Per Februari 2021, Jumlah Pengangguran Turun Jadi 1,62 Juta Orang

Oleh Liputan6.com pada 05 Mei 2021, 13:15 WIB
Diperbarui 05 Mei 2021, 13:15 WIB
Job Fair
Perbesar
Sejumlah pencari kerja memadati arena Job Fair di kawasan Jakarta, Rabu (27/11/2019). Job Fair tersebut digelar dengan menawarkan lowongan berbagai sektor untuk mengurangi angka pengangguran. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran akibat pandemi Covid-19 mengalami penurunan. Di mana pada pada Februari 2021, jumlah pengangguran tinggal 1,62 juta orang atau turun 940 ribu dibandingkan 2,56 juta orang pada Agustus 2020.

Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan, jumlah penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19 juga mengalami penurunan. Jika pada Agustus 2020 jumlahnya mencapai 29,12 juta orang, saat ini tercatat hanya 19,10 juta orang pada Februari 2021 atau turun 10,02 juta orang.

"Kalau kita lihat disana ada progres dari bulan Agustus 2020 ke Februari 2021 dan progresnya cukup menggembirakan. Tetapi kita lihat bahwa sampai Februari 2021 masih ada 19,10 juta penduduk yang terdampak," kata dia dalam rilis BPS, di Kantornya, Jakarta, Rabu (5/5).

Dia menambahkan, bukan anggatan kerja karena Covid-19 juga turun 110 ribu orang menjadi sekitar 650 ribu orang, tidak bekerja karena Covid-19 turun 660 ribu orang menjadi 1,11 juta orang, dan 15,72 juta orang bekerja dengan pengurangan jam kerja.

"Mayoritasnya mereka mengalami pengurangan jam kerja dan tentu ini nanti akan berdampak dari sisi pendapatan," ungkapnya.

Di samping itu, BPS juga mencatat jumlah angkatan kerja pada Februari 2021 sebanyak 139,81 juta orang, naik 1,59 juta orang dibanding Agustus 2020. Sejalan dengan kenaikan jumlah angkatan kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga naik sebesar 0,31 persen poin.

Sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Februari 2021 sebesar 6,26 persen, turun 0,81 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2020. Penduduk yang bekerja sebanyak 131,06 juta orang, meningkat 2,61 juta orang dari Agustus tahun lalu.

"Sebanyak 78,14 juta orang atau 59,62 persen bekerja pada kegiatan informal, turun 0,85 persen poin dibanding Agustus 2020. Persentase setengah pengangguran turun sebesar 1,48 persen poin, sementara persentase pekerja paruh waktu naik sebesar 1,13 persen poin dibandingkan Agustus 2020," pungkas dia.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

8,75 Juta Masyarakat Indonesia Masih Pengangguran

Job Fair
Perbesar
Sejumlah pencari kerja memadati arena Job Fair di kawasan Jakarta, Rabu (27/11/2019). Job Fair tersebut digelar dengan menawarkan lowongan berbagai sektor untuk mengurangi angka pengangguran. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, jumlah pengangguran di Indonesia akibat pandemi Covid-19 masih terhitung tinggi hingga Februari 2021, yakni mencapai 8,75 juta jiwa.

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan, jumlah pengangguran tersebut masih lebih tinggi secara tahunan atau year on year (yoy) dibanding Februari 2020 yang sebesar 6,93 juta jiwa.

"Akibat covid jumlah penganggurannya naik di bulan Agustus 2020 adalah sebesar 9,77 juta. Di bulan Februari ini sudah ada perbaikan, tapi belum fully recover. Sehingga jumlah pengangguran di bulan Februari tahun 2021 ini adalah sebesar 8,75 juta," ungkapnya dalam sesi teleconference, Rabu (5/5/2021).

Suhariyanto menghitung, angka pengangguran di Indonesia pada Februari 2021 jadi tercatat naik 1,82 juta jiwa dibanding periode sama tahun sebelumnya.

"Tetapi perlu diingat, bahwa di bulan februari yang lalu covid-nya belum ada. Sementara sekarang kita masih dibayang-bayangi," sambungnya.

Selain pengangguran, BPS juga telah melakukan survei angkatan kerja nasional (sakernas) pada Februari 2021 lalu. Dari situ ditemukan, jumlah penduduk usia kerja yang pendapatannya terdampak pandemi Covid-19 masih terhitung tinggi.

"Kalau Agustus 2020 lalu covid dampak ke 29,12 juta penduduk usia kerja. Februari ini masih banyak dampak tapi menurun. Jumlah penduduk usia kerja terdampak covid di Februari 2021 sebanyak 19,10 juta," sebutnya.

"Artinya dampaknya tidak sedalam Agustus. Terjadi perbaikan, tapi belum fully recover," kata Kepala BPS.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓