Pertumbuhan Ekonomi Minus 0,74 Persen di Kuartal I-2021, RI Kalah dari Vietnam

Oleh Liputan6.com pada 05 Mei 2021, 18:41 WIB
Diperbarui 05 Mei 2021, 18:41 WIB
Target Pertumbuhan Ekonomi
Perbesar
Suasana gedung-gedung bertingkat yang diselimuti asap polusi di Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Pencapaian pertumbuhan ekonomi Indonesia yang minus 0,74 persen pada kuartal I 2021 disebut tertinggal bila dibandingkan dengan negara lain, salah satunya Vietnam. Meski negara lain, pada kuartal IV mengalami kontraksi cukup dalam.

"Negara lain kuartal IV, oke mereka masih terkontraksi tetapi di kuartal I 2021 itu sudah mulai ekspansi pertumbuhannya, Indonesia kan masih berkontraksi. Misalnya dengan Vietnam saja Indonesia masih kalah," ujar Kepala Center Macroeconomics and Finance IInstitute for Development of Economics and Finance (INDEF) M. Rizal Taufikurahman mengatakan, Jakarta, Rabu (5/5/2021).

Rizal menjelaskan, pertumbuhan ekonomi ini tak lain dipengaruhi percepatan program vaksinasi. Di mana berbagai negara terus menerus mempercepat program vaksinasi sementara di Indonesia baru mencapai 4,92 persen dari total jumlah penduduk atau sekitar 10 juta jiwa.

"Hubungan vaksinasi tadi, terutama di beberapa negara yang menjadi mitra dagang Indonesia itu katakan lah Singapura ini secara secara qtq hampir 6 persen. Dan artinya memang vaksinasi menumbuhkan pertumbuhan ekonomi sebuah negara termasuk Amerika, Korea Selatan, Vietnam, Tiongkok, sudah melakukan percepatan vaksinasi," jelasnya.

 

Vaksinasi Percepat Pemulihan Ekonomi

FOTO: Indonesia Dipastikan Alami Resesi
Perbesar
Warga berada di sekitar Spot Budaya Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (5/11/2020). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 minus 3,49 persen, Indonesia dipastikan resesi karena pertumbuhan ekonomi dua kali mengalami minus. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Rizal melanjutkan, vaksinasi diyakini akan terus mempercepat pemulihan ekonomi seluruh negara. Percepatan tersebut nantinya akan berdampak pada perbaikan ekonomi global.

"Pertumbuhan ekonomi global akan membaik dibanding dengan tahun lalu contoh World Bank memperkirakan pertumbuhan di 2021 sebesar 4,0 persen, OECD 5,6 dan IMF 6,0 persen. Ini tentu menjadi kabar gembira," jelasnya.

Rizal menambahkan, prediksi lembaga internasional ini menjelaskan kepada dunia bahwa perekonomian semakin membaik dengan adanya perkembangan program vaksin.

Hingga kini, semua negara mencoba mendorong percepatan dan pemerataan vaksinasi karena dianggap semakin merata dan banyak vaksinasi apa program vaksinasi sebuah negara ternyata mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Dan ini ternyata ya ada relevansinya gitu ya, ada pengaruhnya dan nanti kita bisa lihat misalnya vaksinasi kita bisa lihat beberapa negara Israel sudah 57 persen, kemudian Amerika sendiri 25 persen. Kemudian juga Bahrain, Chili, Turki. Kemudian Singapura saya kira ini luar biasa ya 26 persen dan India 6,3 persen," tandasnya.

Reporter: Anggun P Situmorang

Sumber: Merdeka.com

 

Saksikan Video Ini

Lanjutkan Membaca ↓