Menhub Dorong Subsidi Tol Laut untuk UMKM

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 24 Apr 2021, 13:45 WIB
Diperbarui 24 Apr 2021, 13:45 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengunjungi Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (12/3/2020). (Foto Kemenhub)
Perbesar
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengunjungi Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (12/3/2020). (Foto Kemenhub)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi terus mendorong program tol laut untuk menurunkan disparitas harga antara Indonesia Barat dan Timur.

Selain itu, dia juga mengajak pihak stakeholder untuk mendukung kegiatan tol laut demi kepentingan rakyat banyak, salah satunya sebagai subsidi pelaku UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah).

"Oleh karenanya ini bagian dari CSR-nya Pelindo III, Pelindo IV, Pelni, dan sejalan dengan itu beri kesempatan pada UMKM untuk memanfaatkan tol laut," kata Menhub Budi Karya dalam kunjungan kerja ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Sabtu (24/4/2021).

"UMKM tidak mungkin dia memborong satu kontainer. Tetapi apabila kita membuat satu paket, paket 100 kg atau paket 500 kg, dimana dalam kontainer 20 ton itu bisa didorong," imbuhnya.

Menurut dia, jika tol laut selama ini semata-mata jadi satu bisnis yang terkesan dimonopoli oleh satu perusahaan, maka pelaku UMKM yang sesungguhnya membutuhkan subsidi malah tidak mendapatkan itu.

"Saya minta kepada stakeholder apakah memikirkan secara detil terkait UMKM ini, karena Indonesia dihidupkan oleh eksistensi lebih dari 50 persen masyarakat Indonesia itu UMKM," ujarnya.

"Kalau difasilitasi dengan baik, maka daya saing mereka bertambah, karena subsidi itu diterima langsung saudara-saudara kita di UMKM," seru Menhub Budi Karya.

 

2 dari 3 halaman

Jumlah Rute Tol Laut

20161025-Tol-Laut-IA4
Perbesar
Petugas bersiaga sebelum keberangkatan KM Caraka Jaya Niaga III-4 yang digunakan sebagai kapal tol laut logistik Natuna di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (25/10). (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Sejak mulai jalan pada 2015, rute tol laut tadinya hanya memiliki 2 trayek. Jumlahnya meningkat jadi 6 trayek pada 2016, dan bertambah jadi 13 trayek baru pada 2017.

Kemudian di 2018 bertambah lagi 18 trayek, 20 trayek pada 2019, dan 26 trayek di 2020. Penambahan jumlah trayek tersebut selalu diiringi dengan penambahan jumlah pelabuhan dan kapal.

Pada 2021, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menambah 4 trayek baru tol laut, sehingga total menjadi 30 trayek. Itu melibatkan 106 pelabuhan yang terdiri atas 9 pelabuhan pangkal dan 97 pelabuhan singgah.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓