Data BPS: Ekspor Indonesia ke Israel Naik 8,6 Persen dalam 5 Tahun Terakhir

Oleh Athika Rahma pada 21 Mei 2021, 19:00 WIB
Diperbarui 21 Mei 2021, 19:00 WIB
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Pelindo III Permudah Proses Ekspor Impor
Perbesar
(Foto:@Pelindo III)

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia dan Israel memiliki transaksi perdagangan dengan nilai cukup besar meskipun tidak memiliki hubungan diplomatik resmi.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan, selama 5 tahun terakhir atau dari tahun 2016 hingga 2020, ekspor Indonesia ke Israel meningkat 8,6 persen.

Secara rinci, pada tahun 2016, ekspor Indonesia mencapai USD 103,1. Jumlahnya naik menjadi USD 125,9 juta pada 2017, USD 123 juta pada 2018, USD 120,6 pada 2019 dan USD 157,5 juta pada 2020.

Adapun pada periode Januari-Maret 2021, ekspor Indonesia ke Israel mencapai USD 47,5 juta.

Lalu dari sisi impor, jumlahnya fluktuatif namun cenderung menurun. Pada tahun 2016, impor Indonesia ke Israel mencapai USD 109,9 juta.

Jumlahnya turun pada 2017 yaitu USD 106,9 juta, lalu turun drastis menjadi USD 46,6 juta, USD 25,3 juta pada 2019 dan kembali meningkat pada 2020 yaitu USD 56,5 juta.

Sementara, periode Januari-Maret 2021, nilainya USD 3,1 juta.

Pada periode Januari-Maret 2021, neraca dagang Indonesia-Israel masih surplus USD 44,3 juta.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Terjalin Sejak Lama, Intip Kemitraan Dagang Indonesia-Palestina

Ilustrasi bendera Palestina.
Perbesar
Ilustrasi bendera Palestina. (iStockphoto)

Indonesia menjadi salah satu negara yang mendukung kemerdekaan Palestina. Ketegasan Indonesia menolak hubungan diplomatik dengan Israel telah dimulai sejak republik ini masih seumur jagung. Penolakan tersebut semakin jelas seiring dengan menguatnya paham anti-imperialisme pemerintahan Soekarno.

Dalam pidatonya pada tahun 1962, Presiden Soekarno dengan lantang mengatakan bahwa selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel.

Di balik itu, hubungan dagang Indonesia dan Palestina rupanya juga sudah terjalin cukup lama. Hal ini tercermin dari perdagangan kedua negara yang mencatatkan nilai surplus mencapai USD7,6 juta sejak lima tahun terakhir yakni 2016 sampai 2020.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), total nilai ekspor Indonesia ke Palestina mencapai USD11,96 juta sejak 2016-2020. Adapun ekspor pada 2016 sebesar USD2,23 juta, 2017 sebesar USD2,05 juta, 2018 sebesar USD 2,80 juta.

Kemudian total ekspor Indonesia ke Palestina pada 2019 sebesar USD2,91 juta, dan 2020 sebesar USD1,95 juta.

Sementara nilai impor Indonesia ke Palestina totalnya mencapai USD4,36 juta yang terdiri dari tahun 2016 sebesar USD283.970, 2017 sebesar USD341.030, 2018 sebesar USD727.052, 2019 sebesar USD1,35 juta, dan tahun 2020 sebesar USD1,64 juta.

Adapun jika melihat lebih jauh impor Indonesia pada 2020 mencakup buah dan kacang segar atau dikeringkan mencapai USD1,35 juta dengan total berat bersih mencapai 147 ton.

Kemudian minyak nabati tetap dan minyak lunak, mentah, dimurnikan atau difraksinasi sebesar USD305.483 dengan berat bersih mencapai 18 ton.

Selain itu kelompok barang lainnya adalah manufaktur kayu sebesar USD3.237 dengan total berat 188 kg, artikel dan plastik USD2.290 dengan berat 314 kg, dan barang cetakan USD1.000 dengan berat 186 kg, serta lain-lain USD2.551 dengan berat total 207 kg.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓