Yulia Helmi, Agen BRILink asal Padang Buktikan Wanita Bisa Jadi Tulang Punggung Keluarga

Oleh Tira Santia pada 30 Apr 2021, 18:02 WIB
Diperbarui 30 Apr 2021, 18:03 WIB
Agen BRILink Yulia Helmi dari Padang, Sumatera Barat. Istimewa
Perbesar
Agen BRILink Yulia Helmi dari Padang, Sumatera Barat. Istimewa

Liputan6.com, Jakarta Memiliki multi peran dijalani dengan ikhlas Yulia Helmi, perempuan asal Padang, Sumatera Barat. Selain pedagang sembako, ibu, istri, dia juga merupakan agen BRILink, yang selalu siap melayani masyarakat di sekitarnya soal urusan perbankan.

Alhamdulillah saya tidak ada kesulitan. Saya bisa menyesuaikan antara rumah tangga dan menjadi agen BRILink, dan ketika ada kegiatan bersama BRI Insyaallah saya bisa menyesuaikan,” kata Yulia Helmi saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (30/4/2021).

Dari agen BRILink milik PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan bisnis sembako, Yulia Helmi mampu menafkahi seluruh anggota keluarga yang terdiri dari 12 orang yang tinggal dalam 1 rumah.

“Saya mampu menafkahi 12 orang keluarga saya, orang tua, adik yang kuliah 2 orang, adik SMA 1, anak 5 orang (1 SMA, 1 SMP, 1 SD, 1 TK, 1 masih balita), saya dan suami. Alhamdulillah cukup untuk makan, saya juga bisa menguliahkan adik,” ungkapnya.

Awal Mula Gabung BRILink

Yulia Helmi tidak bekerja sendiri, biasanya dia dibantu sang suami dalam mengelola usaha warung sembako maupun melayani transaksi BRILink.

Dia membuka usaha warung sembako dan agen BRILink sejak 2016. Awalnya ditawarkan teman. Saat itu, agen BRILink juga penyalur PKH dan BNPT.

“Saya jawab mau. Saya pun mengajukan diri untuk mendaftar menjadi penyalur. Karena di daerah saya banyak penerima PKH dan BPNT,” jelasnya.

Sejauh ini, dia tidak mengalami kesulitan berarti sebagai agen BRILink maupun berbisnis sembako. Justru mendapatkan keuntungan lebih.

Transaksi yang dilayaninya mencapai 50 transaksi per hari. Dari hasil BRILink saja mampu mengantongi Rp 3 juta per bulan. Sementara untuk warung sembako Rp 100 per hari.

"Kalau tidak menjadi agen BRILink saya mungkin tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, karena warung sembako tidak bisa terus diharapkan, saya tidak bisa makan,” kata Yulia Helmi.

Selain mengedukasi dan membimbing anggota komunitas BRILink lainnya, Yulia Helmi juga berusaha menjaga nasabahnya. Seperti mencegah mereka dari aksi penipuan oknum tak bertanggung jawab.

“Saya sering bantu nasabah yang kena penipuan, makanya saya selalu waspada dan mewanti-wanti kepada suami jika ada nasabah yang mau transfer untuk dibicarakan dulu,” kata Yulia.

2 dari 3 halaman

Ketua Komunitas

Agen BRILink Yulia Helmi dari Padang, Sumatera Barat. Istimewa
Perbesar
Agen BRILink Yulia Helmi dari Padang, Sumatera Barat. Istimewa

Berkat kinerjanya, perempuan berusia 39 tahun ini ditunjuk menjadi Ketua komunitas Agen BRILink di Kanca Khatib Sulaeman, Padang. Di sini, dia bertugas mengedukasi dan membimbing anggota komunitas BRILink lainnya.

“Saya diangkat jadi ketua pada tahun 2018 dan sudah berjalan selama dua tahunan. Tugas saya itu ketika ada permasalahan langsung diatasi. Kadang jika ada agen BRILink yang transaksinya kurang, maka Kanwil BRI akan menelpon saya untuk membantu agen tersebut,” ujarnya.

Meskipun berlatar belakang pendidikan SMA dan hanya memiliki usaha warung sembako, Yulia Helmi tetap berusaha menunjukkan kemampuan di komunitas agen BRILink. Demikian pula saat menjadi tulang punggung dalam ekonomi keluarganya.

Tentu, menjadi pemimpin bukanlah hal yang tabu lagi bagi wanita, seperti ditunjukkan Yulia Helmi. Ibu 5 anak ini telah membuktikan bahwa gender, latar belakang ekonomi dan pendidikan tidak mempengaruhi keberhasilannya sebagai ketua komunitas agen untuk tetap membantu dan tumbuh bersama agen BRILink lainnya.(*)

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Ini

Lanjutkan Membaca ↓