Jerih Payah Jadi Agen BRILink, Lili Setiawan Mampu Sekolahkan Anak ke China

Oleh Tira Santia pada 22 Mei 2021, 16:44 WIB
Diperbarui 22 Mei 2021, 16:44 WIB
Lili Setiawan (45 tahun), salah satu Agen BRILink.
Perbesar
Lili Setiawan (45 tahun), salah satu Agen BRILink.

Liputan6.com, Jakarta - Lili Setiawan (45 tahun) memutuskan berhenti kerja sebagai teler di bank demi mengurus anak. Namun tekad ingin tetap mendapatkan penghasilan mendorongnya membuka usaha konter pulsa sekaligus menjadi agen BRILInk.

“Sebelum lahir anak kedua, saya sebelumnya bekerja di perbankan bagian teller, terus karena saya harus menjaga anak saya terpaksa keluar. Terus saya berpikir usaha apa yang bisa dijalankan di rumah sambil jaga anak," kata Lili kepada Liputan6.com, Jumat (21/5/2021).

Awalnya, Lili sering ikut forum pertemuan pemilik konter pulsa. Disitulah ia bertemu dengan teman sesama penjual pulsa yang juga sukses menjadi agen BRILink.

Lili penasaran dan akhirnya tertarik menjadi agen BRILink. Tepatnya, kurang lebih 4 tahun suda dia menjadi agen BRILink. "Saya menyontek teman, karena teman saya di Bandung ada yang buka BRILink dan kebetulan dia maju usahanya. Kemudian teman saya nyuruh agar saya buka juga, ya sudah saya coba-coba saja di bank. Setelah dijalani ternyata memang beneran enak,” ujar Lili.

Dalam sehari, Perempuan berusia 45 tahun ini mampu melayani 100-150 transaksi. Berbeda ketika hari libur Sabtu dan Minggu, justru ia mampu mencatat hingga 500 transaksi per harinya. Lili hanya bisa melayani transaksi hingga Rp 10-20 juta saja, lantaran modalnya terbatas.

“‘Saya bisa melayani transaksi yang kecil misalnya Rp 5.000 hingga minimal Rp 10 juta-Rp 20 juta, karena modal saya juga tidak besar-besar amat dan lebih dari itu saya tidak terima transaksi,” ungkapnya.

Selama menjadi agen BRILInk Lili tidak mengalami kesulitan. Hanya saja terbatas pada jaringan yang sering terganggu sehingga sulit melakukan transaksi baik untuk setor/tarik tunai.

“Pengelolaannya sekeluarga antara saya, suami dan dibantu sama anak-anak. Paling kendalanya jaringan jelek sehingga tidak bisa melakukan transaksi, sejauh ini tidak ada kendala lain, santai aja,” ujarnya.

Pengalaman lain, ketika ada nasabah yang tidak sabaran ketika akan bertransaksi atau ada nasabah yang membawa uang recehan sehingga Lili yang harus merapikan uang tersebut. Itu semua dijalani Lili dengan kesabaran demi melayani nasabah.

Lili bercerita, selain meningkatkan perekonomian keluarga, ternyata ia juga membantu nasabahnya agar terhindar dari penipuan ketika bertransaksi di agennya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Hasil Jerih Payah

BRI
Perbesar
Agen BRILink.

Dengan modal Rp 10 juta, Lili bisa meraup untung hingga Rp 15 juta perbulan. Bahkan berkat menjadi agen BRILInk, dia bisa menyekolahkan anaknya sampai ke China dan pernah menjadi pembicara bagi mahasiswa S2 UI, tentunya itu merupakan hal yang sangat luar biasa bagi Lili.

Reward lain yang Lili bisa dapatkan bisa jalan-jalan ke luar negeri sekeluarga. Saat itu, dia mendapatkan bonus ke Hong Kong.

Hal lain yang Lili rasakan, adalah banyak dikenal orang. Misalnya, ketika sedang beraktivitas di luar rumah selalu ada yang menyapanya. Padahal dia mengaku tidak ingat dengan orang tersebut.

"Wah kok orang itu care ke saya, senang dimana ketemu orang selalu disapa,” imbuhnya.

Demikian Lili mengaku bangga bisa menjadi bagian dari BRI sebagai agen BRILink. Selain bisa mengurus keluarga di rumah, ia juga bisa membantu perekonomian keluarga. (*)

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓