Mendag Targetkan Transaksi Harbolnas Gratis Ongkos Kirim Tembus Rp 11,5 Triliun

Oleh Athika Rahma pada 05 Mei 2021, 18:25 WIB
Diperbarui 05 Mei 2021, 18:25 WIB
Berburu Diskon di Harbolnas
Perbesar
Calon Konsumen membuka aplikasi situs belanja online di Kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (12/12/2019). Konsumen berburu diskon di salah satu situs jual beli online yang menawarkan beragam potongan harga khusus pada hari belanja online nasional (Harbolnas). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan, pemerintah menargetkan transaksi dalam Hari Belanja Online (Harbolnas) dengan gratis ongkir yang dimulai hari ini, Kamis, 5 Mei hingga 13 Mei 2021 akan menembus Rp 11,5 triliun.

Adapun, program diskon besar-besaran hingga gratis ongkir di 72 platform online yang bertepatan dengan momen Ramadan ini digelar untuk memperingati hari Bangga Buatan Indonesia (BBI).

"Jadi pemerintah ini ikut menyebarluaskan dan memastikan gerakan nasional semua orang tahu program belanja online dengan target lebih dari Rp 11,5 triliun," ujar Lutfi dalam konferensi pers, Rabu (5/5/2021).

Adapun, program Harbolnas gratis ongkos kirim ini ditargetkan bakal meningkatkan konsumsi masyarakat yang bakal memberi kontribusi pada pertumbuhan ekonomi di kuartal II nanti.

Ditambah, selain program belanja gratis ongkir dan banjir diskon, pemerintah juga telah menggelontorkan beragam program untuk menunjang konsumsi seperti insentif PPnBM dan insentif PPn.

"Jadi saya rasa ini menunjukkan tanda-tanda menjanjikan. Kami yakin pertumbuhan ekonomi kuartal II, apalagi dimotori konsumsi, akan berjalan dengan baik," tandasnya.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:


Ada Subsidi Ongkos Kirim, Harbolnas Ramadan Dipastikan Membludak

Berburu Diskon di Harbolnas
Perbesar
Calon Konsumen membuka aplikasi situs belanja online di Kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (12/12/2019). Konsumen berburu diskon di salah satu situs jual beli online yang menawarkan beragam potongan harga khusus pada hari belanja online nasional (Harbolnas). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, Chairman & President Asosiasi Perencanan Keuangan International Association of Register Financial Consultant (IARFC) Indonesia, Aidil Akbar sangat mendukung program pemerintah memberikan subsidi ongkos kirim (ongkir) dalam program Hari Belanja Online Nasional Ramadan (Harbolnas Ramadan). Subsidi yang diberikan oleh pemerintah mencapai Rp 500 miliar. 

Aidil menjelaskan, subsidi akan meningkatkan transaksi penjualan Harbolnas Ramadan. Menyusul adanya iming-iming penawaran bebas ongkir di tengah kondisi ekonomi sulit akibat pandemi Covid-19.

"Oh ya sudah pasti meningkatkan (transaksi), karena mendapatkan subsidi," ujarnya dalam acara Dialog Rabu Produktif bertajuk Langkah Tingkatkan Geliat Transaksi, Rabu (28/4/2021).

Apalagi, program subsidi ongkir pemerintah tersebut hanya berlaku untuk setiap transaksi pembelian produk-produk lokal. Sehingga diyakini mampu meningkatkan pendapatan pelaku usaha domestik yang terlibat dalam program Harbolnas Ramadan.

"Karena yang dibeli produk-produk buatan dalam negeri. Sehingga benar-benar terasa yang menyimpan dana bisa disalurkan dalam bentuk berbelanja barang dalam negeri tadi," terangnya.

Maka dari itu, dia menilai rencana pemerintah atas pemberian subsidi ongkos kirim sebesar Rp500 miliar untuk menyukseskan program Harbolnas Ramadan sudah tepat. Mengingat adanya ketentuan spesifik untuk meningkatkan penjualan produk lokal yang diberlakukan mulai tahun ini.

"Karena, kalau di akhir tahun kemarin kita sempat mengkritisi pemerintah ketika menggalakkan masyarakat belanja secara online, tapi yang dibelanjakan produk impor yang sama aja boong. Karena efek daya ungkitnya ke dalam perekonomian Indonesia tidak terasa secara langsung, hanya dinikmati oleh segelintir importir," bebernya.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya