Ekspansi Bisnis, Chandra Asri Terbitkan Penawaran Obligasi Senilai Rp 1 Triliun

Oleh Tira Santia pada 06 Mei 2021, 15:40 WIB
Diperbarui 06 Mei 2021, 15:40 WIB
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk.
Perbesar
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk.

Liputan6.com, Jakarta - PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (Chandra Asri) menyelesaikan Program Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Rupiah Perseroan yang pertama di tahun 2021.

Ini adalah penerbitan pertama setelah Chandra Asri mengumumkan keberhasilannya dalam mengendalikan bisnisnya selama pandemi COVID-19 dengan lancar untuk memberikan kinerja keuangan yang solid dan menjaga neraca yang kokoh. Perseroan melaporkan laba bersih setelah pajak sebesar USD 51,5 juta untuk FY 2020 dan USD 85 juta di Q1 2021.

Penerbitan ini diarahkan pada tenor yang lebih panjang agar lebih sesuai dengan rencana pertumbuhan jangka panjang Perseroan, dengan kupon dalam mata uang Rupiah sebesar 7,8 persen untuk seri A tenor 3 tahun sebesar Rp 50 miliar, 8,5 persen untuk seri B tenor 5 tahun senilai Rp 587,95 miliar, dan 9,0 persen untuk seri C tenor 7 tahun senilai Rp362,05 miliar.

"Dengan lebih dari Rp 6,1 triliun yang telah diterbitkan sejak awal dan banyak investor yang senang hingga saat ini, program Obligasi kami menawarkan pilihan yang kredibel bagi investor yang ingin meningkatkan imbal hasil mereka, diimbangi dengan fokus holistik dalam mempertahankan standar environmental, social and governance (ESG) yang tinggi," kata Presiden Direktur Chandra Asri Erwin Ciputra dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (6/5/2021).

PT BCA Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, dan PT Bahana Sekuritas mendukung Perseroan dalam keberhasilan penawaran tersebut, dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai Wali Amanat.

Transaksi ini menandai keberhasilan Chandra Asri dalam memasuki pasar pendapatan tetap domestik, sebagai bagian dari Program Penawaran Umum Berkelanjutan III Obligasi Perseroan yang disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan target pendanaan 5 triliun Rupiah selama tahun 2020 hingga 2022.

Penerbitan tersebut kembali mendapat peringkat idAA- dari Pefindo, lembaga pemeringkat kredit tertua dan terpercaya di Indonesia. Pefindo menilai sangat kuat kapasitas Chandra Asri untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas surat utang, dibandingkan penerbit obligasi Indonesia lainnya.

Penerbitan tersebut akan digunakan untuk mendanai modal kerja Chandra Asri seiring dengan persiapan Perseroan untuk pertumbuhan yang berkelanjutan guna memenuhi kebutuhan pasar domestik.

2 dari 3 halaman

Chandra Asri Raup Pendapatan USD 598 Juta di Kuartal I 2021

Siemens dan Bentley Systems akan mengembangkan digital twin pertama untuk kompleks petrokimia di Indonesia miliki Chandra Asri. (Foto: Chandra Asri)
Perbesar
Siemens dan Bentley Systems akan mengembangkan digital twin pertama untuk kompleks petrokimia di Indonesia miliki Chandra Asri. (Foto: Chandra Asri)

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) meraih pendapatan bersih sebesar USD 598 juta di kuartal I-2021. Angka tersebut naik 25 persen dari posisi USD 477 juta di kuartal I 2020.

Pendapatan bersih yang diraih anak usaha Barito Pacific ini secara otomatis menjadikan posisi laba bersih perseroan melonjak mencapai US$85 juta di kuartal I-2021, dibanding rugi bersih sebesar US$17 juta di kuartal I-2020.

Hingga kuartal I-2021, EBITDA Chandra Asri mengalami peningkatan yang signifikan menjadi USD 147 juta, dari porsi minus USD 14 juta di kuartal I 2020.

Capaian kinerja triwulan pertama tahun ini jauh lebih baik ketimbang periode yang sama tahun lalu sebelum meluasnya pandemi Covid-19.

"Hasil kuartal I-2021 sangat menggembirakan bagi kami. Kondisi ini mencerminkan penyebaran produk yang sehat, pelaksanaan strategi yang solid, dan ketahanan keuangan yang berkelanjutan," ungkap Direktur Chandra Asri Suryandi dalam keterangan resminya, Kamis (29/4/2021).

Kinerja keuangan perseroan yang positif di kuartal I-2021, sebut Suryandi, itu juga tercermin dari total likuiditas yang mencapai USD 1,1 miliar serta posisi kas dan setara kas mencapai USD 767 juta.

"Kami juga memiliki leverage yang lebih rendah dengan Net Debt-to-EBITDA di 0,2X. Lalu kami juga bisa mengurangi total hutang menjadi USD 825 juta di kuartal I-2021, dari porsi USD 885 juta di kuartal I-2020," jelas Suryandi. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓