Impor RI Capai USD 16,29 Miliar di April 2021, Paling Banyak dari China

Oleh Liputan6.com pada 20 Mei 2021, 12:30 WIB
Diperbarui 20 Mei 2021, 12:30 WIB
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Pelindo III Permudah Proses Ekspor Impor
Perbesar
(Foto:@Pelindo III)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia April 2021 mencapai USD16,29 miliar, turun 2,98 persen dibandingkan Maret 2021. Namun angka tersebut naik signifikan sebesar 29,93 persen dibandingkan April 2020.

"Impor migas April 2021 senilai USD2,03 miliar, turun 11,22 persen dibandingkan Maret 2021 atau naik 136,86 persen dibandingkan April 2020," ujar Kepala BPS Kecuk Suhariyanto, Jakarta, Kamis (20/5).

Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–April 2021 adalah Tiongkok USD16,62 miliar (31,65 persen), Jepang USD4,37 miliar (8,31 persen), dan Korea Selatan USD3,03 miliar (5,78 persen). Impor nonmigas dari ASEAN USD9,79 miliar (18,65 persen) dan Uni Eropa USD3,28 miliar (6,25 persen).

Impor nonmigas April 2021 senilai USD14,26 miliar, turun 1,69 persen dibandingkan Maret 2021 atau naik 22,10 persen dibandingkan April 2020.

Penurunan impor golongan barang nonmigas terbesar April 2021 dibandingkan Maret 2021 adalah kapal, perahu, dan struktur terapung USD256,2 juta (89,40 persen).

"Sedangkan peningkatan terbesar adalah mesin dan perlengkapan elektrik USD167,4 juta (8,61 persen)," kata Suhariyanto.

Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor Januari– April 2021 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada barang konsumsi USD912,3 juta (18,87 persen), bahan baku/penolong USD6.153,5 juta (15,76 persen), dan barang modal USD898,9 juta (11,49 persen).

Indonesia Cetak Ekspor USD 18,48 Miliar di April 2021

20161018-Ekspor Impor RI Melemah di Bulan September-Jakarta
Perbesar
Aktivitas bongkar muat peti kemas di JICT Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (18/10). Penurunan impor yang lebih dalam dibandingkan ekspor menyebabkan surplus neraca dagang pada September 2016 mencapai US$ 1,22 miliar. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia capai USD18,48 miliar di April 2021. Nilai tersebut naik 0,69 persen dibandingkan Maret sebesar USD18,35 miliar dan naik sebesar 51,94 persen dibanding April 2021 yang sebesar USD12,16 miliar.

"Pada April 2021 ini nilai ekspor kita adalah sebesar USD18,48 miliar," ujar Kepala BPS Kecuk Suhariyanto melalui Youtube BPS, Jakarta, Kamis (20/5).

Suhariyanto mengatakan, ekspor Indonesia dipengaruhi oleh naiknya berbagai harga komoditas sepanjang April 2021. Beberapa di antaranya adalah timah, aluminium, emas dan kelapa sawit.

"Ada beberapa komoditas nonmigas yang mengalami peningkatan harga yang mengalami kenaikan harga. Seperti timah, aluminium, emas dan kelapa sawit," jelasnya.

Suhariyanto mencontohkan, harga emas pada bulan lalu tercatat naik sebesar 2,13 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Bahkan jika dibandingkan dengan tahun lalu harganya naik 4,6 persen.

"Emas dari bulan Maret ke bulan April 2021 juga meningkat 2,13 persen secara year on year meningkat 4,6 persen sebaliknya ada beberapa komoditas nonmigas yang dari bulan Maret ke bulan April mengalami penurunan harga 9,10 persen meskipun secara year on year meningkat 61, 41 persen," katanya.

Berbeda dengan komoditas non migas, komoditas migas seperti ICP justru mengalami penurunan harga. Dimana pada Maret 2021 harganya USD 63,5 per barel turun menjadi USD61,926 per barel. 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓