Jelang Idul Fitri, Kemendag Jamin Stok Kedelai Terpenuhi

Oleh Tira Santia pada 05 Mei 2021, 19:50 WIB
Diperbarui 05 Mei 2021, 19:58 WIB
Harga Kedelai Diperkirakan Masih Tinggi
Perbesar
Kedelai terlihat di gudang penyimpanan di Kawasan Kebayoran Lama, Jakarta, Kamis (14/1/2021). Kemendag memperkirakan harga kedelai global masih bertahan di level tinggi sampai Mei 2021 akibat ketatnya pasokan dari negara produsen dan naiknya permintaan. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (kemendag) Oke Nurwan menjamin stok keledai penyediaan Idul Fitri 2021 cukup untuk memenuhi kebutuhan industri pengrajin tahu dan tempe nasional.

“Kenaikan harga kedelai impor di tingkat pengrajin tahu dan tempe disebabkan komoditas kedelai asal Amerika Serikat masih belum memasuki masa panen sehingga berdampak pada tingginya harga kedelai sampai dengan saat ini,” kata Oke Nurwan, Rabu (5/5/2021).

Dikutip dari Chicago Board of Trade (CBOT), harga kedelai dunia penyediaan Mei 2021 berkisar di USD 15,42  per bushels, terdapat kenaikan harga di kisaran 8,12 persen dari penyediaan April USD 14,26 per bushels.

“Meski demikian, diharapkan harga kedelai dunia dapat segera terkoreksi menurun pada periode selanjutnya,” ujarnya.

Oke Nurwan menjelaskan, pemerintah berupaya menjaga harga kedelai impor di tingkat pengrajin tahu dan tempe pada kisaran harga Rp 9.700 per kg--Rp 9.900 per kg dan di tingkat gudang importir Rp 9.400 per kg hingga Rp 9.600 per kg.

Sementara itu, harga tahu tetap masih bisa dijaga stabil oleh para pengrajin di kisaran Rp 650 per potong dan tempe Rp 16.000 per kg.

Secara umum, harga kedelai di tingkat pengrajin pada kota-kota besar dan sentra produksi utama kedelai masih terjaga di bawah Rp 10.000 per kg saat ini. Jika terdapat harga kedelai di atas Rp 10.000 per kg di beberapa daerah, harga tersebut dipengaruhi tambahan ongkos kirim dari titik distributor.

 

2 dari 3 halaman

Terus Pantau

Harga Kedelai Diperkirakan Masih Tinggi
Perbesar
Pekerja memilah kedelai di gudang penyimpanan di Kawasan Kebayoran Lama, Jakarta, Kamis (14/1/2021). Kemendag memperkirakan harga kedelai global masih bertahan di level tinggi sampai Mei 2021 akibat ketatnya pasokan dari negara produsen dan naiknya permintaan. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Selanjutnya, Kementerian Perdagangan akan terus memantau dan mengevaluasi pergerakan harga kedelai dunia, baik penurunan maupun kenaikan harga. Hal itu guna memastikan harga kedelai di tingkat pengrajin tahu dan tempe serta harga tahu dan tempe di pasar masih pada tingkat yang wajar.

Di sisi lain, Oke Nurwan meminta para importir yang memiliki stok kedelai untuk terus memasok kedelai secara teratur kepada pengrajin tahu dan tempe anggota Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo), baik di Puskopti provinsi maupun Kopti kabupaten/kota seluruh Indonesia.

“Produksi tahu dan tempe diharapkan dapat terus berjalan khususnya untuk periode Idul Fitri 2021 sehingga masyarakat masih tetap mendapatkan tahu dan tempe dengan harga terjangkau,” pungkasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓