Penyaluran KUR Sektor Kelautan dan Perikanan Capai Rp 1,71 Triliun

Oleh Andina Librianty pada 11 Mei 2021, 13:20 WIB
Diperbarui 11 Mei 2021, 13:20 WIB
Pasar Ikan Modern Muara Baru Mulai Ditempati Pedagang
Perbesar
Pedagang menyortir ikan di Pasar Ikan Modern (PIM) Muara Baru, Jakarta, Kamis (21/2). PIM Muara Baru memiliki berbagai fasilitas. (Merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sudah melebihi 50 persen dari target Rp3,3 triliun sepanjang tahun ini. Per Maret 2021, realisasi KUR sektor kelautan dan perikanan mencapai Rp 1,71 triliun.

Total KUR tersebut dinikmati oleh 50.224 debitur atau para pelaku usaha seperti pembudidaya, pengolah dan pemasar hasil perikanan serta nelayan penangkap ikan.

"Alhamdulillah, ini bentuk komitmen kami dalam memberikan dukungan dan pendampingan ke pelaku usaha untuk bertahan dan bangkit di tengah pandemi Covid-19," kata Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti, dalam keterangannya pada Selasa (11/5/2021).

Artati mengatakan, KUR sektor kelautan dan perikanan banyak terserap untuk usaha budidaya dengan 15 ribu debitur dan total pencairan mencapai Rp 620,4 miliar. Selanjutnya pengolah dan pemasar hasil perikanan yang mencapai Rp 578,9 miliar dengan total 19 ribu debitur.

Terakhir, usaha penangkapan dengan nilai Rp 367,9 miliar untuk 12 ribu debitur.

Dari sisi sebaran, Jawa Timur menempati posisi pertama dengan nilai sebesar Rp 271,2 miliar untuk 7.935 debitur. Kemudian disusul Jawa Tengah sebesar Rp 244,7 miliar untuk 7.182 debitur, Sulawesi Selatan Rp 169,2 miliar untuk 4.972 debitur, dan Jawa Barat Rp 168,5 miliar untuk 4.921 debitur.

"72 persen dicairkan oleh Bank BRI, sisanya ada Mandiri, BNI, BSI dan bank lainnya," jelas Artati.

 

2 dari 3 halaman

Pengembangan Usaha

Meraih Rezeki Saat Pandemi Covid-19 di Pasar Ikan Modern Palembang
Perbesar
Ikan salai baung sungai dijual di Pasar Ikan Modern Palembang Sumsel (Liputan6.com / Nefri Inge)

Melalui program KUR ini, Artati berharap pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan bisa mengembangkan usahanya. Terlebih pemerintah telah menaikkan plafon KUR tanpa jaminan menjadi Rp 100 juta, dari sebelumnya Rp 50 juta, serta perpanjangan tambahan subsidi bunga KUR sebesar 3 persen selama 6 bulan sampai 31 Desember 2021.

Ke depannya, penyaluran KUR diharapkan dapat mendukung program-program prioritas KKP yang berbasis klaster, seperti kampung budidaya, kampung nelayan, dan kampung pengolahan ikan.

Menurut Artati, sebagai salah satu bahan pangan yang dinantikan dan efektif meningkatkan imun tubuh di tengah Covid-19, ikan atau produk olahan dan turunannya akan selalu diburu oleh konsumen. Oleh karena itu, dia optimistis sektor kelautan dan perikanan bisa menjadi pemenang sekaligus pengungkit perekonomian nasional.

"Saya optimis dan mengajak para pelaku usaha, khususnya sektor kelautan dan perikanan untuk terus bergerak membangkitkan perekonomian nasional," lanjutnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓