Bahu Membahu Perusahaan Logistik dan UKM Bantu Korban Banjir di NTT

Oleh Liputan6.com pada 01 Mei 2021, 11:15 WIB
Diperbarui 01 Mei 2021, 13:13 WIB
Kementerian PUPR bergerak cepat untuk memastikan lokasi relokasi untuk pembangunan rumah bagi warga terdampak bencana banjir bandang dan longsor di NTT. (Dok Kementerian PUPR)
Perbesar
Kementerian PUPR bergerak cepat untuk memastikan lokasi relokasi untuk pembangunan rumah bagi warga terdampak bencana banjir bandang dan longsor di NTT. (Dok Kementerian PUPR)

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah krisis pandemi COVID-19 yang belum usai, Indonesia juga mendapat ujian dengan adanya bencana di beberapa wilayah yang menyebabkan banyak kerugian materil, kerusakan infrastruktur, hingga memakan korban jiwa.

Baru-baru ini, terjadi bencana banjir di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), hasil laporan BNPB menyatakan jumlah korban meninggal sebanyak 128 jiwa dan ribuan warga lainnya harus mengungsi ke daerah lain akibat cuaca ekstrem siklon Tropis Seroja.

Ninja Xpress sebagai salah satu penyedia layanan logistik menunjukan aksi kepeduliannya terhadap korban bencana alam angin kencang, banjir bandang, dan tanah longsor yang terjadi di Sumba, NTT.

Ninja Xpress melalui program Obsesi Untuk Negeri mengajak para pelaku UKM yang berada di bawah naungan Ninja Xpress untuk bergotong royong mengumpulkan bantuan yang diberikan kepada lebih dari 600 kepala keluarga. Enam ratus kepala keluarga ini terdiri dari karyawan Ninja Xpress dan warga yang terdampak bencana.

Para pelaku UKM yang terlibat berasal dari jaringan UKM yang telah bergabung dan aktif mengikuti program-program yang dihadirkan oleh Ninja Xpress seperti Program Aksilerasi dan Ninja Academy, serta aktif menggunakan layanan Ninja Xpress untuk kebutuhan logistik usahanya.

Proses pendistribusian bantuan ini dikoordinasikan langsung oleh tim Ninja Xpress dan akan didistribusikan langsung mulai 1 Mei hingga 10 Mei 2021 mendatang dari Station Ninja Xpress yang berada di titik bencana seperti, Kota Waingapu, Kabupaten Lembata, Kabupaten Adonara, dan Kota Kupang.

“Banyak dari tim kami yang berada di Sumba yang terdampak dan menjadi korban dari bencana yang tidak dapat dihindari, yang diketahui sebagai banjir bandang terbesar selama satu dekade terakhir di wilayah NTT. Kami sangat berduka dengan kondisi tersebut. Maka dari itu, sudah sepatutnya Ninja Xpress bersama para pelaku UKM saling bahu membahu dan bergotong royong untuk membantu saudara-saudari kami, keluarga kami yang tengah tertimpa musibah saat ini," kata Chief Marketing Officer Ninja Xpress, Andi Djoewarsa dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (1/5/2021).

 

2 dari 3 halaman

Kumpulkan Bantuan Sembako

Kondisi Lembata NTT usai Terjangan Banjir Bandang
Perbesar
Sebuah kendaraan rusak terendam air banjir setelah banjir bandang di Ile Ape, di Pulau Lembata, provinsi Nusa Tenggara Timur, Minggu (4/5/2021). NTT diterjang banjir bandang dan tanah longsor pada Minggu dini hari, 4 April 2021, sekitar pukul 01.00 WITA. (AP Photo/Ricko Wawo)

Selama bulan April ini, tim Ninja Xpress berkoordinasi dengan para pelaku UKM dan pihak-pihak terkait untuk mengumpulkan bantuan sembako, makanan instan dan/atau kaleng, pakaian bayi dan dewasa, masker, vitamin, selimut, dan keperluan primer serta sekunder lainnya.

Barang-barang yang dikumpulkan merupakan barang hasil produksi para pelaku UKM. Beberapa pelaku UKM yang turut terlibat adalah I Told U untuk pakaian dewasa, LK.KIDS Shop untuk pakaian bayi, Bandeng Rawe untuk makanan instan dalam bentuk kaleng, serta Nutrigoat untuk kebutuhan nutrisi guna mendukung kesehatan dan kekuatan imunitas para korban.

“Para tim dan kurir Ninja Xpress yang terkena musibah bencana alam di Sumba ini juga merupakan garda terdepan yang selama ini membantu kami dalam mendistribusikan barang-barang hasil produksi kami kepada konsumen kami, terlebih pada masa pandemi seperti ini disaat hampir sebagian besar transaksi dilakukan secara online," ungkap Ma’ruf Kamala Rizki pemilik Bandeng Rawe.

Melalui program CSR Ninja Xpress ini, kami sangat senang karena telah dibukakan akses untuk dapat turut memberikan bantuan. Kami berharap, kondisi di Sumba dapat segera pulih dan masyarakat dapat beraktivitas normal seperti sebelumnya," jelas dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓