Erick Thohir ke Direksi Kimia Farma Diagnostika: Silahkan Berkarir di Tempat Lain

Oleh Liputan6.com pada 16 Mei 2021, 18:30 WIB
Diperbarui 16 Mei 2021, 18:30 WIB
Erick Thohir Bahas Jiwasraya
Perbesar
Menteri BUMN, Erick Thohir memberikan paparan dalam rapat dengan Panitia Kerja (Panja) DPR RI untuk skandal di PT Asuransi Jiwasraya (Persero), di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (29/1/2020). Erick Thohir diundang untuk membahas penyelesaian sengkarut Jiwasraya. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta Kementerian BUMN, meminta Kimia Farma melakukan evaluasi besar pasca terungkapnya kasus penggunaan alat rapid tes antigen berulang yang terjadi di Bandar Udara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara. Perintah evaluasi tersebut langsung diinstruksikan Menteri BUMN, Erick Thohir.

"Kemarin Menteri BUMN, Erick Thohir meminta Kimia Farma melakukan evaluasi terhadap penggunaan rapid antigen di Medan, khususnya yang reduce atau pemakaian kembali alat rapid," kata Staf Ahli Menteri BUMN Erick Thohir, Arya Sinulingga kepada wartawan, Jakarta, Minggu (16/5/2021).

Instruksi tersebut diharapkan bisa menjadi evaluasi besar-besaran di tubuh perusahaan farmasi milik negara. Meskipun, yang bertanggungjawab dalam kasus ini yakni Kimia Farma Diagnostika (KFD).

"Diharapkan ini semua ada evaluasi besar buat kawan-kawan di Kimia Farma juga," kata dia.

Sayangnya, instruksi tersebut juga diikuti dengan keputusan Bos BUMN untuk mengganti semua direksi KFD. Tak hanya mengganti, para direksi juga dipecat Erick Thohir.

"Pak Erick memutuskan mengganti semua dan berhentikan semua direksi di Kimia Farma Diagnostika ini," kata dia.

 

2 dari 3 halaman

Pecat Semua Direksi

Erick Thohir
Perbesar
Ketua Pelaksana Komite Penanggulangan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir pastikan 1,5 juta tenaga kesehatan disuntik vaksin COVID-19 awal 2021 saat bertemu IDI di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (3/9/2020). (Dok Tim Komunikasi Komite Penanganan COVID-19)

Sebagaimana diketahui, Erick Thohir nampaknya sangat marah dengan tindakan Kimia Farma Diagnostika yang melakukan praktik pemakaian antigen bekas di Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utama. Dia sampai memecat seluruh direksi dan mempersilahkan berkarir di tempat lain.

"Karena memang sudah tak sejalan dengan core value tersebut, maka tidak memandang siapa dan apa jabatannya, maka kami persilakan untuk berkarir di tempat lain," kata Erick dalam siaran pers, Jakarta, Minggu (16/5).

Erick menjelaskan, kelemahan sistem membuat kasus antigen bekas dapat terjadi. Hal ini berdampak luas bagi kepercayaan masyarakat, padahal sebagai perusahaan layanan kesehatan rasa kepercayaan yang diperoleh dari kualitas pelayanan menjadi hal yang tak bisa ditawar.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓