Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masih Bergantung pada Konsumsi Masyarakat

Oleh Liputan6.com pada 26 Apr 2021, 17:50 WIB
Diperbarui 26 Apr 2021, 17:50 WIB
FOTO: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Kuartal III 2020 Masih Minus
Perbesar
Pemandangan deretan gedung dan permukiman di Jakarta, Rabu (1/10/2020). Meski pertumbuhan ekonomi masih di level negatif, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut setidaknya ada perbaikan di kuartal III 2020. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan, komponen Gross Domestic Product (GDP) terdiri dari konsumsi, belanja pemerintah, investasi, ekspor, dan impor. Dari hal itu konsumsi menjadi penopang perekonomian Indonesia.

“Kalau kita lihat konsumsi kita ini sebenarnya menjadi penopang daripada ekonomi Indonesia, karena 58,96 persen atau 59 persen dari perekonomian Indonesia itu datang dari konsumsi. Jadi kalau konsumsinya terganggu maka perekonomian Indonesia juga pertumbuhannya akan terganggu,” jelas Lutfi melalui siaran virtual, pada Senin (26/4/2021).

Pada tahun 2020 lalu belanja pemerintah mengalami defisit dengan kontribusi terhadap perekonomian sebesar 9,29 persen. Sedangkan untuk Investment berkontribusi terhadap GDP hanya sebesar 31,73 persen, dan ekspor sebesar 34 persen.

Dia mengatakan melalui angka tersebut untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi di tahun ini maka dari konsumsi harus naik 5 persen, investor 15 persen, eksport 5 persen, dan import 2 persen.

Adapun melalui ekspor non migas di tahun 2020 terjadi penurunan, Lutfi mengatakan penurunan yang terjadi bukanlah hal yang buruk. Hal itu dikarenakan dibandingkan dengan tahun 2019 hanya terjadi penurunan Rp 900 juta, atau tidak lebih dari 0,57 persen antara tahun 2020 dan 2019.

Sementara itu pada impor terjadi penurunan yang lebih rendah dibandingkan ekspor. Pada import penurunan yang terjadi sebesar 17,34 persen, untuk sektor nonmigas turun sebesar 15 persen.

Kemudian pada total ekspor di tahun 2021, terjadi kenaikan sebesar 48,90 miliar USD atau 16,52 persen, dibandingkan dengan tahun sebelumnya pada kuartal pertama tumbuh sebesar 17 persen. Serta eksport untuk nonmigas per maret 2021 Rp 17,4 miliar, dan menjadi angka kenaikan tertinggi dalam sejarah ekspor non migas per bulannya.

“Kalau kita liat importnya tumbuh sehat di 43,38 persen atau naik 10,76 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan ini juga kenaikanya lumayan 14,51 persen dari ekspornya atau pertumbuhannya kalau dibandingakan dengan bulan lalu double digit,” jelasnya.

Adapun dengan kenaikan yang terjadi menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia dari impor telah tumbuh. Serta kenaikan ini mendapatkan trade balance sebesar 5,52 miliar USD.

 

Reporter: Anisa Aulia

2 dari 3 halaman

Mendag: Konsumsi Produk Dalam Negeri Bantu Pertumbuhan Ekonomi

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Pelindo III Permudah Proses Ekspor Impor
Perbesar
(Foto:@Pelindo III)

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi, mengatakan bahwa peningkatan konsumsi atau belanja produk buatan dalam negeri merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan ekonomi Indonesia. Ini akan membantu perekonomian Indonesia, mengingat konsumsi rumah tangga Indonesia pada kuartal II 2020 turun hingga 5,51 persen akibat pandemi Covid-19.

"Hal ini dapat memberikan efek domino bagi penguatan pasar dalam negeri dan meningkatkan lapangan kerja bagi masyarakat," kata Lutfi pada Selasa (20/4/2021).

Pemerintah juga telah menerbitkan berbagai regulasi untuk membuat ekonomi nasional kembali bergerak ke arah positif.

Beberapa diantaranya bertujuan mendorong konsumsi, seperti insentif pajak PPnBM mobil 0 persen dan pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk penjualan rumah baru sejak Maret hingga Agustus 2021.

"Indonesia adalah bangsa yang besar. Jadilah konsumen di negeri sendiri, konsumen cerdas pulihkan ekonomi bangsa," tuturnya.

Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga, juga menekankan agar masyarakat menjadi konsumen yang cerdas untuk memperhatikan kualitas produk-produk yang dibeli. Termasuk harus memiliki Standar Nasional Indonesia.

"Jadilah konsumen cerdas, teliti sebelum membeli, perhatikan kualitas dan standar SNI, serta selalu pakai buatan dalam negeri," katanya. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓