Tak Terpengaruh Larangan Mudik, Arus Logistik Melonjak Hingga 60 Persen

Oleh Athika Rahma pada 16 Mei 2021, 14:00 WIB
Diperbarui 16 Mei 2021, 14:00 WIB
Tol Cikampek Macet Parah di Puncak Arus Mudik
Perbesar
Antrean kendaraan melintasi ruas Tol Jakarta-Cikampek, Bekasi, Rabu (13/6). Pada H-2 Lebaran, kepadatan di ruas tol Jakarta-Cikampek disebabkan karena penyempitan jalur, lantaran ada proyek pembangunan LRT dan Tol Elevated. (Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Arus pengiriman barang jelang Lebaran 2021 mengalami peningkatan hingga 60 persen. Arus pengiriman barang atau logistik ini tak terdampak pelarangan mudik. 

Ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Mahendra Rianto mengatakan, peningkatan arus pengiriman barang ini dipicu oleh kebijakan pelarangan mudik pemerintah yang membuat masyarakat melakukan belanja secara daring terutama melalui e-commerce.

"Jadi sudah pada dapat THR, tapi nggak boleh kemana-mana, nggak boleh mudik, akhirnya belanja online," kata Mahendra saat dihubungi Liputan6.com, seperti ditulis Minggu (16/5/2021).

Mahendra menjelaskan, dalam rantai pasok barang atau logistik, terdapat tiga tahap pengantaran. Pertama ialah first-mile delivery, yaitu pengiriman bahan baku ke pabrik untuk mendukung proses produksi suatu barang.

"Nah, pengiriman ini tidak dilarang (dikecualikan dari kebijakan pelarangan mudik), tapi pabrik ini rata-rata sudah tidak produksi, sudah tutup H-7 sebelum Lebaran," jelas Mahendra.

Kemudian tahap kedua ialah mid-mile delivery, dimana produk yang sudah jadi dikirimkan dari pabrik ke ritel atau toko-toko. Mahendra mengatakan, terdapat kenaikan dalam pengiriman mid-mile ini namun hanya berkisar 10-20 persen saja.

 

Paling Besar

Pelabuhan Merak Hanya untuk Angkutan Logistik
Perbesar
Truk yang akan menyeberang ke Sumatera memasuki Pelabuhan Merak, Banten, Senin (18/5/2020). Akibat larangan mudik dan pemberlakuan PSBB aktivitas di Pelabuhan Merak makin sepi dan hanya melayani penyeberangan truk pengangkut barang kebutuhan pokok. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dan, peningkatan arus pengiriman barang terjadi paling besar di tahapan pengiriman ketiga, yaitu last-mile delivery, alias pengiriman dari ritel atau toko langsung ke konsumen.

"Itu bisa 50 hingga 60 persen, itu yang di last-mile delivery, misalnya kiriman pakai ojek online," ujar Mahendra.

Saat ini, perusahaan ekspedisi berlomba-lomba menyediakan layanan last-mile delivery yang dapat mengantarkan paket dalam hitungan jam saja.

"Ditambah lagi banyak diskon, promo, COD, makin banyak juga yang belanja," tuturnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓