Literasi Wakaf Indonesia Rendah, Wapres Tekankan Sosialisasi

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 07 Mei 2021, 13:15 WIB
Diperbarui 07 Mei 2021, 13:15 WIB
Wapres Ma'ruf Amin
Perbesar
Wapres Ma'ruf Amin (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menilai, edukasi dan literasi wakaf di Indonesia yang masih rendah sebagai suatu tantangan tersendiri. Menurut dia, upaya pengembangan literasi dan edukasi perwakafan merupakan salah satu agenda yang perlu perhatian bersama.

"Tingkat literasi wakaf yang masih rendah memerlukan upaya sosialisasi publik yang terstruktur," kata Ma'ruf Amin dalam Webinar Wakaf Nasional 2021, Jumat (7/5/2021).

Dia menambahkan, upaya lain yang dapat dilakukan yakni memasukan konten tentang wakaf yang lebih aplikatif dalam kurikulum sekolah guna meningkatkan pemahaman tentang wakaf sejak dini.

"Selain itu perlu juga sosialisasi wakaf melalui ceramah-ceramah keagamaan dan khutbah Jum'at," sambungnya.

Pemerintah disebutnya berharap adanya dukungan upaya sosialisasi tentang perwakafan di seluruh penjuru negeri. Terutama dari Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) di seluruh wilayah, ikatan ahli ekonomi Islam (IAEI) dan ikatan sarjana ekonomi Islam (ISEI), hingga kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) di seluruh daerah.

"Mereka dapat mendukung upaya sosialisasi tentang perwakafan ini, serta berkontribusi dalam penyusunan materi sosialisasi tentang wakaf dengan narasi yang mudah dipahami oleh masyarakat," tuturnya.

2 dari 3 halaman

Literasi Wakaf Indonesia Masih Rendah

PT Bank Syariah Indonesia Tbk menggelar Ramadhan Fest
Perbesar
PT Bank Syariah Indonesia Tbk menggelar Ramadhan Fest (dok: BSI)

Ketua 6 Masyarakat Ekonomi Syariah Pahala Mansury mengatakan, berdasarkan data literasi wakaf nasional 2020, skor indeks literasi wakaf Indonesia adalah 50,48. Angka tersebut masih tergolong tendah.

"Nilai ini masih masuk dalam kuadran yang boleh dikatakan rendah. Tentunya hal ini kita sayangkan bersama mengingat bahwa Indonesia adalah negara dengan populasi penduduk muslim terbanyak di dunia," ujarnya, Jakarta, Jumat (7/5/2021).

Dengan demikian, masih ada pekerjaan pengurus masyarakat ekonomi syariah yang harus ditingkatkan agar semakin banyak masyarakat yang paham literasi wakaf ke depan.

"Melalui diskusi ini, bagaimana ke depannya pemahaman masyarakat dan juga literasi masyarakat terhadap Wakaf serta juga partisipasi masyarakat terhadap wakaf di Indonesia betul-betul dapat kita tingkatkan bersama," jelas Pahala.

Dia melanjutkan, pada 25 Januari 2021, Presiden Joko Widodo meresmikan Gerakan Nasional Wakaf Uang atau GNWU yang merupakan transformasi pengelolaan wakaf. Wakaf ke depan bukan hanya mengenai wakaf tanah tetapi juga tentunya dapat dikembangkan kepada waqaf dalam bentuk lainnya.

Wakaf diharapkan menjadi salah satu bentuk atau sumber dana yang dapat menggerakkan ekonomi. Kemudian juga dapat meningkatkan impulsivitas pemerataan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan sosial.

"Pemerintah tentunya senantiasa akan mendukung gerakan tersebut sesuai dengan kapasitas yang dimiliki oleh BUMN yang ada dalam hal ini berkomitmen untuk berkontribusi dalam program tanggung jawab sosial perusahaan atau yang biasa dikenal sebagai CSR," tandasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓