Jalan Tol Trans Sumatera Ditargetkan Rampung 2024

Oleh Tira Santia pada 07 Mei 2021, 19:30 WIB
Diperbarui 07 Mei 2021, 19:30 WIB
PT Hutama Karya (Persero) melaporkan adanya peningkatan trafik lalu lintas di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) pada hari pertama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020/2021. (Foto: Hutama Karya)
Perbesar
PT Hutama Karya (Persero) melaporkan adanya peningkatan trafik lalu lintas di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) pada hari pertama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020/2021. (Foto: Hutama Karya)

Liputan6.com, Jakarta PT Hutama Karya (Persero) telah ditunjuk oleh Pemerintah sejak tahun 2017 untuk membangun Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sepanjang 2.828 kilometer. Kini, 7 ruas jalur tol sepanjang 513 kilometer sudah dioperasikan.

Jalan Tol Sumatera ini adalah terobosannya pak Jokowi sejak periode pertama. Hutama Karya sudah mendapat penugasan sejak tahun 2017 untuk membangun seluruh jalan tol, yang saat ini yang sudah kami operasikan ada 7 ruas sepanjang 513 KM, sudah setengahnya Jawa,” kata Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Budi Harto, dalam IMC #BUMNKarya Sigap Bangun Negara, Jumat (7/5/2021).

Lanjutnya, masih ada sekitar 550 kilometer jalan tol yang masih dikerjakan. Setelah selesai, Hutama Karya nantinya akan mengoperasikan 1.100 kilometer tol Sumatera. Tapi kabarnya saat ini sedang didiskusikan di level Pemerintah bahwa tol JTTS akan ditembuskan ke jalur utama (Betung Pelembang, Jambi, Pekanbaru, Dumai, Medan, hingga Banda Aceh).

"Ini ditargetkan selesai pada tahun 2024, Jadi kami membangun yang jalur utama ini kami berpacu pada sumber pendanaan dan waktu," kata Budi.

Sementara itu, untuk jalur tol Betung-Pekanbaru sepanjang 500 kilometer disebut sebagai jalur backbone. Dimana saat ini sumber pendanaan yang diberikan Pemerintah sangat besar sekali.

“Jadi backbound itu 1.200 KM (jalur Betung-Pekanbaru) kalau dibangun dengan dua jalur maka membutuhkan Rp 208 triliun. Tapi kalau hanya dibangun 2x1 jalur sesuai dengan kondisi lalu lintas di sana sekarang hanya butuh Rp 147 triliun. Jadi sangat besar sekali, inilah yang masih didiskusikan oleh para Menteri dari mana sumber pendanaannya untuk ini,” jelasnya.

Meskipun masih dalam tahap diskusi di tingkat Pemerintahan, pihaknya mengaku sudah menyiapkan desain fisik dari seluruh jalur utama tersebut. Sehingga, ketika Hutama Karya diminta oleh Pemerintah untuk pembangunan,  pihaknya akan langsung beralih ke detail desain dan terjun ke lapangan.

 

2 dari 3 halaman

Tol Pekanbaru-Dumai

Tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131 km. (Dok Hutama Karya)
Perbesar
Tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131 km. (Dok Hutama Karya)

Disisi lain, Budi menyebut jalur Pekanbaru-Dumai  sepanjang 140 kilometer itu sudah selesai dibangun, dan merupakan jalur yang menarik untuk dikembangkan. Lantaran lokasinya sangat strategis berada di selat Sumatera.

“Kalau dikembangkan industri sangat menarik disana ada lahan-lahan milik Pemerintah yang cukup besar, yang bisa direalisasikan menjadi industri, kemudian juga ada perkebunan sawit, bisa dibangun gedung, dan ada pelabuhan disana komplit untuk dikembangkan,” ujarnya.

Demikian secara keseluruhan, Budi berpendapat Tol JTTS ini diyakini akan membangkitkan perekonomian. Meskipun saat ini sebagian tol yang sudah beroperasi masih sepi, namun ke depannya akan ramai.

“Tol ini akan membangkitkan perekonomian, memang sekarang tol ini dari sisi traffic sangat rendah tapi ke depan ini akan menumbuhkan perekonomian yang cukup besar. Nanti efeknya akan besar sekali, pariwisata akan hidup kembali,” pungkasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓