Sambut Akhir Pekan, Rupiah Diprediksi Menguat Dipicu Sentimen Global

Oleh Maulandy Rizki Bayu Kencana pada 21 Mei 2021, 10:17 WIB
Diperbarui 21 Mei 2021, 10:17 WIB
FOTO: Akhir Tahun, Nilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat
Perbesar
Karyawan menunjukkan uang dolar AS dan rupiah di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 80 poin atau 0,57 persen ke level Rp 14.050 per dolar AS. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada perdagangan Jumat pekan ini. Namun rupiah berpotensi menguat sepanjang hari ini seiring tertekannya imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS).

Mengutip Bloomberg, Jumat (21/5/2021), rupiah dibuka di angka 14.352 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.375 per dolar AS. Namun menjelang siang, rupiah kembali melemah ke 14.376 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.340 per dolar AS hingga 14.386 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 2,32 persen.

"Dolar AS bertahan di level rendah pada awal sesi Jumat, setelah kembali melemah semalam karena turunnya tingkat imbal hasil obligasi Pemerintah AS," tulis Tim Riset Monex Investindo Futures dikutip dari Antara, Jumat (21/5/2021).

Indeks dolar yang mengukur kekuatan dolar terhadap mata uang utama lainnya pagi ini berada di level 89,793, turun dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yaitu di posisi 89,808.

Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun turun ke level 1,63 persen karena investor mencermati komentar dari bank sentral AS, Federal Reserve (Fed), yang menunjukkan kemungkinan pengurangan pembelian aset jika ekonomi pulih dengan cepat.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kebijakan Moneter The Fed

The Fed
Perbesar
The Fed (www.n-tv.de)

Risalah dari pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve AS baru-baru ini menyatakan bahwa beberapa pembuat kebijakan mengatakan diskusi tentang pengurangan pembelian obligasi pemerintah akan tepat "di beberapa titik" jika pemulihan ekonomi terus meningkat.

Hal itu memberi dorongan pada dolar, yang telah merosot dalam beberapa pekan terakhir karena kepastian The Fed yang berulang bahwa terlalu dini untuk memperketat kebijakan akomodatifnya dan bahwa lonjakan harga-harga saat ini tidak menandakan inflasi jangka panjang.

Pada malam nanti, AS akan merilis laporan Flash Manufacturing & Services PMI diikuti laporan Existing Home Sales AS, yang dapat menggerakkan dolar AS.

Pada Kamis (20/5)  rupiah ditutup melemah 85 poin atau 0,59 persen ke posisi Rp14.375 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.290 per dolar AS.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓