Angkutan Barang Pelni Naik 70 Persen saat Larangan Mudik

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 08 Mei 2021, 20:14 WIB
Diperbarui 08 Mei 2021, 20:14 WIB
Pelni mendapat alokasi 15 kapal Sabuk Nusantara (Sanus) baru dari pemerintah.
Perbesar
Pelni mendapat alokasi 15 kapal Sabuk Nusantara (Sanus) baru dari pemerintah.

Liputan6.com, Jakarta PT Pelni (Persero) mencatat sejak Januari-Mei 2021, kapal tol laut yang dioperasikan telah mengangkut barang sebanyak 3.759 TEUs, atau naik sebesar 70 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PT Pelni (Persero) Yahya Kuncoro menyampaikan, angkutan barang menunjukkan tren yang positif sepanjang 2021 ini. Tercatat data hingga 7 Mei 2021, kapal tol laut PT Pelni telah mengangkut sebanyak 3.759 TEUs yang terdiri dari 2.450 TEUs untuk muatan berangkat dan 1.309 TEUs untuk muatan balik.

"Trayek tertinggi untuk muatan berangkat pada T-10 sebanyak 757 TEUs, sedangkan untuk muatan balik tertinggi pada T-15 sebanyak 323 TEUs. Untuk muatan berangkat biasanya berupa bahan sembako dan produk industri, seperti beras, minyak goreng, gula, mie instan, air mineral, hingga makanan ringan. Sedangkan muatan balik biasanya komoditas unggulan masing-masing wilayah timur," jelas Yahya, Sabtu (8/5/2021).

Dari sisi muatan barang di kapal penumpang pada 2021 juga mengalami kenaikan. Tercatat sepanjang Januari-Mei 2021 muatan barang di kapal penumpang rata-rata mengalami pertumbuhan.

Pertumbuhan muatan tertinggi adalah muatan REDPACK sebesar 243.015 kg, yaitu naik sebesar 105.016 kg atau naik 76 persen jika dibandingkan periode sama pada 2020 lalu.

"Selama periode peniadaan mudik Idul Fitri 1442 H, sebanyak 26 kapal penumpang Pelni dialihfungsikan untuk mengangkut muatan logistik, obat-obatan dan peralatan medis, serta barang esensial lain yang dibutuhkan daerah. Hal ini mendorong adanya kenaikan muatan pada muatan di kapal penumpang," ungkap Yahya.

 

2 dari 3 halaman

Jumlah Penumpang Turun

Kapal Pelni
Perbesar
Salah satu kapal Pelni untuk melayani pemudik (Liputan6.com / Yoseph Ikanubun)

Sementara itu, Pjs Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni (Persero) Opik Taupik menambahkan, pada masa peniadaan mudik ini jumlah penumpang di kapal penumpang mengalami penurunan sejak pembatasan pra-mudik pada 22 April 2021.

Ini terjadi lantaran adanya pembatasan perjalanan yang mengacu pada Surat Edaran Kasatgas Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021.

Menurut catatan perusahaan, penurunan terjadi jika dibandingkan sebelum penetapan peniadaan mudik. Pada awal penetapan pra mudik 22 April-5 Mei 2021, jumlah penumpang yang diangkut sebanyak 63.535 penumpang, dengan jumlah penumpang tertinggi di 1 Mei 2021 sebanyak 6.673 penumpang.

Sedangkan untuk masa peniadaan mudik di hari pertama pada 6 Mei 2021, PT Pelni telah memberangkatkan sebanyak 410 penumpang non-mudik.

"Memang penurunan terjadi, namun hal ini karena kita patuh terhadap kebijakan peniadaan mudik yang telah diatur oleh Pemerintah melalui SE Kasatgas Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021. Kami berkomitmen untuk mendukung pemerintah memutus tali rantai Covid-19, yang hingga detik ini masih ada di sekitar kita," tutur Opik.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓