DPR: Penanganan Covid-19 Butuh Konsentrasi Penuh Pemerintah

Oleh Liputan6.com pada 12 Mei 2021, 13:15 WIB
Diperbarui 12 Mei 2021, 19:04 WIB
FOTO: Ribuan Tenaga Kesehatan Jalani Vaksinasi Dosis Pertama Secara Massal
Perbesar
Vaksinator bersiap menyuntikkan vaksin COVID-19 dosis pertama produksi Sinovac kepada tenaga kesehatan saat vaksinasi massal di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Kegiatan yang digelar Kemenkes dan Pemprov DKI tersebut sebagai upaya percepatan vaksinasi COVID-19. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta pemerintah melalui Kementerian Kesehatan untuk memprioritaskan penanganan pandemi COVID-19 dan proses vaksinasi ketimbang regulasi kesehatan lainnya.

Anggota Komisi IX DPR, Kurniasih Mufidayati, menjelaskan penanganan COVID-19 dan distribusi vaksin memerlukan konsentrasi penuh dari pemerintah, terutama Kementerian Kesehatan. 

Ia menambahkan COVID-19 merupakan agenda terpenting karena menyangkut keselamatan 271 juta rakyat Indonesia.

"Permasalahan COVID-19 dan vaksinasi menjadi agenda utama komisi kesehatan di DPR," kata dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (12/5/2021).

Kurniasih menekankan bahwa DPR bersama dengan Kementerian Kesehatan bekerja sama mempercepat penanganan pandemi.

“Saat ini agenda kita masih COVID-19 dan vaksin belum ada lagi pembahasan tentang fokus dan prioritas regulasi Kesehatan yang lain seperti kampanye hidup sehat tanpa rokok atau pelarangan iklan rokok,” tegas Kurniasih.

Anggota Komisi Kesehatan lainnya, Putih Sari juga menegaskan pemerintah perlu memastikan distribusi yang tepat sasaran untuk mendukung program vaksinasi COVID-19. Menurut Putih, kesiapan program vaksinasi merupakan langkah penting.

"Bagaimana ukuran pendataannya? Harus jelas mulai dari kebutuhan vaksin, sumber daya manusia, dan tidak kalah penting cara distribusinya sehingga tepat sasaran dan terencana," ujarnya.

Terkait distribusi vaksin, temuan di lapangan menunjukkan masih terdapat penggunaan alat penunjang di bawah standar sesuai ketetapan Badan Kesehatan Dunia. Oleh karenanya, pemerintah perlu kerja ekstra keras guna memastikan proses distribusi vaksin berjalan baik dan penanganan pandemi berjalan optimal.

2 dari 3 halaman

Distribusi Berjalan Baik

Jumlah Warga Indonesia yang Sudah Divaksinasi COVID
Perbesar
Petugas menyuntikkan vaksin COVID-19 tahap kedua kepada warga lansia di di RPTA Gajah Tunggal, Jakarta Barat, Rabu (21/4/2021). Sementara itu tercatat sebanyak 6.050.732 orang di antaranya telah menjalani vaksinasi dosis kedua atau bertambah 139.811 orang. (Liputan6.com/JohanTallo)

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR Yahya Zaini juga mengingatkan, pemerintah perlu berkonsentrasi untuk memastikan distribusi berjalan baik dan tidak menurunkan kualitas vaksin. Politisi Partai Golkar ini menegaskan, DPR terus melakukan pengawasan distribusi vaksin agar aman digunakan masyarakat.

"Inilah yang harus terus diawasi. Jangan sampai sia-sia vaksinnya. Pemerintah harus menjamin kualitas vaksin yang ada, dari sejak produksi, distribusi, hingga digunakan ke masyarakat, itu semua aman dan efektif," pungkas Yahya.

Sejauh ini sebanyak lebih dari 1,7 penduduk Indonesia terpapar virus Corona. Menjelang libur Lebaran Pemerintah menerapkan larangan mudik untuk mencegah penyebaran virus corona karena belajar dari situasi sebelumnya jumlah kasus penderita tang terpapar Corona selalu naik usai libur panjang.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓