Keinginan Bulog Jadi Pemasok Beras Bagi PNS, TNI dan Polri Terbentur Masalah Ini

Oleh Liputan6.com pada 18 Mei 2021, 19:00 WIB
Diperbarui 18 Mei 2021, 19:00 WIB
Pasokan Melimpah dan Stok Gudang Penuh, Operasi Pasar Tidak Perlu
Perbesar
Bulog tak perlu melakukan operasi pasar beras. Karena jika stok beras di pasar berlebih, akan beresiko bagi petani.

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso (Buwas) mengaku telah mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar kebutuhan beras TNI, Polri dan ASN berasal dari beras Bulog.

Hal ini tentunya dengan kualitas beras tinggi agar terjadi penyaluran beras dari gudang Bulog dan perusahaan bisa menyerap lebih banyak dari petani.

"Saya sudah usulkan kepada Presiden. Saya harap kebutuhan beras TNI, Polri dan ASN disupplay Bulog lagi, tentunya dengan jaminan kualitas," kata dia, Selasa (18/5/2021).

Namun, usulan tersebut ternyata terbentur masalah anggaran pemerintah. Padahal bila ini disetujui, Akan tercipta sistem baru yang bisa menolong petani dan mensejahterakan para abdi negara.

"Kalai ini sudah berjalan, masalah penyaluran ini sudah tidak ada lagi karena yang kita butuhkan ini hilirnya," kata dia mengakhiri.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Bos Bulog: Sampai Akhir 2021 Tak Ada Impor Beras

Peluncuran Operasi Pasar di Pasar Induk Cipinang
Perbesar
Petugas menurunkan beras jenis medium saat Operasi Pasar Beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Kamis (22/11). Perum Bulog dan PT Food Station hari ini menggelar operasi pasar beras medium seharga Rp 8.500 per kg. (Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso memastikan tidak akan ada impor beras hingga akhir tahun 2021. Alasannya cadangan beras pemerintah (CBP) sudah terpenuhi.

"Sampai akhir tahun ini Bulog tidak akan impor beras dari luar negeri karena kebutuhan CBP ini sudah terpenuhi," kata Budi Waseso dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPR RI dengan Perum Bulog, Jakarta, Selasa (18/5).

Buwas, sapaannya menjelaskan, sampai akhir bulan Mei 2021, cadangan beras bulog mencapai 1,5 juta ton. Penyerapan beras dari petani pun masih berlanjut hingga bulan Juni mendatang.

"Bulog ini punya stok yang mendekati 1,5 juta ton sampai bulan ini. Kita masih mungkin serap sampai Juni dan bulan Mei ini masih bisa bertambah," tuturnya.

Selain itu, pada bulan Agustus dan September, masih ada ada panen padi gadu di sejumlah wilayah. Sehingga dia memastikan cadangan beras sampai akhir tahun ini masih aman.

"Agustus, September ini akan ada panen gadu, jadi CBP ini sudah terpenuhi. Jadi kita bisa jamin sampai akhir tahun tidak ada impor beras," kata dia.

Sebagai informasi, padi gadu merupakan padi yang dipanen pada musim kemarau. Penanaman padi gadu sering mengalami kekurangan air pada fase primordia yakni pada bulan Juni dan Juli.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓