Dilirik Banyak Investor, Danau Toba Matangkan Rencana Pengembangan Kawasan

Oleh Maulandy Rizki Bayu Kencana pada 30 Apr 2021, 20:45 WIB
Diperbarui 30 Apr 2021, 20:45 WIB
Danau Toba
Perbesar
Foto udara yang diambil 4 April 2019 ini menunjukkan Danau Toba dari kawasan Sigapitan, Sumatera Utara. Danau terbesar di Asia Tenggara yang dikelilingi tujuh kabupaten di Sumatera Utara tersebut luasnya hampir dua kali ukuran Negara Singapura. (GOH CHAI HIN / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) telah menerima dokumen rencana induk pengembangan kawasan pariwisata Danau Toba, Sumatera Utara yang banyak dilirik oleh investor.

Dokumen ini disampaikan langsung oleh Direktur Destinasi Pariwisata, Badan Pengelola Otorita Danau Toba (BPODT) kepada Menteri PANRB yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Budaya Kerja Kementerian PANRB Teguh Widjinarko di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Jumat (30/4/2021).

"Masterplan dari BPODT telah kami terima dan akan kami sampaikan ke Menteri PANRB selaku Dewan Pengarah. Selanjutnya, Kementerian PANRB siap mendukung dan membantu, terutama yang berkaitan dengan kebijakan kebutuhan SDM, dan pendampingan perbaikan pelayanan," ujar Teguh.

Danau Toba menjadi salah satu dari lima Destinasi Super Prioritas (DSP) yang diusung pemerintah. Untuk itu, Teguh menyampaikan bahwa BPODT dapat mengajukan kebutuhan SDM yang dibutuhkan guna mendukung pembangunan kawasan wisata tersebut.

Tak hanya itu, Kementerian PANRB juga dapat memberikan pendampingan perbaikan pelayanan perizinan/investasi, dan berbagai pelayanan publik lainnya yang terkait dengan pariwisata.

Direktur Destinasi Pariwisata BPODT M Tata S Ridwanullah menyampaikan, penyusunan masterplan ini berada di atas lahan otorita seluas 386,73 ha. Dia menjelaskan, dalam masterplan tersebut, BPOTD telah menyiapkan perencanaan ke depannya.

"Mulai dari aksesibilitas, market study, design guideline, dan detail engineering drawing-nya. Intinya bagaimana kami memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar berupa air, listrik, pengolahan limbah, dan lain-lain," terangnya.

Tata juga menerangkan bahwa saat ini pembangunan beberapa fasilitas penunjang kawasan Danau Toba terus dikejar. "Kini juga mulai banyak investor yang menunjukkan minatnya berinvestasi di area tersebut, baik dari dalam maupun luar negeri," tandasnya.

2 dari 3 halaman

2 Proyek SPAM di KSPN Danau Toba Segera Rampung

Danau Toba
Perbesar
Gambar pada 3 April 2019 menunjukkan sebuah kapal wisata tiba di Pulau Samosir, pulau vulkanik di tengah Danau Toba, provinsi Sumatera Utara, 3 April 2019. Di kalangan masyarakat Batak sendiri, Danau Toba ibaratnya inang atau ibu yang akan selalu menanti dengan keindahannya. (GOH CHAI HIN / AFP)

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera merampungkan proyek jaringan perpipaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Merek dan SPAM Simanindo di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Prioritas Danau Toba, Sumatera Utara.

Menteri Basuki mengatakan, prasarana dan sarana air minum merupakan infrastruktur dasar yang memberikan pengaruh vital pada kesehatan dan lingkungan.

Selain itu, pembangunan jaringan layanan air minum melalui peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di KSPN Prioritas juga diharapkan dapat menjaga optimisme dan kesinambungan pembangunan infrastruktur untuk mendukung produktivitas sektor pariwisata di tengah ketidakpastian ekonomi akibat pandemi Covid-19.

"Dalam tatanan normal baru untuk hidup berdamai dengan pandemi Covid-19, Pemerintah meyakini bahwa sektor ekonomi utama yang dapat rebound dengan cepat adalah sektor pariwisata. Untuk itu, tidak ada kegiatan pembangunan infrastruktur pada 5 KSPN yang dihentikan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (20/4/2021).

Proyek SPAM Merek yang berkapasitas di 20 liter per detik terletak di Kabupaten Karo, dengan anggaran untuk Instalasi Pengolahan Air (IPA) Rp 10,7 miliar dan perpipaan Rp 18,17 miliar melalui skema tahun jamak atau multiyears contract (MYC) 2020-2021.

Sementara proyek SPAM Simanindo menghabiskan anggaran Rp 11,8 miliar untuk jaringan perpipaan melayani 200 Sambungan Rumah (SR) di kawasan Tomok.

Untuk progres pembangunannya, saat ini SPAM Merek sudah 100 persen untuk IPA dan perpipaan ditargetkan rampung seluruhnya pada Juni 2021 sesuai kontrak.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓