk) 7,5 juta orang (2 kali suntikan) dari mulai bulan ini sampai bulan Desember," ujar Erick dalam konferensi pers, Rabu (19/5/2021).

Lanjutnya, pihaknya juga akan mendorong pengadaan vaksin Cansino sebanyak 5 juta dosis atau untuk 5 juta orang (1 suntikan).

"Total ada 12,5 juta vaksin untuk vaksinasi gotong royong," kata Erick.

Erick bilang, pihaknya tidak akan terus berusaha untuk meneken kerjasama pengadaan vaksin dengan negara lain, baik negara-negara di Eropa, Amerika dan lainnya. Hal ini selaras dengan program Indonesia sehat, yaitu percepatan vaksinasi.

"Tidak kalah penting kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang percaya dan mendorong program vaksinasi gotong royong ini berjalan baik, karena tanpa dukungan masyarakat, upaya pemerintah tidak ada artinya. Alhamdulillah, responsnya positif, sekarang kita tinggal jaga ritme supaya sesuai target," tandas Erick.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓