Pasar Digital Terus Digandrungi Pelaku UMKM Jawa Barat

Oleh Arie Nugraha pada 06 Mei 2021, 15:00 WIB
Diperbarui 06 Mei 2021, 15:00 WIB
Berburu Diskon di Harbolnas
Perbesar
Calon Konsumen membuka aplikasi situs belanja online di Kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (12/12/2019). Konsumen berburu diskon di salah satu situs jual beli online yang menawarkan beragam potongan harga khusus pada hari belanja online nasional (Harbolnas). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta Pada masa pandemi COVID-19, digitalisasi menjadi salah satu cara efektif memulihkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Adanya hal itu, diharapkan kinerja UMKM akan kembali bergairah meski ruang gerak masyarakat dibatasi akibat COVID-19. 

Menurut Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Kusmana Hartadji, kini banyak pelaku UMKM Jabar yang mulai memanfaatkan peluang bisnis di pasar digital. Aktivitas pelaku UMKM Jabar di market place pun semakin masif. 

"Di salah satu marketplace, ada kenaikan sekitar 31 persen UMKM yang onboarding. Lalu, aktivitas UMKM Jabar di market place meningkat. Itu terlihat dari pelaku UMKM Jabar yang aktif di market place mencapai 57 persen," ujar Kusmana, Bandung, Kamis (6/5/2021).

Kusmana menyebutkan salah satu faktor penyebab meningkatnya aktivitas UMKM Jabar di pasar digital adalah Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia. Selain mempromosikan produk UMKM, Kusmana menganggap Gernas BBI mampu meningkatkan kepercayaan dan antusias masyarakat untuk membeli produk UMKM dalam negeri. 

Dalam Gernas BBI di Jabar kata Kusmana, nilai transaksi dari penjualan langsung mencapai Rp2,7 miliar. Angka tersebut berpotensi meningkat karena belum semua kabupaten dan kota melaporkan. Kemudian, Dinas KUK Jabar terus menginventarisasi nilai transaksi dari penjualan tidak langsung atau online. 

"Hampir ada 100 event dalam Gernas BBI di Jabar. Baru beberapa kabupaten dan kota yang melapor ke kita. Transaksinya Rp2,7 miliar. Itu penjualan langsung. Terus juga transaksi pembiayaan mencapai Rp10,6 miliar," kata Kusmana. 

 

 

 

2 dari 3 halaman

Banyak Peminat

Berburu Diskon di Harbolnas
Perbesar
Calon Konsumen membuka aplikasi situs belanja online di Kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (12/12/2019). Konsumen berburu diskon di salah satu situs jual beli online yang menawarkan beragam potongan harga khusus pada hari belanja online nasional (Harbolnas). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Kusmana menuturkan, dalam Gernas BBI di Jabar, kriya menjadi komoditas yang paling banyak diminati setelah fashion dan kuliner. Situasi tersebut diharapkan dapat mendorong pelaku UMKM yang memiliki produk kriya untuk terus meningkatkan kualitas. 

Contohnya untuk perlengkapan dekorasi rumah mengalami kenaikan 89 persen dibanding tahun lalu. Termasuk perlengkapan rumah tangga. 

“Tapi, kuliner tetap tertinggi. Dan kriya pun sudah mulai meningkat penjualannya," jelas Kusmana.

Semakin banyaknya pelaku UMKM yang memanfaatkan peluang bisnis di pasar digital, Kusmana berharap semakin cepat juga UMKM Jabar pulih dan perekonomian daerah bisa terdongkrak. 

Kusmana mengkalim kesadaran digitalisasi pelaku UMKM yang terus meningkat harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat dengan berbelanja online. Apalagi di tengah pandemi, masyarakat dapat tetap berbelanja sekaligus turut serta mencegah penularan COVID-19. 

"Ada market place untuk UMKM. Jabar sendiri punya borondong.id dan market place lainnya. Sekarang pelaku UMKM sudah mulai memasarkan produknya secara online. Ini juga membuat peluang UMKM untuk memperluas pasar semakin besar," tukas Kusmana. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓