Sri Mulyani Dampingi Presiden Jokowi Tinjau Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Oleh Andina Librianty pada 18 Mei 2021, 11:35 WIB
Diperbarui 18 Mei 2021, 11:37 WIB
Pemasangan Girder Kereta Cepat Jakarta - Bandung
Perbesar
Foto pada 2 September 2020 ini menunjukkan lokasi pekerjaan pemasangan gelagar kotak (box girder) jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Pemasangan gelagar sedang berlangsung di ketiga balok yard di sepanjang jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung dalam tiga hari terakhir. (Xinhua/Du Yu)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi lokasi proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung yang berada di dalam Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa, 18 Mei 2021. Titik pertama yang dikunjungi adalah Casting Yard #1 yang tepatnya berada di Kelurahan Wangunharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Lokasi tersebut merupakan salah satu fasilitas pendukung produksi dan distribusi box girder yang digunakan sebagai penyusun struktur trase proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Berdasarkan tayangan di akun YouTube milik Sekretariat Presiden pada Selasa (18/5/2021), Jokowi tampak berbincang dan memberikan pengarahan kepada para menteri dan gubernur yang mendampingi, saat meninjau box girder.

Dalam kunjungan ini, Jokowi juga meninjau lokasi Tunnel #1 kereta cepat Jakarta-Bandung yang berlokasi di Km 5+500 Tol Jakarta-Cikampek, Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi. Terowongan yang memuat dua lintasan kereta cepat tersebut memiliki panjang 1,8 kilometer dan melintas di bawah tol Jakarta-Cikampek.

Turut serta dalam kunjungan ini adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Selain itu juga turut mendampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi, dan Duta Besar RRT untuk Indonesia Xiao Qian.

2 dari 3 halaman

Biaya Bangun Kereta Cepat Jakarta-Bandung Membengkak

Pemasangan Girder Kereta Cepat Jakarta - Bandung
Perbesar
Foto pada 3 September 2020 menunjukkan lokasi pekerjaan pemasangan gelagar kotak (box girder) jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Pemasangan gelagar sedang berlangsung di ketiga balok yard di sepanjang jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung dalam tiga hari terakhir. (Xinhua/Zulkarnain)

Sebelumnya, Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau Wika, Agung Budi Waskito, mengungkapkan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang digarap PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengalami pembengkakan biaya (cost overrun) yang tidak sedikit.

PT KCIC saat ini tengah menghitung pembesaran biaya pada proyek tersebut. Namun berdasarkan informasi yang didapatnya, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung membengkak 20 persen dari nilai awal sebesar USD 6,071 miliar.

"Berapa besarnya, tentunya kita akan tunggu. Tapi yang saya dengar kurang lebih hampir 20 persen, tapi masih dihitung," kata Agung dalam sesi webinar, Rabu (14/4/2021).

Agung menyatakan, kondisi ini tentunya akan berdampak langsung terhadap Wijaya Karya sebagai salah satu pemegang saham utama di PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).

"Efeknya terhadap Wika, bahwa saat ini Wika menjadi salah satu pemegang saham paling besar yang ada di PSBI, yaitu 60 persen. Kemudian di China portion 40 persen, Wika kurang lebih 37 persen," papar dia;

Menghadapi situasi ini, Wika coba melakukan negosiasi dengan pihak China agar porsi Indonesia di proyek Kereta Cepat Jakarta-China bisa dipangkas lebih kecil dari 60 persen.

"Sehingga secara keseluruhan nantinya cost overrun yang terjadi ini sama sekali tidak akan berpengaruh terhadap apa yang sudah kita setorkan. Harapan kami memang porsi daripada Indonesia lebih kecil daripada sekarang, sehingga cost overrun yang ada bisa ditanggung oleh pemerintah sana," bebernya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓