IFG Life Resmi Jadi Anggota AAJI

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 04 Mei 2021, 16:10 WIB
Diperbarui 04 Mei 2021, 16:10 WIB
20160217-Ilustrasi Asuransi-iStockphoto
Perbesar
Ilustrasi Asuransi (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta PT Asuransi Jiwa IFG atau yang dikenal IFG Life secara resmi bergabung menjadi anggota Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI).

Masuknya IFG Life sebagai anggota AAJI merupakan momen penting, sehingga perusahaan yang menjadi anak usaha IFG ini dapat memperoleh aspirasi guna meningkatkan profesionalisme di industri asuransi jiwa.

“Dengan masuknya IFG Life menjadi anggota AAJI, diharapkan bisa ikut memelihara dan memupuk kerjasama yang saling memberikan manfaat dalam pengembangan usaha asuransi jiwa di Indonesia,” terang Direktur Utama IFG Life, Andy Samuel di Jakarta, Selasa (4/5/2021).

Seperti yang diketahui, AAJI merupakan organisasi yang memiliki sarana untuk berkomunikasi dalam menyampaikan aspirasi dan peningkatan profesionalisme para pelaku asuransi jiwa dan reasuransi di Indonesia. AAJI juga menjadi mitra pemerintah Republik Indonesia dalam hal pembinaan dan pengawasan kegiatan usaha asuransi jiwa dan reasuransi yang berkontribusi pada perekenomian nasional.

Pararel dengan itu, Sekretaris Perusahaan IFG, Oktarina D. Sistha menyampaikan, resminya IFG Life menjadi anggota AAJI juga menjadi momentum untuk memperoleh pengetahuan dalam pengembangan bisnis model perusahaan. Yang mana, Sistha bilang saat ini perusahaan telah menyiapkan model bisnis yang berorientasi kepada proteksi.

“Sebagai anggota AAJI tentunya kami akan mendapatkan masukan atas bisnis model perusahaan. Di mana, IFG Life akan kembali kepada marwah asuransi, yang memberikan perlindungan kepada pemegang polis baik asuransi jiwa maupun kesehatan,” tutur Sistha.

Saat ini, IFG Life diketahui sudah mengantongi izin operasional perusahaan melalui Surat Keputusan Dewan Komisioner OJK No KEP-19/D.05/2021. Dengan izin itu, IFG Life siap beroperasi dengan tiga pilar bisnis.

Pertama, mengelola portfolio Jiwasraya hasil dari program restrukturisasi polis. Kedua, melaksanakan bisnis baru yang berbasis jiwa dan kesehatan yang berorientasi pada proteksi. Ketiga, mengelola dana pensiun melalui Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).

 

2 dari 3 halaman

Pasar Utama IFG Life

20160217-Ilustrasi Asuransi-iStockphoto
Perbesar
Ilustrasi Asuransi (iStockphoto)

Adapun pasar utama yang akan digarap oleh IFG Life adalah ekosistem BUMN, mulai dari korporasi, pegawai, nasabah serta pelanggan BUMN. Bahkan saat ini, IFG Life juga sudah menyiapkan model bisnis yang berbeda dari model bisnis asuransi Jiwasraya.

Misalnya untuk mendorong pelanggan, IFG Life akan masuk dengan core proposition yang relevan sesuai dengan kebutuhan, baik itu asuransi jiwa maupun kesehatan. Kemudian, IFG Life memilih untuk menyiapkan penasihat keuangan yang mencoba mengerti kebutuhan pelanggan, yang berorientasi bukan hanya untuk kebutuhan penjualan jangka pendek.

Selain itu, IFG Life juga menyiapkan, Conservative and LDI-based investments: Di mana, investasi ini akan lebih prudent, lebih conservative, dan di sesuaikan dengan profil liabilitas atau kebutuhan perlindungan pemegang polis. “Dengan begitu kami yakin bahwa IFG Life mempunyai bisnis model yang cukup kuat dengan captive market di BUMN yang besar. Bahkan, dengan tata kelola dan risk management yang kuat, akan membantu memastikan bahwa perusahaan dikelola dengan baik, dan nantinya akan memberikan perlindungan kepada pemegang polis,” kata Sistha menambahkan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon menyambut baik terdaftarnya IFG Life sebagai anggota baru di AAJI. Budi berharap keberadaan IFG Life dapat memberi warna baru di dalam industri asuransi jiwa.

"Kami juga berharap kehadiran IFG Life juga dapat memberi kontribusi terhadap peningkatan literasi keuangan khususnya mengenai jiwa, kesehatan dan pengelolaan dana pensiun," ungkap Budi.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓