Indonesia Financial Group Luncurkan Lembaga Think Tank IFG Progress

Oleh Athika Rahma pada 28 Apr 2021, 13:45 WIB
Diperbarui 28 Apr 2021, 13:45 WIB
Pemerintah Luncurkan Indonesia Financial Group, Perkuat Industri Asuransi dan Penjaminan Indonesia
Perbesar
IFG memiliki sembilan entitas anak perusahaan.

Liputan6.com, Jakarta - Holding BUMN asuransi dan penjaminan Indonesia Financial Group (IFG) meluncurkan lembaga riset atau think tank IFG Research Institute bernama IFG Progress, Rabu (28/4/2021). Lembaga ini didirikan sebagai wadah pikir bagi perkembangan industri jasa keuangan di Indonesia.

Direktur Utama IFG Robertus Bilitea mengatakan, penunjukan IFG sebagai holding memiliki peranan penting dalam menguatkan literasi industri jasa keuangan.

"Oleh karenanya hari ini kami luncurkan IFG Research Institute yang diharapkan bisa memberikan inovasi lain untuk memajukan perekonomian Indonesia khususnya untuk industri jasa keuangan," ujar Robertus dalam acara IFG Progress Launching secara daring.

Lanjutnya, program kerja IFG Progress sendiri merupakan primary research dan secondary research terkait dengan isu-isu yang mengemuka di industri jasa keuangan. Lembaga ini juga bakal memfasilitasi forum diskusi antara pakar di industri jasa keuangan, memberikan edukasi kepada publik, sekaligus pemangku kepentingan, penegak hukum, dan regulator.

Program kerja ini disusun agar iklim industri jasa keuangan semakin sehat dan bermanfaat bagi publik melalui sumbangan pemikiran kepada regulator dan pemangku kepentingan sebagai upaya menata dan meregulasi dan mengawasi industri jasa keuangan.

Kehadiran IFG Progress, lanjutnya, diharapkan bisa menjadi pelopor penting think thank dalam menghasilkan pemikiran progresif.

"Melalui IFG Progress diharapkan dapat berikan masukan bagi pelaku indutsri jasa keuangan kita semua seluruh Indonesia dan dapat digunakan acuan bagi pembuat kebijakan, akademisi dalam memajukan industri jasa keuangan," katanya.

 

2 dari 2 halaman

Erick Thohir Ingin IFG Contoh Ping An Insurance yang Masuk Fortune Global 500

Erick Thohir Rapat Perdana di DPR
Perbesar
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bersiap mengikuti rapat dengan Komisi VI DPR, di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (2/12/2019). Rapat tersebut membahas Penyertaan Modal Negara (PMN) pada Badan Usaha Milik Negera tahun anggaran 2019 dan 2020. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menekankan pentingnya transformasi sektor jasa keuangan agar semakin profesional, kuat, dipercaya masyarakat dan mengikuti perkembangan zaman yang berdaya saing global.

Sebagai bentuk transformasi tersebut, pemerintah telah membentuk Indonesia Financial Group (IFG) yang merupakan BUMN holding perasuransian dan penjaminan. Erick Thohir berharap, IFG dapat mencontoh Ping An Insurance dalam melakukan transformasi sektor jasa keuangan.

"Ping An Insurance, perusahaan asuransi Asia yang masuk jajaran Fortune Global 500, bisa maju berkat tata usaha yang profesional, inovasi produk keuangan dan penerapan teknologi," kata Erick dalam IFG Progres Launching, Rabu (28/4/2021).

Mengutip laman Fortune, Ping An yang bermarkas di Shenzhen, China ini berada di peringkat 21 di jajaran Global 500. Erick Thohir melanjutkan, Ping An tidak hanya dipercaya konsumen, namun juga adaptif dalam digitalisasi dan perubahan perilaku konsumen. Hal ini lah yang membuat perusahaan asuransi ini bisa tumbuh kuat dan berdaya saing global.

Erick Thohir melanjutkan, Ping An tidak hanya dipercaya konsumen, namun juga adaptif dalam digitalisasi dan perubahan perilaku konsumen. Hal ini lah yang membuat perusahaan asuransi ini bisa tumbuh kuat dan berdaya saing global.

IFG sendiri dibentuk berlandaskan AKHLAK yang menjadi core value di Kementerian BUMN, terutama pada poin Amanah, Kompeten dan Adaptif.

Oleh karenanya, pengelolaan holding ini harus dilakukan dengan progresif, bersinergi kuat dan memiliki tata kelola yang baik agar apa yang dicita-citakan dapat tercapai.

"Saya harap IFG dan sektor jasa keuangan di Indonesia secara keseluruhan dapat bertransformasi seperti Ping An dan menjadi pilar kekuatan ekonomi yang tidak hanya memberi yang terbaik kepada pelanggan tapi ke pemegang saham dan masyarakat," ujar Erick.

Lanjutkan Membaca ↓