Upaya Indonesia Keluar dari Jebakan Kelas Menengah Terganjal Pandemi Covid-19

Oleh Andina Librianty pada 29 Apr 2021, 14:42 WIB
Diperbarui 29 Apr 2021, 14:42 WIB
Keynote Speaker selanjutnya dalam web seminar ini adalah Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa (Istimewa)
Perbesar
Keynote Speaker selanjutnya dalam web seminar ini adalah Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta Upaya Indonesia keluar dari jebakan kelas menengah atau Middle Income Trap pada 2036 terganjal pandemi Covid-19. Pandemi telah mengganggu pembangunan di seluruh tingkatan.

MIT atau perangkap pendapatan kelas menengah, merupakan keadaan ketika suatu negara terjebak di tingkat pendapatan menengah.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, mengungkapkan sebelum pandemi, Bappenas berencana bisa mengantarkan Indonesia sebagai negara maju pada 2045. Sebelumnya, Indonesia ditargetkan sudah keluar dari MIT pada 2036.

"Sayangnya 2020 ada Covid-19, dan ini berdampak luas pada kinerja pembangunan di seluruh tingkatan, dan ini mengganggu upaya kita keluar dari Middle Income Trap, sehingga kita butuh adaptasi terhadap RKP kita dan kerangka penyesuaian ekonomi makro," kata Suharso dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat 2021 pada Kamis (29/4/2021).

Salah satu jalan terbaik yang dipilih adalah dengan melakukan transformasi ekonomi, yang diharapkan bisa memberikan landasan kokoh mewujudkan visi Indonesia sesuai amanat Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar Indonesia keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah.  Sebab itu, 2022 pun akan menjadi tahun kunci meletakkan kembali landasan untuk keluar dari MIT.

 

2 dari 3 halaman

Syarat Keluar Jebakan Kelas Menengah

(Foto: Merdeka.com/Wilfridus S)
Perbesar
Suharso Monoarfa (Foto: Merdeka.com/Wilfridus S)

Menurut Suharso, agar Indonesia bisa keluar dari jebakan tersebut maka setidaknya ekonomi nasional harus tumbuh 6 persen pasca pandemi. Sehingga, Indonesia bisa "lulus" dari MIT sebelum 2045.

"Dalam upaya itu, tantangan kita cukup besar dan dengan transformasi ekonomi, kita berupaya melakukan perubahan struktur perekonomian dari lower productivity menjadi higher productivity sectors, dan juga meningkatkan produktivitas di masing-masing sektor," tutur dia.

Tanpa ada redesain transformasi ekonomi dan apabila ekonomi Indonesia hanya mampu tumbuh 5 persen, maka belum bisa keluar dari MIT pada 2040-2050.

Jika demikian, Indonesia pun menghadapi tantangan dari negara-negara Asia Tenggara, yaitu Filipina yang diprediksi akan bisa menyalip pendapatan per kapita Indonesia pada 2037 dan Vietnam pada 2043.

"Total factor productivity (tingkat produktivitas) Indonesia kita khawatirkan menurun dan ada kecenderungan menjadi yang terendah di kawasan Asia. Total factor productivity ini penting sekali," jelas Suharso.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Ini

Lanjutkan Membaca ↓