LPEI Dukung Pembiayaan Ekspor UMKM ke AS dan Kanada di Tengah Pandemi

Oleh Athika Rahma pada 02 Mei 2021, 21:50 WIB
Diperbarui 02 Mei 2021, 21:58 WIB
LPEI dukung pembiayaan ekspor UMKM batik di Sukoharjo, Jawa Tengah
Perbesar
LPEI dukung pembiayaan ekspor UMKM batik di Sukoharjo, Jawa Tengah (dok: LPEI)

Liputan6.com, Jakarta Bukan hal yang mudah bagi para pelaku UMKM menjalankan usahanya di tengah Pandemi Covid-19. Agar dapat bertahan, sang pemilik usaha harus bekerja keras dan menerapkan strategi yang jitu.

Hal serupa yang dialami AndrI Setyawan, pemilik CV Pria Tampan, sebuah UMKM Kain Batik Cap Berorientasi Ekspor asal Sukaharjo, Jawa Tengah.

Ia harus melakukan berbagai upaya agar kegiatan operasionalnya terus berjalan, cash flow usahanya terjaga serta menghindari pemutusan kerja.

Selain itu. Andri juga harus menjaga hubungannya dengan pembeli luar negeri. Baginya, konsistensi kualitas dan pelayanan personal yang baik merupakan kunci utama untuk mempertahankan kepercayaan pembeli.

Buah kerja keras itu terlihat, karena saat ini 95 persen produk Kain cap Andri Setiawan menembus pasar Amerika Serikat dan Kanada sejak lebih dari 3 tahun lalu.

Bahkan dalam kondisi tidak ada PO (Purchase Order) dari negara lain, Andri Setiawan tetap melakukan ekspor ke Negara Amerika Serikat dan Kanada untuk memenuhi kebutuhan perusahan retailer yang ada di sana dengan rata-rata pengiriman 5 kontainer per bulannya, senilai 160 ribu USD. Bahkan pada bulan April pengiriman itu meningkat mencapai 7 kontainer bernilai 220 ribu USD.

Selain memiliki pelanggan tetap, produk Kain Batik Cap milik Andri Setiawan ini juga diakui memiliki keunikan berupa bulir-bulir putih yang timbul pada kain yang berasal dari proses pewarnaan kain.

Bulir-bulir putih tersebut atau disebut Bubbling Effect ini membuat karakteristik Kain Batik Cap miliknya memiliki daya tarik tersendiri bagi para pembelinya. Di Amerika Serikat dan Kanada produk Kain Batik Cap digunakan sebagai penunjang dekorasi rumah.

Pada kondisi sulit seperti sekarang, Andri Setiawan mengakui dukungan pembiayaan LPEI melalui program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) bagi UMKM Berorientasi Ekspor sangat berarti bagi keberlangsungan operasional usahanya.

“Kami tetap harus beroperasi bukan hanya demi kepentingan bisnis ini agar dapat terus berjalan, tapi juga demi para pekerja yang menggantungkan harapan dan kesejahterannya disini serta perusahaan subkontrak yang menjalin kerjasama dengan kami. Dukungan PKE ini memberikan manfaat yang sangat berarti bagi kami. Kami dapat terus berproduksi dan memenuhi permintaan para pembeli tanpa harus khawatir kekurangan modal kerja,” ceritanya, Minggu (2/5/2021).

 

2 dari 3 halaman

Kapasitas Produksi Meningkat

Dengan warna yang cukup cerah, motif kain batik merak ngibing, masih tetap eksis di tengah maraknya batik cap atau printing saat ini
Perbesar
Dengan warna yang cukup cerah, motif kain batik merak ngibing, masih tetap eksis di tengah maraknya batik cap atau printing saat ini (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)

Manfaat Program PKE bagi Andri Setyawan berarti ia dapat meningkatkan kapasitas produksinya seiring dengan dengan pulihnya permintaan ekspor. Kapasitas produksi yang semula 100.000 yard perbulan naik signifikan menjadi 180.000 yard per bulan.

Sekretaris Lembaga LPEI, Agus Windiarto menyatakan bahwa LPEI akan terus menyalurkan PKE agar bisa mendorong pemulihan ekonomi nasional, khususnya kepada UMKM berorientasi ekspor yang terdampak pandemic COVID-19.

“PKE UKM yang dimandatkan Pemerintah kepada LPEI, harapannya dapat disalurkan kepada Pelaku Usaha seperti CV Pria Tampan yang memiliki nilai tambah dan sejumlah tenaga kerja. Dengan penyaluran PKE Pembiayaan UKM, pemulihan ekonomi khususnya ekspor dapat segera dipercepat realisasinya” tutup Agus.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓