Jokowi: Vaksin Gotong Royong Baru Tersedia 420 Ribu Dosis

Oleh Athika Rahma pada 18 Mei 2021, 09:50 WIB
Diperbarui 18 Mei 2021, 09:50 WIB
Presiden Joko Widodo atau Jokowi meninjau vaksinasi Covid-19 untuk para pelayan publik di Jawa Tengah, Rabu (10/3/2021).
Perbesar
Presiden Joko Widodo atau Jokowi meninjau vaksinasi Covid-19 untuk para pelayan publik di Jawa Tengah, Rabu (10/3/2021). (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong perdana untuk pekerja di PT Unilever, di Jababeka, Selasa (18/5/2021).

Dalam sambutannya, Jokowi mengaku proses mendapatkan vaksin Covid-19 untuk vaksinasi gotong royong tidaklah mudah. Hingga hari ini, vaksin yang tersedia untuk program vaksinasi gotong royong baru mencapai 420 ribu dosis.

"Mencari vaksin juga bukan barang mudah. Vaksin gotong royong, dari komitmen yang harusnya kita dapatkan kurang lebih 30 juta (dosis), sampai hari ini baru datang 420 ribu (dosis)," ujar Jokowi.

Lanjutnya, hal ini dikarenakan ratusan negara di dunia berebut untuk bisa mendapatkan vaksin dan segera mengakhiri pandemi di negaranya masing-masing.

"Jadi Bapak, Ibu dan Saudara-saudara, beruntung hari ini mendapatkan vaksin yang pertama karena memang membeli dan mencari vaksin itu jadi rebutan 215 negara," katanya.

Adapun, vaksinasi gotong royong hari ini juga dilaksanakan di 18 pabrik dan manufaktur. Diharapkan, vaksinasi untuk pekerja dapat mempercepat pencapaian kekebalan komunal sehingga aktivitas manufaktur dapat kembali seperti sediakala.

"Kita harap semuanya terlindungi dari penyebaran Covid-19, kita harapkan kawasan produksi, industri, pabrik dan perusahaan yang produktif akan bisa bekerja lebih produktif dan tidak terjadi penyebaran Covid-19," tuturnya.

2 dari 3 halaman

Pengusaha Tidak Keberatan dengan Harga Vaksin Gotong Royong

Ribuan Tenaga Kesehatan Jalani Vaksinasi di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran
Perbesar
Tenaga kesehatan memeriksa tensi darah sebelum disuntik vaksin Coronavac di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Rabu (20/1/2021). Vaksinasi kepada 2.630 tenaga kesehatan menjadi prioritas karena bersinggungan langsung dengan pasien. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan harga vaksin Covid-19 produksi Sinopharm untuk program vaksinasi gotong royong. Vaksin Covid-19 ini akan dibeli oleh badan hukum atau badan usaha di Indonesia.

Telah ditetapkan bahwa harga pembelian vaksin sebesar Rp 321.660 per dosis. Sementara tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp 117.910.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Hubungan Internasional, Shinta Widjaja Kamdani, mengatakan para pengusaha tidak keberatan dengan patokan harga tersebut. Puluhan ribu perusahaan sudah siap mengikuti vaksinasi gotong royong.

"Perusahaan yang berpartisipasi dalam vaksinasi gotong royong bisa menerima harga tersebut, dan Kadin siap untuk mendukung pelaksanaannya," kata Shinta kepada Liputan6.com pada Senin (17/5/2021).

Sampai saat ini, katanya, pendaftaran sudah dibuka hingga tahap ketiga. Jumlah perusahaan yang mendaftar telah mencapai 22.500.

Untuk program vaksinasinya sendiri, akan dilakukan secara bertahap mulai pekan ini. Namun, ia tidak merinci hari dimulainya vaksinasi tersebut. "Rencana peluncuran minggu ini secara bertahap," tuturnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓