Top 3: Formasi CPNS 2021 di Jakarta hingga Uang Kripto Ambruk

Oleh Nurmayanti pada 21 Mei 2021, 07:30 WIB
Diperbarui 21 Mei 2021, 07:30 WIB
Seleksi kompetensi bidang CPNS
Perbesar
Peserta Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) menunggu dimulainya Computer Assisted Test (CAT) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil Kemenkumham di Gedung Kepegawaian Negara, Jakarta, Rabu (2/9/2020). Pelaksanaan SKB CPNS yang diikuti 829 peserta itu menerapkan protokol kesehatan. (merdeka.com/Imam Buhori)

Liputan6.com, Jakarta  Pemerintah segera membuka pendaftaran seleksi PPPK dan CPNS 2021. Instansi pusat maupun daerah sudah mulai menyiapkan formasi seleksi abdi negara ini.

Salah satunya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang membuka 12.037 formasi CASN (Calon Aparatur Sipil Negara), termasuk untuk perekrutan PPPK dan CPNS 2021.

Artikel tentang formasi CPNS 2021 DKI Jakarta ini menuai perhatian pembaca Liputan6.com di kanal bisnis. Simak rangkuman 3 berita paling dicari, Jumat (21/5/2021):

1. DKI Jakarta Buka 12.037 Formasi CPNS 2021 dan PPPK, Intip Rinciannya

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka 12.037 formasi CASN (Calon Aparatur Sipil Negara), termasuk untuk perekrutan PPPK dan CPNS 2021.

Keputusan formasi CPNS dan PPPK tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 783 Tahun 2021, tentang Penetapan Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun Anggaran 2021.

Kebenaran isi dari Keputusan Menteri PANRB tersebut dikonfirmasi Staf Ahli Bidang Budaya Kerja Kementerian PANRB, Teguh Widjinarko.

Dia mengaku telah mendapat konfirmasi langsung dari Menteri PANRB Tjahjo Kumolo terkait penetapan formasi CPNS 2021 dan PPPK di DKI Jakarta.

Berita Selengkapnya

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

2.Ternyata Ini Biang Keladi Keruntuhan Uang Kripto yang Tiba-Tiba

Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital.
Perbesar
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

Anjloknya bitcoin dan mata uang kripto lain menjadi berita utama di dunia bisnis. Ternyata, salah satu katalis negatif yang menyebabkan hal ini terjadi baru-baru ini, adalah dari CEO Tesla Elon Musk hingga aturan Pemerintah China.

Meskipun, aset kripto memang memiliki volatilitas ekstrim sejak diciptakan. Buktinya, mengutip CNBC, Kamis (20/05/2021), mata uang kripto yang diandalkan oleh cukup banyak orang ini telah jatuh ke posisi terendah lebih dari tiga bulan pada hari Rabu.

China Larang Pembayaran dan Transaksi Mata Uang KriptoNilainya turun menjadi sekitar USD 30.000 atau susut lebih dari 30 persen. Ether, koin utama jaringan blockchain Ethereum, juga turun tajam hingga posisi USD 2.000. Penurunan mencapai lebih dari 40 persen dalam waktu kurang dari 24 jam.

Berita Selengkapnya

3. Nestle Indonesia Mulai Bangun Pabrik di KIT Batang Senilai Rp 3,1 Triliun

PT Nestle Indonesia akan membangun pabrik Nestle Bandaraya di Batang Jawa Tengah dan memperluas kapasitas pabrik-pabrik Nestle di Indonesia. Adapun nilai investasi pabrik baru ini mencapai USD 220 juta atau setara Rp 3,1 triliun (1 USD = Rp 14,394).

President Director PT Nestle Indonesia Ganesan Ampalavanar mengatakan pabrik Bandaraya di Batang ditargetkan akan selesai dan mulai beroperasi pada tahun 2023. Nantinya, akan mempekerjakan sekitar 200 orang untuk memproduksi produk-produk susu cair dan minuman siap konsumsi.

“Peletakan batu pertama pabrik baru Nestle Bandaraya yang saat ini sudah siap untuk dibangun. Keputusan Nestle Indonesia untuk menginvestasikan USD 220 juta untuk pabrik baru dan perluasan kapasitas pabrik-pabrik kami yang ada saat ini merupakan bukti komitmen jangka panjang kami di Indonesia,” kata Ganesan dalam acara Peletakan Batu Pertama Pabrik Nestle Bandaraya & Peresmian Perluasan Pabrik PT Nestle Indonesia, di Batang, Kamis (20/5/2021).

Berita Selengkapnya

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Ini

Lanjutkan Membaca ↓