Jual Daging Beku Rp 90 Ribu, Bos Bulog Tegaskan Tak Ada Permainan Harga

Oleh Maulandy Rizki Bayu Kencana pada 26 Apr 2021, 15:50 WIB
Diperbarui 26 Apr 2021, 15:50 WIB
Buwas Bahas Anggaran dan Kinerja Bulog Bersama DPR
Perbesar
Dirut Perum Bulog Budi Waseso memberi penjelasan kepada Komisi IV DPR saat rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (20/6/2019). Rapat membahas RKA Kementerian dan Lembaga Tahun 2020, evaluasi pelaksanaan anggaran triwulan I dan kinerja Bulog selama tahun 2018. (Liputan6.com/JohanTallo)

Liputan6.com, Jakarta - Perum Bulog meluncurkan layanan pembelian daging beku sapi dan kerbau melalui e-commerce ipanganandotcom. Pemesanannya saat ini bisa dilakukan dari/untuk 7 kota, yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Semarang, Yogyakarta, dan Makassar.

Kendati demikian, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyatakan, pemesanan daging beku tersebut dibatasi maksimal 2 kg. Dengan begitu, proses pemesanan tidak bisa dilakukan oleh pengusaha daging dengan jumlah besar.

"Kita tidak akan layani puasa dan lebaran dengan kargo yang besar. Borong 100 kg kita tidak akan kasih, karena ini tidak untuk konsumen besar, dan bukan untuk dijual lagi," tegas dia di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, Senin (26/4/2021).

Secara stok, pria yang akrab disapa Buwas ini melanjutkan, Bulog telah menyiapkan 13 ribu ton daging beku kerbau impor asal India. Sementara untuk stok daging beku sapi didapatnya dari para peternak lokal di Indonesia, namun secara jumlah dirinya belum bisa menyebutkan secara pasti.

Buwas mengatakan, Perum Bulog turun tangan sendiri dalam menyerap stok daging beku tersebut. Dia tak ingin ada permainan dalam proses penyalurannya kepada masyarakat.

"Kita tidak jual secara besar-besaran kepada pihak ketiga. Kita ingin beri layanan langsung pada masyarakat," ujar dia.

"Bapak Presiden (Jokowi) mengatakan, semakin banyak birokrasi, ini dampak ke cost yang tinggi, sehingga harganya mahal. Yang terbebani konsumen. Ini adalah upaya Bulog bagaimana kita hadir untuk penuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat," tandasnya.

2 dari 4 halaman

Tekan Harga, Bulog Jual Online Daging Sapi Beku Maksimal Rp 90 Ribu

Impor Daging Beku
Perbesar
Pekerja tengah menata daging potong di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Rabu (15/5/2019). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor daging beku mengalami peningkatan 24,12 persen selama bulan Ramadan. (Liputan6.com/ Angga Yuniar)

Sebelumnya, mengantisipasi lonjakan harga daging di pasaran saat Ramadhan dan jelang Lebaran 2021, Perum Bulog meluncurkan layanan pembelian daging sapi dan kerbau beku secara online via ipanganandotcom.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, Bulog menghadirkan layanan e-commerce ini guna mengantisipasi lonjakan harga daging sapi di pasar tradisional yang saat ini bisa mencapai Rp 140 ribu per kg.

"Baru kali ini kita lakukan supaya kebutuhan masyarakat akan daging bisa teratasi. Daging kala di pasar sekarang bisa Rp 130-140 ribu per kg. Ini biasa terjadi di hari-hari besar keagamaan, selalu dimanfaatkan untuk kenaikan," ujarnya di Kantor Pusat Perum Bulog, Senin (26/4/2021).

Secara kisaran harga, pria yang akrab disapa Buwas ini memaparkan, ipanganandotcom menawarkan pembelian langsung daging kerbau beku dengan harga Rp 80 ribu per kg. Proses pengiriman akan dilakukan dengan menggunakan cold storage, dengan maksimal pembelian daging 2 kg.

"Tapi kalau kita ada pengiriman itu tergantung area pengiriman. Tapi tidak lebih dari Rp 85 ribu per kg," dia menambahkan.

Sementara daging sapi beku ditawarkan dengan harga maksimal Rp 90 ribu per kg. Buwas pun menjamin mutu dari penjualan daging sapi beku tersebut. "Itu daging sapi beneran, bukan daging palsu," tegasnya.

Terkait kesiapan stok, Buwas menjelaskan, Bulog telah menyimpan pasokan daging kerbau impor asal India sebesar 13 ribu ton. Sedangkan untuk daging sapi beku, Bulog disebutnya telah menyerap secara lokalan dari para peternak sapi di seluruh Indonesia.

"Untuk layani kebutuhan seluruh Indonesia untuk puasa dan Lebaran itu cukup. Tapi kita akan siapkan lebih dari itu bilamana kurang," ujar Buwas.

3 dari 4 halaman

Alamak, Harga Daging Sapi Tembus Rp 150 Ribu per Kg

Impor Daging Beku
Perbesar
Pekerja tengah menata daging potong di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Rabu (15/5/2019). Total impor meningkat 24,12% secara bulanan atau month to month yang paling besar adalah daging frozen berasal dari India dan AS. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, jelang Ramadan, sejumlah harga pangan mulai bergejolak, salah satunya daging sapi. Bukannya turun, harga daging sapi kini terus meroket.

Dari pantauan Liputan6.com di Pasar Depok Jaya, harga daging sapi mencapai Rp 150 ribu per kg. Harga daging sapi ini terus melambung, bahkan dalam satu bulan terakhir sudah dua kali mengalami peningkatan.

Pedagang daging, Wawan (32), memperkirakan harga jual akan kembali naik sebesar Rp 10 ribu tiga hari sebelum Lebaran 2021.

"Sebulan ini sudah naik dua kali, sebelumnya juga Rp 140 ribu," katanya saat berbincang dengan Liputan.com, Senin (12/4/2021).

Sementara harga ayam negeri sudah satu pekan terakhir naik Rp 5 ribu menjadi berkisar Rp 58 ribu per ekor dengan berat sekira 2 kilogram. Kendati demikian, kenaikan harga jual ini tidak memengaruhi para pembeli.

"Pembeli tetap banyak. Ini harganya naik Rp 5 ribu sudah satu pekan. Tapi nanti bisa lagi berubah, karena kadang setiap hari harganya beda," jelas salah satu pedagang daging ayam, Imron (28).3 dari 3 halaman

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓