Menko Luhut Targetkan Pembangunan Bandara Kediri Rampung Tengah 2023

Oleh Athika Rahma pada 27 Apr 2021, 08:30 WIB
Diperbarui 27 Apr 2021, 08:30 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kunjungan kerja ke Bandara Dhoho, Kediri, Senin (26/4/2021). (Foto: Kemenko Marves)
Perbesar
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kunjungan kerja ke Bandara Dhoho, Kediri, Senin (26/4/2021). (Foto: Kemenko Marves)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke Bandara Kediri yang terletak di Dhoho, pada Senin 26 April 2021.

Berdasarkan penjelasan dari PT Gudang Garam sebagai investor pada pembangunan Bandara Kediri, bandara ini dibangun untuk meningkatkan konektivitas serta pertumbuhan ekonomi di Kediri dan sekitarnya. Proses pembangunan di bandara saat ini sudah memasuki tahap penyiapan lahan.

"Saya lihat pembangunan Bandara Kediri sudah mengalami banyak kemajuan. Bupati Kediri sudah melaporkan progres pembangunan, jalan sudah dibuat, sebagian lahan juga telah dibuka," jelas Menko Luhut dalam keterangan tertulis, Selasa (27/4/2021).

Adapun, Bandara Kediri sendiri memiliki luas 317 Ha, dan melintasi beberapa desa di sekitarnya. Bandara ini akan menjadi harapan besar bagi wilayah Kediri dan sekitarnya sebagai gerbang alternatif untuk masuk ke Jawa Timur. Mobilitas warga di desa sekitar bandara juga diharapkan meningkat.

"Bandara ini direncanakan menjadi bandara internasional, sehingga pusat untuk haji dan umrah dapat dibagi ke dua bandara, tidak hanya bandara di Surabaya," jelas Luhut.

Dirinya menambahkan, bandara ini akan menjadi cara untuk meningkatkan komunikasi bagi wilayah selatan di Jawa Timur.

Dengan segala progress pembangunannya, Luhut menargetkan proyek Bandara Kediri ini dapat segera selesai pertengahan 2023 mendatang.

"Saya harap proyek ini dapat berjalan dengan baik sehingga dapat meningkatkan kehidupan masyarakat, dan selesai tepat waktu pada pertengahan 2023," tutup Luhut.

2 dari 3 halaman

Pembebasan Lahan Bandara Kediri Kurang 1,6 Hektare

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengunjungi Bandara Dhoho, Kediri, Senin (26/4/2021). (Foto: Kemenko Marves)
Perbesar
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengunjungi Bandara Dhoho, Kediri, Senin (26/4/2021). (Foto: Kemenko Marves)

Sebelumnya, Bupati Kediri Haninditho Himawan Pramana meninjau proyek bandara Kediri untuk memastikan pengerjaannya. Ia menyebutkan ada beberapa lahan untuk pembangunan bandara Kediri yang belum selesai dibebaskan.

“Lahan yang kurang itu 0,4 persen dari total luas bandara, PT Gudang Garam sudah mengkomunikasikan kepada pihak yang terkena pembebasan lahan,” ujar Mas Bup, sapaan akrab bupati Kediri, seperti yang dikutip dari Antara, Sabtu (24/4/2021).

Sesuai rencana, lahan yang diperuntukkan pembangunan bandara sekitar 300 sampai 400 hektare.

Peletakan batu pertama pembangunan bandara Kediri telah dilakukan pada 15 April 2020. Peletakan batu pertama pembangunan Bandara Dhoho, Kediri, itu dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan secara virtual karena pandemi Covid-19.

Bupati Kediri juga sudah berkomunikasi dengan pimpinan PT Surya Dhoho Investama (SDI). Hasilnya, progres pembangunan bandara cukup bagus, bahkan pada awal 2023 ditargetkan penerbangan komersial.

Bandara Kediri yang berada di Kabupaten Kediri bagian barat itu menjadi bandara pertama di Indonesia yang dibangun dengan 100 persen dana investasi swasta oleh PT Surya Dhoho Investama, anak perusahaan PT Gudang Garam dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓