Embung dan Dam Parit Jadi Solusi Kekurangan Air Sawah di Karawang

Oleh Gilar Ramdhani pada 05 Mei 2021, 19:09 WIB
Diperbarui 05 Mei 2021, 19:10 WIB
Kementan
Perbesar
Dam parit Poktan Karya Mekar dan Karya Sari Kecamatan Rengas Dengklok Kabupaten Karawang.

Liputan6.com, Karawang Pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus melakukan upaya antisipasi untuk menghadapi perubahan iklim terutama musim kemarau dan kekeringan. Salah satunya dengan pembangunan embung dan dam parit yang dilaksanakan bersama Kelompok Tani (Poktan) Karya Mekar di Desa Karya Sari, Kecamatan Rengas Denglok, Karawang.

Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan bahwa manfaat infrastruktur air seperti embung, dam parit maupun long storage baru terasa ketika kemarau datang.

"Bangunan air seperti embung dan dam parit akan bermanfaat meskipun debit air kecil, air masih bisa teralirkan ke sawah-sawah petani. Sehingga petani bisa menambah pertanaman dalam setahun, dari satu kali menjadi dua kali," jelas Mentan SYL, Rabu (5/5).

Mentan SYL menambahkan, insfrastruktur air ini juga sangat berguna dalam pengelolaan air lahan kering maupun tadah hujan. Dirinya berharap masyarakat dan para petani bisa menjaga dan merawat apa yang telah dibangun oleh pemerintah.

"Saya pesan kepada petani dan masyarakat agar menjaga dan memelihara embung dengan baik. Jangan sampai rusak atau terbengkalai karena ini kan manfaatnya selain buat petani juga masyarakat bisa menggunakan air di sini saat kekeringan," tuturnya.

2 dari 3 halaman

Program Embung Sebagai Antisipasi Musim Kering

Sementara, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy menjelaskan, pembangunan embung masih diandalkan untuk mengantisipasi musim kering di tahun 2021. Pembangunan itu diharapkan bisa menampung air hujan dan mengairi sawah, sehingga mampu meminimalisir kerugian petani.

"Program pembangunan embung itu merupakan program strategis untuk penampungan air hujan atau sumber sumber mata air di tempat lain. Sehingga, ke depan, program embung mampu mengantisipasi kekeringan di lahan pertanian kita," kata Sarwo Edhy.

Menurut Sarwo Edhy, pembuatan embung sangat diperlukan. Jika musim hujan lahan tidak terendam air, di musim kemarau saat air dari irigasi tidak mencukupi maka embung bisa dimanfaatkan secara efektif dan efisien untuk mengairi lahan padi atau tanaman pertanian lainnya.

"Kami meningkatkan pendapatan petani melalui penerapan pertanian yang lebih baik. Proyek konservasi lahan juga diharapkan menyelamatkan lahan kritis dengan menanamkan tanaman konservasi produktif," pungkas Sarwo Edhy.

3 dari 3 halaman

Dam Parit Bermanfaat Kendalikan Tikus

Ketua poktan Karya Mekar, Dedi Rohadi menyampaikan terima kasih kepada Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian. Menurutnya, selain bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan air tanaman, genangan air dam parit juga bermanfaat mengendalikan tikus yang biasa bersembunyi di lubang-lubang di sungai.

Kondisi lahan pertanian di Desa Karya Sari adalah hamparan sawah datar beririgasi dan terdapat sungai yang mengalir sebagai saluran drainase. Pada musim kemarau, lahan pertanian yang jauh dari saluran irigasi tidak cukup mendapatkan air untuk pertanaman seperti Kelompok Tani Karya Mekar.

"Untuk memenuhi kebutuhan air saat musim kemarau, kami biasanya mengambil air dari sungai alami dengan menggunakan pompa namun debitnya kurang mencukupi sehingga membutuhkan waktu lama untuk memompa yang berakibat meningkatnya biaya usahatani," jelasnya.

Dengan adanya dam parit yang dibangun pada sungai alami yang melewati lahan Kelompok Tani Karya Mekar, maka aliran air dapat ditampung dan dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan air lahan mereka yang mencapai luas 40 ha terutama pada musim kemarau.

"Selain Poktan Karya Mekar, tampungan air dam parit juga dimanfaatkan kelompok tani di seberang sungai yang terdapat dam parit yang dikelola Poktan Liosari 1 seluas kurang lebih 40 ha juga. Pemanfaatan air dam parit untuk usahatani dilakukan menggunakan pompa air," ungkapnya.

Konstruksi Pembangunan Dam Parit

Konstruksi pembangunan dam parit ini memiliki dimensi lebar 13 m, dalam 3 m. Konstruksi dam parit selesai dibangun bulan Juni 2020 dan sudah dapat dimanfaatkan untuk pertanaman MT II musim kemarau April – September. Pola tanam yang biasa dilakukan kelompok tani adalah padi – padi – palawija atau padi – padi – beras.

(*)

Lanjutkan Membaca ↓