H+3 Pelarangan, 14.751 Penumpang Terpantau Lakukan Perjalanan Non-Mudik

Oleh Athika Rahma pada 10 Mei 2021, 09:00 WIB
Diperbarui 10 Mei 2021, 09:00 WIB
FOTO: Antrean Pemudik Bermotor di Pos Penyekatan Kedungwaringin
Perbesar
Pemudik motor saat melintas di posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (9/5/2021). H-3 jelang Idul Fitri, petugas gabungan TNI, Polri, Dishub, dan Satpol PP memperketat penjagaan pemudik di perbatasan Kabupaten Bekasi-Karawang. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 14.751 penumpang terpantau melakukan perjalanan nonmudik atau perjalanan terbatas di 14 simpul transportasi utama per Sabtu (8/2/2021), tepatnya di tengah peniadaan mudik periode 6 hingga 17 Mei 2021.

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan, jumlah ini tercatat turun 5,24 persen dibandingkan hari sebelumnya.

"Jumlah keberangkatan di hari sebelumnya, Jumat, 7 Mei 2021 yaitu sebanyak 15.566 penumpang berangkat dari 14 simpul transportasi utama tersebut," kata Adita dalam keterangannya, Senin (10/5/2021).

Adapun berdasarkan data yang dihimpun dari Posko Terpadu Pengendalian Transportasi Pada Masa Mudik Idul Fitri 1442H/2021, per Minggu (9/5/2021) pukul 05.00 WIB, keberangkatan dari 14 simpul pada hari Sabtu lalu dilakukan melalui transportasi darat, laut dan udara.

Dari transportasi darat, tercatat Terminal Pulogebang memberangkatkan sebanyak 39 penumpang, meningkat 160 persen dibanding hari sebelumnya yaitu 15 penumpang. Lalu dari Terminal Kalideres sebanyak 45 penumpang, naik 100 persen dari hari sebelumnya yaitu 0 penumpang.

"Terminal Tirtonadi sebanyak 315 penumpang. Jumlah ini meningkat 25,5 persen dibanding hari sebelumnya yaitu sebanyak 251 penumpang," katanya.

 

 

** #dilarangmudik 

     #ingatpesanibu

     #DILARANG MUDIK

2 dari 4 halaman

Pelabuhan

Pelabuhan Merak, Banten
Perbesar
Foto udara kendaraan pemudik tujuan Sumatera antre memasuki kapal Roro di Pelabuhan Merak, Banten, Rabu (5/5/2019) dini hari. Satu hari sebelum larangan mudik diberlakukan pada 6 Mei 2021, para pemudik yang akan menuju Pulau Sumatera mulai memadati Pelabuhan Merak. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Kemudian dari Pelabuhan Merak sebanyak 3.050 penumpang, turun 25,25 persen dari 4.080 penumpang pada hari sebelumnya. Pelabuhan Bakauheni juga memberangkatkan sebanyak 2.509 penumpang, turun 28,05 persen dari 3.487 penumpang.

Dari Pelabuhan Ketapang, sebanyak 667 penumpang diberangkatkan, turun 45,37 persen dari 1.221 penumpang. Lalu Pelabuhan Gilimanuk memberangkatkan sebanyak 1.470 penumpang, turun 0,61 persen dari 1.479 penumpang.

Untuk perkeretaapian, tercatat DAOP I Jakarta memberangkatkan seebanyak 1.928 penumpang, meningkat 114,7 persen dibanding hari sebelumnya yaitu 898 penumpang.

"Pelabuhan Tanjung Priok sebanyak 15 penumpang, turun 76,19 persen dibanding hari sebelumnya yaitu sebanyak 63 penumpang. Pelabuhan Tanjung Perak sebanyak 228 penumpang, turun 44,12 persen dibanding hari sebelumnya yaitu sebanyak 408 penumpang," urai Adita.

Terakhir, dari sisi transportasi udara, Bandara Soekarno Hatta tercatat membawa sebanyak 3.355 penumpang, naik 14.39 persen dari hari sebelumnya 2.933 penumpang.

Kemudian, Bandara Juanda sebanyak 605 penumpang, naik 172,52 persen dari 222 penumpang. Bandara NYIA sebanyak 93 penumpang, turun 1,06 persen dari 94 penumpang.

"Bandara Ngurah Rai sebanyak 432 penumpang. Jumlah ini meningkat 4,1 persen dibanding hari sebelumnya yaitu sebanyak 415 penumpang," katanya.

 

 

3 dari 4 halaman

Peningkatan Jumlah Keberangkatan

Penyekatan Mudik
Perbesar
Sekitar 5.000 kendaraan yang terindikasi mudik diputar balik aparat gabungan Satgas Covid-19 Kabupaten Karawang, Minggu (9/5/2021). (Foto: Humas Polres Karawang)

Secara keseluruhan, terdapat peningkatan jumlah keberangkatan di Terminal Pulogebang, Kalideres, Tirtonadi, DAOP 1 Kereta Api Jakarta, Bandara Soekarno Hatta, Juanda, dan Ngurah Rai.

"Sementara, sebanyak 7 simpul mengalami penurunan yaitu di Pelabuhan Penyeberangan Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk, Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak, serta Bandara NYIA," ujarnya.

Lanjutnya, secara umum pengendalian transportasi hingga hari ini dapat dilaksanakan dengan baik, lancar, dan tidak terdapat kendala yang signifikan, khususnya di sektor transportasi darat yang memiliki banyak titik penyekatan.

Selain itu, pihak Kepolisian dibantu unsur terkait lainnya juga akan terus siaga melakukan penjagaan di titik-titik penyekatan dan akan mengenakan sanksi tegas dengan memutarbalikan kendaraan, bagi masyarakat yang tidak memenuhi syarat pengecualian.

"Kemenhub bersama seluruh pemangku kepentingan terkait akan terus melakukan pengawasan dan pengendalian transportasi untuk mengendalikan jumlah pergerakan penumpang perharinya dan memastikan penumpang yang bepergian adalah mereka yang memang dikecualikan dari larangan," tandas Adita.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓