Hutama Karya Catat Kontrak Baru Rp 1,17 Triliun pada Kuartal I 2021

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 18 Mei 2021, 07:51 WIB
Diperbarui 18 Mei 2021, 07:52 WIB
Tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131 km. (Dok Hutama Karya)
Perbesar
Tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131 km. (Dok Hutama Karya)

Liputan6.com, Jakarta - Sepanjang kuartal I-2021, PT Hutama Karya (Persero) telah membukukan kontrak baru sebesar Rp 1,17 triliun. Sebelumnya, perseroan menargetkan nilai kontrak baru sekitar Rp 21 triliun hingga akhir 2021.

"Hingga triwulan I 2021, Hutama Karya telah membukukan kontrak baru sebesar Rp 1,17 triliun. Dimana perolehan kontrak baru ini di dominasi dari pekerjaan konstruksi Jalan dan Jembatan," ujar EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya, Tjahjo Purnomo kepada Liputan6.com, ditulis Selasa (18/5/2021).

Sementara untuk realisasi belanja modal (capital expenditure/capex) Perseroan pada kuartal I-2021 yakni sebesar Rp 2,1 triliun.

Adapun belanja modal Perseroan pada 2021, Hutama Karya menyiapkan belanja modal (capex) senilai Rp 6,9 triliun. Adapun pada 2021, Hutama Karya menyiapkan belanja modal senilai Rp 6,9 triliun yang rencananya 90 persen dari dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

"Capex sampai dengan kuartal I 2021 adalah sebesar Rp 2,1 triliun. Di mana lebih dari 95 persen dari total Capex dialokasikan untuk pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera," kata Tjahjo.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Belanja Modal 2020

PT Hutama Karya (Persero) melaporkan adanya peningkatan trafik lalu lintas di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) pada hari pertama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020/2021. (Foto: Hutama Karya)
Perbesar
PT Hutama Karya (Persero) melaporkan adanya peningkatan trafik lalu lintas di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) pada hari pertama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020/2021. (Foto: Hutama Karya)

Pada 2020, Hutama Karya menganggarkan belanja modal sebesar Rp 31,93 triliun. Saat itu, proyek JTTS masih menjadi prioritas dengan alokasi belanja modal 75,71 persen atau setara Rp 24,17 triliun.

"Perseroan optimis dan memperkirakan akan terjadinya peningkatan perolehan kontrak baru hingga akhir tahun ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” pungkas dia.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓