Beban Puncak Listrik Jawa, Madura, dan Bali Diprediksi 20.201 MW Saat Lebaran

Oleh Liputan6.com pada 11 Mei 2021, 12:00 WIB
Diperbarui 11 Mei 2021, 12:00 WIB
PLN Cek Langsung Meteran Rumah Warga
Perbesar
Petugas PLN melakukan pencatatan meteran listrik di rumah warga kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (30/6/2020). PLN memastikan seluruh petugas dikerahkan mencatat ke rumah pelanggan pascabayar untuk digunakan sebagai dasar perhitungan tagihan listrik bulan Juli 2020. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik di wilayah Jawa-Madura-Bali (Jamali) selama masa siaga Lebaran Idul Fitri 1442 H pada 6-21 Mei 2021 dalam kondisi aman.

Direktur Bisnis Regional Jawa, Madura dan Bali PLN Haryanto WS memprediksi, beban puncak kelistrikan di Jamali pada periode siaga Lebaran mencapai 20.201 Mega Watt (MW).

Sementara daya mampu netto di Jamali sendiri sebesar 37.402 MW, dengan daya mampu pasok 29.229 MW. Sehingga PLN masih menyimpan cadangan daya sebesar 9.028 MW.

"Jadi sistem sangat aman lah, dengan kondisi beban puncak nanti kita 20.201 MW," ujar Haryanto dalam sesi teleconference, Selasa (11/5/2021).

Secara sistem kelistrikan, Haryanto melanjutkan, PLN Jamali akan memaksimalkan regional balance selama Lebaran Idul Fitri nanti, sehingga tak perlu melakukan transfer saya yang besar dari timur ke barat.

"Kita meminimalkan transfer dari timur ke barat, karena bebannya sama-sama rendah, yang di barat cukup untuk bisa meng-cover beban di barat," jelasnya.

2 dari 3 halaman

Kelebihan Pasokan

20151217-Sistem-Kelistrikan-Jakarta-AY
Perbesar
Pekerja tengah memasang Trafo IBT 500,000 Kilo Volt di Gardu induk PLN Balaraja, Banten, Kamis (16/12). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Akibat kelebihan pasokan ini, PLN disebutnya bakal memilih untuk mematikan beberapa pembangkit selama Lebaran. Tujuannya agar ketika listrik diperlukan, pembangkit dengan respon cepat akan bisa beroperasi.

"Untuk persiapan Idul Fitri ini juga PLN melakukan assessmen dan pemeliharaan semua fasilitas kelistrikan kita, mulai dari pembangkit, transmisi dan distribusi," terang Haryanto.

"Meskipun memang beberapa pembangkit kita sengaja selama Idul Fitri ini, karena pada saat ini beban rendah sehingga pembangkit itu kita matikan sementara, khususnya untuk pemeliharaan justru karena bebannya rendah," tandasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓