Menteri Bahlil: Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal I-2021 Belum Menggembirakan

Oleh Liputan6.com pada 29 Apr 2021, 15:10 WIB
Diperbarui 29 Apr 2021, 15:10 WIB
20151229-Bahlil Lahadalia-AY
Perbesar
Ketua BPP HIPMI Bahlil Lahadalia saat memberi keterangan pers di Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia menyebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2021 belum terlalu menggembirakan. Namun, pertumbuhan tersebut diperkirakan akan jauh lebih baik jika dibandingkan dengan kuartal IV-2020 yang terkontaksi minus 2,19 persen.

"Pertumbuhan ekonomi di kuartal I belum terlalu menggembirakan. Dalam analisa BKPM itu salah satu di antaranya Indonesia," jelasnya dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat 2021, secara virtual, Kamis (29/4).

Bahlil Lahadalia mengatakan, pada kuartal I-2021 beberapa ekonomi negara maju sudah mencatatkan laju pertumbuhan yang positif. Di mana China tumbuh di 18,3 persen dan Amerika Serikat pun juga ikut tumbuh. Tapi disebagian negara lain, termasuk Indonesia masih belum bisa tumbuh lebih cepat.

"Saya yakin Menkeu (Sri Mulyani) sudah melakukan banyak hal dalam rangka memulihkan ekonomi termasuk Bappenas," jelas Bahlil Lahadalia.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2021 bakal berada di dalam range antara minus 1 persen hingga minus 0,1 persen. Proyeksi ini lebih baik jika dibandingkan posisi pertumbuhan sepanjang 2020 yang minus 2,07 persen.

"Kita berharap sih sebetulnya bisa mencapai zona netral, tapi kita masih mendekati minus 0,1 persen," kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN Kita, Edisi Maret, Selasa (23/3).

 

2 dari 3 halaman

Proyeksi Pertumbuhan

FOTO: Indonesia Dipastikan Alami Resesi
Perbesar
Suasana arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (5/11/2020). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 minus 3,49 persen, Indonesia dipastikan resesi karena pertumbuhan ekonomi dua kali mengalami minus. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Bendahara Negara itu menyampaikan, proyeksi pertumbuhan itu didasari dari kegiatan ekonomi di Indonesia yang sudah mulai menunjukkan adanya pemulihan. Hal ini seiring jumlah kasus Covid-19 menurun ke level 5.000 dibandingkan sebelumnya mencapai 12 ribu.

Dia mencontohkan beberapa aktivitas di lokasi perdagangan bahan pokok dan sektor farmasi sudah mengalami pemulihan pada Maret 2021. Bahkan aktivitas perbelanjaan ritel dan transportasi juga menunjukkan perbaikan sejak awal tahun.

Sementara, Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di kisaran minus 1 sampai 0,5 persen di kuartal I-2021. Proyeksi ini tidak begitu jauh dari yang dilakukan pemerintah yakni dalam range antara minus 1 persen hingga minus 0,1 persen.

"Kita proyeksikan kuartal I masih negatif tapi lebih tipis minus 1 sampai 0,5 persen di kuartal I," jelasnya dalam diskusi Mendobrak Inersia Pemulihan Ekonomi, Selasa (27/4).

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓