Apa Kabar Proyek Jalan Tol Akses Bandara Kertajati?

Oleh Pramita Tristiawati pada 03 Mei 2021, 16:40 WIB
Diperbarui 03 Mei 2021, 16:40 WIB
Bandara Kertajati
Perbesar
Bandara Kertajati. (Dok. Kemenag)

Liputan6.com, Jakarta Memasuki awal Mei 2021, pengerjaan jalan tol Cikopo-Palimanan ke Bandara Kertajati, Majalengka, baru 56 persen. Meski demikian, September 2021 diperkirakan pengerjaan akan selesai.

"Sampai saat ini, pembangunan Tol Cikopo-Palimanan ke Bandara Kertajati, sudah pada tahap 56 persen," ungkap Direktur Operasi Astra Tol Cipali Agung Prasetyo, saat acara virtual 'Media Gathering Silahturahmi Sehat', Senin (3/5/2021).

Menurutnya, pengerjaan akses tol tersebut termasuk cepat. Namun tetap memperhatikan kualitas infrastruktur jalan.

Nantinya, jalan tol Cipali menuju Bandara Kertajati tersebut, akan sangat memudahkan masyarakat mengakses bandara. Saat ini, pembangunan jalan tol akses Bandara Kertajati tengah dilakukan pemasangan girder jembatan di Km 158.

Namun, bilamana kedepannya ada agenda dibukanya embarkasi jamaah haji di bandara terbesar di Jawa Barat terbut, maka akses jalan tol bisa digunakan. "Kami dukung pemerintah untuk memperlancar jamaah haji, bilamana memang sudah dibuka," katanya. 

2 dari 3 halaman

Bandara Kertajati Bakal Punya Fasilitas Bengkel Pesawat TNI dan Swasta

(Foto: Dok PT Angkasa Pura II)
Perbesar
Bandara Kertajati (Foto: Dok PT Angkasa Pura II)

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat akan memiliki fungsi lainnya yang bersifat strategis yakni sebagai kawasan perawatan pesawat (maintenance, repair, overhaul/MRO) baik pesawat dari instansi pemerintah, TNI/Polri, maupun swasta.

“Tercatat kami sudah diskusi dengan Panglima TNI, Kasau (Kepala Staf TNI AU), untuk memanfaatkan kegiatan MRO atau perawatan pesawat-pesawat milik TNI, di mana TNI dan GMF (salah satu perusahaan MRO) sudah koordinasi,” kata Budi dalam konferensi pers daring dari Istana Kepresidenan seperti dikutip dari Antara, Senin (29/3/2021).

Hal itu diungkapkan Budi Karya usai rapat terbatas dengan jajaran Kabinet Indonesia Maju, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo.

GMF atau PT GMF Aero Asia, yang merupakan anak usaha BUMN PT Garuda Indonesia Tbk, juga sudah mendapat lisensi untuk melakukan perbaikan pesawat-pesawat yang berasal dari Amerika Serikat.

Dengan fungsi tambahan itu, kata Budi, pemerintah akan segera memulai pembangunan kawasan MRO di Kertajati.

“Akan kita kembangkan pada lahan-lahan yang sudah dimiliki dan akan dilakukan dengan cepat,” ujar dia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi), kata Budi, berpesan agar pesawat dari instansi pemerintah, dan juga swasta dapat memanfaatkan kawasan MRO tersebut di Kertajati.

“Tidak hanya TNI, tapi juga pesawat pemerintah, seperti BNPB, Basarnas, Kepolisian di-pool di sana sehingga maintenance-nya lebih baik. Kita juga inginkan MRO ini tidak saja untuk pemerintah, tapi yang akan datang, akan digunakan juga untuk MRO pesawat private yang selama ini perawatan di luar negeri,” ujar Menhub.

Saat ini, pemerintah juga sedang mengembangkan infrastruktur Jalan Tol Cileunyi–Sumedang–Dawuan atau Tol Cisumdawu sepanjang 62,60 kilometer yang akan menghubungkan Bandara Kertajati dengan kota-kota besar di Jawa Barat.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓