Dari Keterbatasan, Kursumawati Justru Sukses Jadi Agen BRILink di Serbelawan

Oleh Tira Santia pada 06 Mei 2021, 14:28 WIB
Diperbarui 06 Mei 2021, 14:28 WIB
Kursumawati, Agen BRILink di Serbelawan, Kabupaten Simalungun, Medan, Sumatera Utara. Foto: Istimewa
Perbesar
Kursumawati, Agen BRILink di Serbelawan, Kabupaten Simalungun, Medan, Sumatera Utara. Foto: Istimewa

Liputan6.com, Jakarta Keterbatasan justru membuka peluang bagi Kursumawati. Dia adalah Agen BRILink di Serbelawan, Kabupaten Simalungun, Medan, Sumatera Utara.

Perempuan berusia 38 tahun ini mulai menjadi agen BRILink, yang berada di bawah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BRI pada 2018. Awal mula, dari betapa sulitnya Kursumawati mendapatkan akses perbankan di wilayahnya.

Memang, lokasi tempat tinggalnya cukup jauh dari akses bank maupun ATM. Butuh 30 menit menjangkau lokasi terdekat.

Peluang lain, wilayahnya terdapat perkebunan milik PT PTPN. Ditambah pabrik ban dan perusahaan lain. Jumlah pekerja di perusahaan tersebut cukup banyak dan dipastikan membutuhkan transaksi perbankan.

Dari sini, dia tertarik menjadi agen BRILink di daerah Serbelawan. “Tahun 2018 saya pindah ke Medan Sumatera Utara, saya coba buka lagi BRILinknya secara kecil-kecilan. Tahun 2018 itu dari mulai transaksi yang sangat sedikit, lalu berkembang tahun 2019 mulai banyak pelanggannya. Saya juga membuka usaha Jual Pulsa dan aksesoris HP,” kata Kursumawati kepada Liputan6.com, Kamis (6/5/2021).

Kios BRILink Kursumawati biasanya melayani para pegawai perkebunan dan perusahaan yang ada di sekitar Serbelawan. Mulai dari layanan penarikan gaji maupun transaksi lainnya.

Tak tanggung-tanggung, kios BRILink miliknya memiliki langganan sekitar 900 pegawai. "Dari sini, volume transaksi mencapai Rp 3,6 miliar selama periode gajian (3 hari),” jelas dia.

Jika uang transaksi tidak mencukupi, Kursumawati akan pergi ke bank BRI cabang Pematang Siantar mengendarai sepeda motor dengan jarak tempuh sekitar 30 menit.

Meski harus bolak-balik, ia mengaku menikmati profesinya sebagai agen BRILink.

“Kalau uang saya habis saya balik lagi ke ATM yang jaraknya lumayan sekitar setengah jam untuk ambil uangnya, lalu balik lagi ke kebun. Saya biasa menggunakan sepeda motor, karena jalannya jelek,” ungkapnya.

 

2 dari 3 halaman

Buka Cabang Lain dan Bisa Kuliahkan Anak

Kursumawati, Agen BRILink di Serbelawan, Kabupaten Simalungun, Medan, Sumatera Utara. Foto: Istimewa
Perbesar
Kursumawati, Agen BRILink di Serbelawan, Kabupaten Simalungun, Medan, Sumatera Utara. Foto: Istimewa

Peluang lain dilihat Kursumawati. Ibu dua anak ini melihat ada potensi baru membuka kios BRILink di lokasi lain, di Siantar Plaza yang merupakan satu-satunya pusat perbelanjaan di Pematang Siantar.

“Sekarang saya pegang BRILink 2, karena yang satunya sudah ramai jadi saya suruh suami saya untuk buka BRILink di plaza Pematang Siantar. Selama ini agen BRILink tidak ada di plaza, jadi kita buka di situ sudah berjalan 6 bulan,” ujarnya.

Seiring berjalannya waktu, usaha agen BRILink dan jualan pulsa Kursumawati berjalan lancar. Kini 4 pekerja direkrut. Dari pekerja ini, 2 perempuan dan 2 laki-laki, dengan sistem kerja shift.

Mereka bertugas mengambil uang ke BRI cabang serta melayani nasabah bertransaksi di kios pertamanya.

Dari kios BRILink, Kursumawati mampu mengantongi penghasilan Rp 1 juta-Rp 2 juta per hari. Berkat itu, mampu membeli ruko di samping BRI cabang Pematang Siantar meskipun masih mencicil.

Kendati begitu, ia tetap merasa bangga atas pencapaiannya, bahkan kini berencana akan menyekolahkan 1 anaknya ke perguruan tinggi.

“Saya sudah beli ruko meskipun masih cicilan di bank. Saya bisa menyekolahkan anak saya, kan dalam waktu dekat akan kuliah. Anak saya dua,” katanya.

Selama menjadi agen BRILink tidak ada permasalahan yang berarti. Kendala yang kerap muncul hanya masalah jaringan. Bila masalah ini muncul, biasanya langsung menghubungi pihak BRI cabang yang langsung tanggap membantunya.

Kursumawati bercerita, pengalaman lain yang dia rasakan selama menjadi agen BRILink, salah satunya sering mendapati nasabah yang kena tipu. Namun, ia selalu berusaha menolong nasabah itu dan mengedukasi agar kedepannya lebih berhati-hati agar tidak tertipu lagi.

“Kebetulan nasabah yang ditipu ini cukup susah jadi saya berikan keringanan mencicil kepada saya,” ujarnya.

Dia berharap ke depannya masyarakat umum bisa semakin pintar terutama untuk menghindari penipuan. Dengan semakin canggihnya teknologi perbankan, nasabah diingatkan jangan mudah tertipu saat bertransaksi dan alangkah lebih baik berkonsultasi dengan agen BRILInk.

“Saya biasanya menjelaskan jika ada nasabah yang hampir kena tipu. Harapannya untuk agen BRILInk semua semoga bisa lebih baik melayani dan mencegah penipuan-penipuan tadi khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah,” pungkas dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Ini

Lanjutkan Membaca ↓