Wapres Ingin Wakaf Jadi Bagian Pengembangan Dana Sosial Syariah

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 07 Mei 2021, 12:45 WIB
Diperbarui 07 Mei 2021, 12:45 WIB
Wapres Ma'ruf Amin mengunjungi Universitas Mataram, Lombok, NTB. (Foto: Setwapres)
Perbesar
Wapres Ma'ruf Amin mengunjungi Universitas Mataram, Lombok, NTB. (Foto: Setwapres)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengutarakan keinginan agar wakaf dapat jadi bagian dari pengembangan dana sosial syariah di Indonesia.

Secara progres, Ma'ruf Amin menilai positif pengembangan tersebut berkat bantuan dari Badan Wakaf Indonesia (BWI) yang terus berupaya mengembangkan ekosistem perwakafan nasional.

"Upaya pengembangan perwakafan sebagai bagian dari dana sosial syariah di Tanah Air saat ini terus bergulir dan menunjukan progres yang makin baik," ujar dia dalam Seminar Nasional Wakaf 2021, Jumat (7/5/2021).

Namun demikian, Wapres menyoroti adanya beberapa tantangan yang dihadapi dalam pengembangan wakaf sebagai dana sosial syariah, utamanya terkait membangun kepercayaan publik.

"Kepercayaan publik terhadap pengelolaan wakaf masih perlu untuk terus ditingkatkan. Hal ini diupayakan dengan pengembangan good waqf governance, antara lain melalui implementasi waqf core principles yang mencakup transparansi akuntabilitas dan pengawasan," ungkapnya.

Mewakili pemerintah, Ma'ruf Amin coba mengapresiasi kontribusi Bank Indonesia dalam memformulasikan waqf core principles, yang dalam hal ini turut mendapat sokongan BWI dan Islamic Development Bank (IsDB).

"Saya berharap ke depan waqf core principles ini dapat diimplementasikan dengan lebih baik, agar lembaga tata kelola nazhir semakin meningkat dan pengelolaan harta wakaf serta penyalurannya jadi semakin tepat sasaran," tuturnya.

2 dari 3 halaman

Gubernur BI: Pembangunan Masjid Nabawi Madinah Didasarkan Konsep Wakaf

BI Tahan Suku Bunga Acuan 6 Persen
Perbesar
Gubernur BI Perry Warjiyo memberikan penjelasan kepada wartawan di Jakarta, Kamis (20/6/2019). RDG Bank Indonesia 19-20 Juni 2019 memutuskan untuk mempertahankan BI7DRR sebesar 6,00%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75%.(Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Perry warjiyo mengatakan, pembangunan Masjid Nabawi Madinah menggunakan konsep wakaf. Hal tersebut membuktikan bahwa wakaf dapat digunakan untuk membangun peradaban Islam melalui aset produktif.

"Dan kita juga tahu, berlomba-lomba para sahabat-sahabat Rasulullah mewakafkan aset-aset produktif yang baik di perkebunan kurma maupun berbagai aset aset produktif," ujar Perry, Jakarta, Jumat (7/5/2021).

Perry menjelaskan, wakaf dalam bentuk aset produktif sejak dahulu banyak difungsikan untuk memajukan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Selanjutnya, wakaf produktif juga tengah dimobilisasi agar menjadi salah satu pilar utama pembangunan ekonomi Islam.

"Dalam episode-episode berikutnya Bagaimana wakaf produktif itu dimobilisasi menjadi salah satu pilar utama pembangunan ekonomi Islam dan juga peradaban Islam," paparnya.

Selanjutnya, mobilisasi zakat, infaq dan shodaqoh diharapkan bisa memajukan kesejahteraan umat. Oleh karena itu Bank Indonesia mengupayakan komunikasi dan literasi mengenai wakaf produktif kepada masyarakat.

"Tadi disampaikan bahwa literasi wakaf di Indonesia masih relatif rendah agar bisa meningkat dan alhamdulillah berbagai upaya upaya terus kita lakukan," tandas Perry.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓