Kereta Cepat Jakarta-Bandung Punya 13 Tunnel, 8 Terowongan Sudah Tembus

Oleh Liputan6.com pada 18 Mei 2021, 13:15 WIB
Diperbarui 18 Mei 2021, 13:15 WIB
FOTO: Terowongan Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung
Perbesar
Foto yang diabadikan pada 28 Juni 2020 ini menunjukkan bagian dalam terowongan No. 1 dari proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di Jakarta. Terowongan sepanjang 1.885 meter itu ditembus menggunakan mesin pengebor terowongan berdiameter 13,23 meter. (Xinhua/Du Yu)

Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) menargetkan 13 terowongan atau tunnel dari proyek kereta cepat Jakarta-Bandung bisa selesai di akhir 2021. Sejauh ini KCIC telah menyelesaikan delapan dari 13 tunnel yang ada di Jalur di Kereta Cepat Jakarta-Bandung sepanjang 142,3 kilometer (km).

"Jadi per minggu ini sudah 8 terowongan yang tembus dan targetnya di akhir tahun semua terowongan selesai. Jadi target menuju masa operasi di akhir tahun depan," kata Direktur Manajemen Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Allan Tandiono, ketika mendampingi Presiden Joko Widodo meninjau Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Selasa (18/5/2021).

Allan mengatakan, Tunnel 1 Halim Kereta Cepat Jakarta-Bandung sepanjang 1.885 meter atau 1,8 kilometer yang berlokasi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 5+500 menjadi pertama yang diresmikan. Ini juga menjadi satu-satunya terowongan yang menggunakan TBM (Tunnel Boring Machine) sama seperti di MRT Jakarta.

"Ini terowongan pertama yang paling dekat dengan Jakarta. Tapi TBM-nya size nya dobel. Ini 13,19 meter dan terbesar yang pernah beroperasi di Indonesia. Dan sudah terbukti, dan diberikan sertifikat oleh MURI," jelasnya.

"Dan tadi bapak sudah video conference dengan rekan kami di tunnel 6 yang merupakan tunnel yang terpanjang, 4,4 km di kereta cepat Jakarta-Bandung," sambungnya.

Dia menambahkan, timeline waktu pengerjaan untuk pembangunan tunnel yang panjangnya 1,8 km ini memakan waktu selama 14 bulan. Dan selanjutnya pihaknya akan melakukan finishing untuk pembukaan atau dilaunching.

"Nanti ditutup sama seperti MRT. Yang patung pemuda ditopang, setelah jadi ditutup. Nanti ini juga akan ditutup rapi. Sampai akhir tahun itu yang akan kami kejar. Juga akan dipasang drainase dan pemasangan kabel untuk sistem persinyalan dan lain-lain. Untuk sistem fasilitas operasi kereta api," jelasnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Biaya Bangun Kereta Cepat Jakarta-Bandung Membengkak

Pemasangan Girder Kereta Cepat Jakarta - Bandung
Perbesar
Foto pada 3 September 2020 menunjukkan lokasi pekerjaan pemasangan gelagar kotak (box girder) jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Pemasangan gelagar sedang berlangsung di ketiga balok yard di sepanjang Jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung dalam tiga hari terakhir. (Xinhua/Zulkarnain)

Sebelumnya, Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau Wika, Agung Budi Waskito, mengungkapkan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang digarap PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengalami pembengkakan biaya (cost overrun) yang tidak sedikit.

PT KCIC saat ini tengah menghitung pembesaran biaya pada proyek tersebut. Namun berdasarkan informasi yang didapatnya, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung membengkak 20 persen dari nilai awal sebesar USD 6,071 miliar.

"Berapa besarnya, tentunya kita akan tunggu. Tapi yang saya dengar kurang lebih hampir 20 persen, tapi masih dihitung," kata Agung dalam sesi webinar, Rabu (14/4/2021).

Agung menyatakan, kondisi ini tentunya akan berdampak langsung terhadap Wijaya Karya sebagai salah satu pemegang saham utama di PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).

"Efeknya terhadap Wika, bahwa saat ini Wika menjadi salah satu pemegang saham paling besar yang ada di PSBI, yaitu 60 persen. Kemudian di China portion 40 persen, Wika kurang lebih 37 persen," papar dia;

Menghadapi situasi ini, Wika coba melakukan negosiasi dengan pihak China agar porsi Indonesia di proyek Kereta Cepat Jakarta-China bisa dipangkas lebih kecil dari 60 persen.

"Sehingga secara keseluruhan nantinya cost overrun yang terjadi ini sama sekali tidak akan berpengaruh terhadap apa yang sudah kita setorkan. Harapan kami memang porsi daripada Indonesia lebih kecil daripada sekarang, sehingga cost overrun yang ada bisa ditanggung oleh pemerintah sana," bebernya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓