Bukan Vaksin, Menhub Usulkan Pemudik Darat Dapat Tes Covid-19 Gratis

Oleh Athika Rahma pada 11 Mei 2021, 12:33 WIB
Diperbarui 11 Mei 2021, 12:44 WIB
Penggunaan GeNose C19 untuk Pengecekan COVID-19 Akan Diterapkan di Terminal dan Stasiun
Perbesar
Menhub Budi Karya Sumadi tiba untuk dites dengan GeNose C19 di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Minggu (24/1/2021). Menhub akan mengimplementasikan penggunaan GeNose C19 sebagai alat pendeteksi COVID-19 pada calon penumpang di terminal dan stasiun kereta. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi sebelumnya mengusulkan untuk memberikan vaksin Covid-19 gratis kepada para pemudik yang akan kembali ke kota-kota besar usai Lebaran.

Hal ini dikarenakan, perkiraannya, akan ada 3,6 juta orang yang melakukan kegiatan mudik balik pada H+2 Lebaran, tepatnya pada Minggu 16 Mei 2021.

Namun, pernyataannya itu diklarifikasi. Menhub melalui Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati menyampaikan maksud Menhub saat menyampaikan pernyataan itu bukanlah vaksin gratis, melainkan test Covid-19 gratis.

"Jadi pernyataan yang benar adalah Menhub mengusulkan kepada Menko Perekonomian dan Menkes untuk memberikan tes Covid-19 gratis bagi mereka yang melakukan perjalanan melalui darat. Sementara untuk perjalanan transportasi lain akan diberlakukan pengetatan syarat perjalanan seperti pada masa pra peniadaan mudik," kata Adita kepada wartawan, Selasa (11/5/2021).

Adita menegaskan, hal tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terjadinya lonjakan pada arus balik yang diprediksi mencapai puncak pada H+2 dan H+7 Idul Fitri 1442H/2021.

Lanjutnya, Ada dua hal yang Kemenhub usulkan untuk mengantisipasi potensi lonjakan pada arus balik. Pertama yaitu, menghimbau masyarakat untuk menunda kepulangan supaya tidak bertemu di satu tempat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan penumpukan.

Kedua, kami usulkan dilakukan testing yang intensif di berbagai tempat yang konsentrasinya besar seperti di Madiun, Ngawi, Surabaya, Solo, Jogja, Semarang, Cirebon, Jakarta bahkan yang dari Sumatera di Bakauheni.

"Kami mengusulkan kepada Menko Perekonomian dan Menkes untuk memberikan tes Covid-19 gratis bagi mereka yang melakukan perjalanan melalui darat. Sementara untuk perjalanan transportasi lain akan diberlakukan pengetatan syarat perjalanan seperti pada masa pra peniadaan mudik," pungkas Jubir Menhub.

2 dari 3 halaman

Menhub Usul Beri Vaksin Gratis ke Pemudik Jalur Darat saat Arus Balik

Menhub Budi Karya Sumadi saat Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI, di Jakarta, Selasa (16/3).
Perbesar
Menhub Budi Karya Sumadi saat Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI, di Jakarta, Selasa (16/3). (dok: BKIP)

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memperkirakan, akan ada banyak masyarakat yang melakukan mudik balik pasca Idul Fitri 1442. Guna menghindari penularan pasca dari kampung halaman, dia pun memberi usul agar pemudik yang pulang via darat untuk diberikan program vaksinasi Covid-19 secara gratis.

Budi Karya memprediksi, akan ada 3,6 juta orang yang melakukan kegiatan mudik balik pada H+2 Lebaran, tepatnya pada Minggu 16 Mei 2021.

"Dari catatan kami ada 22 persen yang balik pada hari Minggu, H+2, itu kalau dikuantifikasi itu 3,6 juta. Suatu jumlah yang banyak," ujar dia secara virtual pasca menggelar rapat terbatas bersama Menko Perekonomian dan Menteri Kesehatan, Senin (10/5/2021).

Menindaki kemungkinan tersebut, pemerintah disebutnya memberikan dua usulan. Pertama, menghimbau masyarakat untuk menunda kepulangannya supaya tidak bertemu di suatu tempat tertentu.

Kedua, dirinya bersama Menko Perekonomian dan Menteri Kesehatan juga mengusulkan untuk dilakukan tracing yang intensif di beberapa tempat yang konsentrasinya besar.

"Katakanlah di Ngawi, Madiun, Surabaya, Solo, Yogya, Semarang, Cirebon, Jakarta, bahkan yang dari Sumatera di Bakauheni dilakukan tracing yang intensif," ungkapnya.

"Sehingga kami mengusulkan nanti pak Menko dan pak Menkes memberikan vaksin yang gratis kepada mereka yang melakukan perjalanan darat," dia menambahkan.

Khusus untuk perjalanan mudik balik via jalur lain, pemerintah disebutnya masih melakukan kajian lebih lanjut.

"Sedang yang melakukan perjalanan udara kita akan usulkan dengan tracing dengan waktu yang lebih pendek, tapi besok akan kita lakukan pembahasan," pungkas Budi Karya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓