Bos OJK Minta BSI Jadi Bapak Angkat Lembaga Keuangan Syariah Mikro

Oleh Liputan6.com pada 01 Mei 2021, 19:30 WIB
Diperbarui 01 Mei 2021, 19:30 WIB
FOTO: Pelayanan Bank Syariah Indonesia Usai Diresmikan Jokowi
Perbesar
Pekerja beraktivitas di kantor cabang Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selasa (2/2/2021). Pada 27 Januari 2021, BSI telah mendapatkan persetujuan dari OJK ditandai dengan keluarnya Salinan Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor 4/KDK.03/2021. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso meminta PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menjadi bapak angkat dari berbagai lembaga keuangan syariah berskala kecil di Indonesia. Alhasil, tidak mematikan bisnis dari lembaga keuangan syariah kecil tersebut.

"Dan ini (BSI) bisa menjadi bapak angkat. Bukan harus mematikan yang kecil-kecil, enggak. Harus merangkul yang kecil di bawah," tegasnya dalam acara Sarasehan Industri Jasa Keuangan di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (1/5).

Wimboh menjelaskan, dengan menjadikan BSI sebagai "Bapak Angkat" nantinya bisa menjadi hap penjualan produk-produk yang digenerate dari lembaga keuangan syariah itu. Sehingga, bisa meningkatkan merek dari suatu produk atau jasa yang dimiliki lembaga keuangan syariah mikro dari perusahaan besar sekelas BSI akibat white label.

"Jadi meskipun (berskala) kecil, tapi produknya sekelas Bank Syariah Indonesia. Kualitasnya juga, di harganya juga ga jauh berbeda," tekannya.

Maka dari itu, dia meyakini, dengan menjadikan BSI sebagai bapak angkat dari berbagai lembaga keuangan syariah berskala mikro lainnya mampu memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

"Karena kita ada pembiayaan syariah kecil, kita ada bank syariah yang kecil-kecil juga ada, bahkan di seluruh Indonesia. Inilah nanti (BSI) jadi bapak angkatnya," bebernya.

2 dari 3 halaman

BSI Salurkan Dana PEN Rp 8,6 Triliun per Maret 2021

FOTO: Pelayanan Bank Syariah Indonesia Usai Diresmikan Jokowi
Perbesar
Pekerja melayani nasabah di kantor cabang Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selasa (2/2/2021). Pada 27 Januari 2021, BSI telah mendapatkan persetujuan dari OJK ditandai dengan keluarnya Salinan Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor 4/KDK.03/2021. (Liputan6.com/Johan Tallo)

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memperkuat peran dalam mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Hingga Maret 2021, realisasi penyaluran pembiayaan PEN oleh BSI telah mencapai Rp8,6 triliun kepada lebih dari 60 ribu nasabah.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi menyampaikan, ditengah kondisi yang cukup menantang di masa pandemi pandemi Covid-19, BSI terus melakukan penyaluran pembiayaan ke berbagai sektor, melakukan penjaminan pembiayaan, dan subsidi margin. "Terbukti perbankan syariah masih tumbuh resilient," ujarnya dalam acara Sarasehan Industri Jasa Keuangan, Jumat (23/4/2021).

Khusus di wilayah Jawa Tengah, penyaluran PEN BSI tercatat sebesar Rp495 miliar atau 5,7 persen dari total penyaluran PEN BSI secara nasional. Penyaluran pembiayaan PEN ini mayoritas disalurkan ke segmen konsumer (36 persen), UKM (23 persen), dan mikro (22 persen) dari total pembiayaan PEN.

Dengan skala yang lebih baik hasil dari merger, BSI berharap mampu lebih berperan sebagai pilar baru Ekonomi di Indonesia. "Diharapkan dukungan BSI terhadap program pemerintah ini bisa turut membantu pembangunan ekonomi bangsa dan negara terutama pengentasan kemiskinan dan mensejahterakan rakyat," kata Hery.

Sementara dalam meningkatkan inklusi keuangan syariah, BSI berupaya meningkatkan komposisi dana murah dan me-manage pembiayaan dengan margin yang kompetitif.

Bank Syariah Indonesia juga berupaya untuk mewujudkan bank syariah yang inklusif, universal, memiliki produk yang lengkap dan kompetitif, serta didukung teknologi digital.

"Dengan skala yang lebih baik hasil dari merger, BSI berharap mampu lebih berperan sebagai pilar baru Ekonomi di Indonesia," pungkasnya.

Sulaeman

Merdeka.com 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓