Pemerintah Bakal Bangun LRT di Malang

Oleh Liputan6.com pada 27 Apr 2021, 11:45 WIB
Diperbarui 27 Apr 2021, 11:45 WIB
FOTO: Melihat Progres Pembangunan Stasiun LRT Dukuh Atas
Perbesar
Pekerja beraktivitas menyelesaikan pengerjaan Stasiun LRT Jabodebek Dukuh Atas, Jakarta, Minggu (29/11/2020). Saat ini progres pembangunan LRT Jabodebek sudah mencapai 79,52 persen dan ditarget akan beroperasi pada pertengahan 2022. (Liputan6/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah akan membangun transportasi massal di Kota Malang, Jawa Timur. Seperti salah satunya LRT.

Dalam pembangunannya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan proyek tersebut akan menggunakan produk-produk dalam negeri.

"Kita akan bantu fasilitasi untuk pembangunan LRT karena kita sudah ada pengalaman buat LRT di Jakarta," kata Luhut dalam keterangan persnya, Jakarta, Selasa (27/4/2021).

Belajar dari pengalaman pembangunan LRT di Jakarta, Luhut meyakini Indonesia bisa membangun sendiri angkutan massal ini. Sehingga tidak perlu lagi impor.

"Jadi kita sudah tahu titik-titiknya sehingga ndak perlu impor dari luar," kata dia.

Bertolak dari pengalaman di Jakarta, menurut Luhut menilai Indonesia sudah mampu untuk membangun LRT sendiri. Sehingga dalam pembangunan proyek kali ini akan menggunakan produk dalam negeri yang dibuat di Madiun.

"Saya pikir dengan pengalaman LRT di Jakarta kita sudah bisa buat dari Madiun, jadi sudah cukup," kata dia.

"Itu anak-anak bangsa yang buat kereta apinya dan semuanya. Nah saya mohon Malang, karena banyak universitas-universitas bisa dilibatkan dalam konteks ini," sambung Luhut.

Anisyah Al Faqir

Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Proyek LRT Jabodebek Capai 73 Persen, Beroperasi Juni 2022

Lebih Dalam Melihat Rangkaian Gerbong LRT
Perbesar
Petugas mengecek kesiapan kereta listrik saat uji coba di stasiun LRT TMII, Jakarta, Rabu (11/11/2020). Tes dilakukan mulai dari uji kelayakan hingga kebisingan. Ditargetkan LRT Jabodebek beroperasi pertengahan 2022. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) melakukan monitoring risiko atas jaminan yang diberikan kepada proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek.

Hasilnya, progres LRT Jabodebek saat ini telah mencapai 73 persen overall dan ditargetkan beroperasi pada Juni 2022.

Sejalan dengan target operasi tersebut, mulai Oktober 2020, kereta (trainset) LRT Jabodebek telah melakukan uji perjalanan manual (grade of automation level 0/GoA0) pada Lintas Pelayanan (LP) 1 Cibubur – Cawang yang berada disisi tol Jagorawi.

Pengujian tersebut akan terus ditingkatkan secara bertahap menjadi operasi tanpa masinis (grade of automation level 3/GoA3).

Dengan teknologi ini jarak kedatangan kereta di LP 3 (Cawang – Dukuh Atas) akan menjadi jalur kereta paling cepat, yaitu tiap 3 menit sekali pada jam sibuk, sedangkan pada LP 1 dan 2 adalah tiap 6 menit sekali. Dengan teknologi yang digunakan pada LRT Jabodebek, tiap harinya akan mampu mengangkut 180.000 penumpang pada tahun pertama operasinya.

"Setelah beroperasi, LRT akan melengkapi sarana transportasi masal berbasis rel di area Jakarta, sebagaimana yang telah diterapkan pada kota-kota metropolitan lain di seluruh dunia," tulis keterangan kemenkeu seperti dikutip dari laman resminya, Selasa (27/4/2021).

Sebagai informasi, tahun 2015 telah menjadi momentum peluncuran moda transportasi perkotaan dengan basis rel sebagai solusi mengurangi kemacetan di kota-kota besar.

Beberapa proyek utama yang telah diluncurkan Pemerintah, yaitu pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek yang melibatkan peran BUMN PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Adhi Karya, serta Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang dikembangkan dengan skema business to business.

Khusus pada proyek LRT Jabodebek, Pemerintah melalui Kementerian Keuangan tidak hanya memberikan dukungan fiskal melalui Penyertaan Modal Negara (PMN), namun juga melalui jaminan pemerintah atas pinjaman sindikasi sebesar Rp18,1 triliun, pinjaman Transaksi Khusus sebesar Rp1,15 triliun, serta tambahan pendanaan pembangunan depo sebesar Rp4,2 triliun.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓